Ini Tahapan Perkembangan Emosi Anak Usia Dini, Orangtua Wajib Paham

Kamis, 01 September 2022 | 10:37 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Ini Tahapan Perkembangan Emosi Anak Usia Dini, Orangtua Wajib Paham

ILUSTRASI. Ini Tahapan Perkembangan Emosi Anak Usia Dini, Orangtua Wajib Paham.


KONTAN.CO.ID -  Selain perkembangan kecerdasan otak, perkembangan emosi anak usia dini juga wajib diperhatikan oleh orangtua. 

Bersumber dari situs PAUDPedia Kemendikbud Ristek, perkembangan emosional sama pentingnya dengan perkembangan secara kognitif. 

Perkembangan emosional ini meliputi kemampuan diri, mengendalikan dan mengenali perasaan sendiri, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan orang lain.

Perkembangan ini biasanya selaras dengan pengalaman  sosial  anak-anak melalui aktivitas bermain. 

Berikut ini tahapan perkembangan emosional anak pada usia 3-6 tahun, dirangkum dari situs PAUDPedia Kemendikbud Ristek.

Baca Juga: Syarat dan Cara Daftar PPG Prajabatan Guru Tahap 2 Tahun 2022

Perkembangan emosional usia 3-4 tahun

Pada rentang usia ini, perkembangan emosional anak bisa dilakukan melalui bermain  peran, bermain bersamadan meniru  satu  sama  lain. 

Pada usia ini anak sudah dapat mengungkapkan emosi mereka saat bermain melalui penggunaan simbol-simbol untuk mewakili emosi, misalnya mengerutkan kening saat mainannya diambil oleh temannya. 

Buah hati juga mulai membuat perbedaan dasar antara senang dan sedih pada usia ini mereka juga membuat penilaian emosional yang sederhana, misalnya: menganggap anak-anak bahagia saat di pesta ulang tahun. 

Anak usia ini sudah memiliki kendali emosinya sendiri. Mereka akan tertawa saat menemukan sesuatu yang lucu. Sebaliknya, mereka akan menangis saat ada yang membuatnya sedih atau marah. 

Perkembangan emosional usia 5 tahun

Anak-anak pada usia ini mampu mengungkapkan emosi baik secara lisan dan gerak tubuh.

Anak-anak usia 5 tahun biasanya akan mengerutkan kening untuk menunjukkan bahwa mereka tidak bahagia dan juga mengungkapkan bagaimana perasaannya.

Menggunakan kata-kata untuk mengungkapkan perasaan yang sedang dialami. Dengan berkomunikasi dengan orang lain, belajar lebih banyak tentang bagaimana berperilaku dalam situasi sosial.

Selanjutnya mereka mulai menunjukkan simpati pada anak-anak lain hingga membantu perilaku dalam meningkatkan wawasan emosi yang lain.

Baca Juga: Mengenal Kehidupan Perekonomian pada Masa Kerajaan Sriwijaya

Perkembangan emosi usia 6 tahun

Anak-anak usia 6 tahun mulai belajar bagaimana berbagi satu sama lain saat bermain. Melalui bermain, anak-anak prasekolah memperluas pengetahuan mereka tentang peran dan harapan sosial. 

Buah hati juga melatih kemampuan berkomunikasi, pengaturan emosi, dan keterampilan pemecahan masalah, sehingga bermanfaat secara emosional dan kognitif. 

Dan yang tidak kalah penting, pada usia ini anak sudah mulai mencoba untuk mengatur/menyadari emosi sendiri (malu, bangga, bahagia).

Dia sudah mulai mampu memahami perasaan orang lain yang tidak selalu sama dengan dirinya. 

Sehingga di usianya ini, anak akan lebih paham mengenai emosi dirinya ataupun orang sekitarnya. Hal ini membuat buah hati mengerti bahwa tidak boleh mengatakan sesuatu hal yang dapat menyakiti perasaan orang lain.

Selanjutnya, keterampilan sosial lebih terkoordinasi dengan perasaan sendiri maupun orang lain serta mulai untuk mengendalikannya emosinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru