Ini Hal-Hal yang Perlu Dilakukan Jika Jadi Korban Kekerasan Seksual

Jumat, 25 Maret 2022 | 15:35 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Ini Hal-Hal yang Perlu Dilakukan Jika Jadi Korban Kekerasan Seksual

ILUSTRASI. Hal-hal yang perlu dilakukan jika menjadi korban kekerasan seksual. KONTAN/Fransiskus Simbolon.


KONTAN.CO.ID - Akhir-akhir ini banyak berita tentang kekerasan seksual di Indonesia. Mirisnya, tidak sedikit dari korban tersebut merupakan anak-anak dan remaja di bawah umur. 

Dampak kekerasan seksual pada korban tidak bisa dianggap remeh dan harus diperhatikan dengan serius. 

Melansir dari situs Direktorat SMP Kemendikbud Ristek, dampak yang bisa ditimbulkan banyak, seperti depresi, trauma, gangguan kesehatan, melakukan penyimpangan seksual, hingga menjadi pelaku kekerasan seksual.

Kekerasan seksual bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja. Sebagai langkah antisipasi, berikut ini hal-hal yang perlu dilakukan jika Anda mengalami kekerasan seksual dari Direktorat SMP Kemendikbud Ristek.

Baca Juga: Mengenal Vulkanisme: Pengertian, Jenis Erupsi, dan Tipe Gunung serta Letusannya

Kekerasan terjadi bukan salah korban

Banyak orang yang masih sering menyalahkan korban kekerasan seksual. Anggapan ini tidak jarang membuat korban merasa jika kekerasan seksual terjadi juga karena ulahnya. 

Penting untuk diingat bahwa tidak ada satu orang pun yang kekerasan, apapun alasannya. Korban adalah orang yang paling dirugikan, karenanya tidak seharusnya korban merasa bersalah. 

Pastikan keamanan dan keselamatan korban

Saat seseorang mengalami kekerasan seksual, hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah memastikan keamanan dan keselamatan diri. Segera pergi dari tempat kejadian dan minta bantuan pertolongan orang lain. 

Jika kekerasan terjadi di rumah, cobalah mencari perlindungan di rumah keluarga lain atau orang terpercaya lainnya. Jika terjadi di lingkungan sekolah, segera melarikan diri dari tempat kejadian dan meminta pertolongan kepada guru.

Simpan semua bukti

Setelah yakin Anda aman, segera simpan seluruh bukti-bukti kekerasan seksual. Contoh bukti tersebut seperti pakaian, foto, video, rekaman percakapan, atau bisa juga saksi-saksi yang melihat kekerasan seksual. 

Bukti-bukti tersebut akan sangat membantu dalam proses penanganan kasus. Namun, jangan menyebarluaskan bukti di media sosial karena bisa berpotensi terjerat Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

Baca Juga: Cek Jurusan Sepi Peminat di IPB, Unpad, dan Undip jalur UTBK-SBMPTN

Ceritakan kepada orang yang dipercaya

Usahakan agar tidak memendam permasalahan yang dialami. Hal ini justru bisa memperburuk keadaan korban kekerasan seksual. 

Anda bisa berusaha untuk terbuka dan menceritakan masalah yang dialami kepada orang yang tepat dan dipercaya. 

Dengan bercerita, diharapkan Anda bisa mendapatkan bantuan dan solusi untuk masalah kekerasan seksual yang dialami.

Cari informasi lembaga yang memberikan bantuan korban kekerasan seksual

Di Indonesia ada beberapa lembaga yang memberikan bantuan untuk korban kekerasan seksual. Hal ini penting untuk diketahui agar korban mendapatkan perlindungan dan bantuan lainnya. 

Beberapa lembaga yang memberikan layanan diantaranya, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan sebagainya.

Anda bisa mengadu kepada lembaga-lembaga tersebut dan laporkan kepada pihak kepolisian. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi dampak yang lebih parah pada diri sendiri. 

Dengan melaporkan kepada polisi, pelaku bisa tahu jika yang dilakukannya salah dan ia harus mendapat konsekuensi dari perilakunya agar tidak mengulangi lagi dan orang lain tidak mencontoh hal yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru