Ini gejala dan cara penanganan mixed anxiety and depressive disorder

Rabu, 15 September 2021 | 19:15 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Ini gejala dan cara penanganan mixed anxiety and depressive disorder

KONTAN.CO.ID - Mixed anxiety and depressive disorder (MADD) atau gangguan campuran kecemasan dan depresi merupakan kondisi ketika seseorang memiliki gejala kecemasan maupun depresi. Tapi, keparahan keduanya tidak memenuhi syarat untuk didiagnosis secara terpisah.

Sebab, depresi dan kecemasan adalah dua jenis tekanan emosi yang berbeda namun seringkali terjadi bersamaan. Ketika gejalanya cukup serius, seseorang dapat didiagnosis sebagai penderita gangguan kecemasan dan depresi secara bersamaan. 

Dirangkum dari laman resmi Centre for Health Protection Hong Kong, orang yang menderita MADD sama-sama tertekan, seperti orang yang menderita kecemasan atau depresi. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari penderita MADD. 

Baca Juga: Apa itu bipolar? Ini penjelasan dan tipe-tipenya

Gejala mixed anxiety and depressive disorder

Gejala mixed anxiety and depressive disorder mirip dengan gejala gangguan kecemasan dan depresi tetapi tidak separah itu. Berikut gejala mixed anxiety and depressive disorder:

  • Emosi: suasana hati selalu buruk dan kehilangan minat atas aktivitas yang dulu disukai. Terlalu banyak khawatir dan merasa kesulitan rileks. 
  • Fisik: gemetar dan otot tegang serta mudah lelah. 
  • Tidur: kualitas tidur sering kali buruk, mungkin kesulitan tidur atau tidur nyenyak. 

Cara mengatasi mixed anxiety and depressive disorder

Cara menangani mixed anxiety and depressive disorder adalah sebagai berikut:

  • Obat-obatan: dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan seperti antidepresan setelah menilai kondisi penderita. 
  • Perawatan psikologis: terapis akan mencari tahu tentang situasinya terlebih dahulu lalu bersama-sama membuat rencana perawatan bagi penderita. Penderita akan dipandu untuk memahami hubungan antara emosi, perilaku, dan kognisi, memodifikasi cara berpikir negatif secara perlahan-lahan, dan belajar untuk mengelola stres dan emosi. 

Selanjutnya: Apa itu ghosting? Ini artinya dan alasan orang melakukannya

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru