Jangan Diabaikan! Ini Tanda Anak Alami Kesulitan di Sekolah, Orangtua Wajib Paham

Selasa, 02 Agustus 2022 | 12:08 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Jangan Diabaikan! Ini Tanda Anak Alami Kesulitan di Sekolah, Orangtua Wajib Paham

ILUSTRASI. Jangan Diabaikan! Ini Tanda Anak Alami Kesulitan di Sekolah, Orangtua Wajib Paham.


KONTAN.CO.ID - Orangtua tidak boleh abai saat anak mulai menunjukkan tanda-tanda mengalami kesulitan di sekolah, meskipun dia tidak menceritakan secara detail apa yang dialaminya. 

Setelah cukup lama mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ), tahun ajaran baru 2022/2023 mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM). 

Perubahan metode belajar ini membuat anak harus beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan teman-teman mereka. 

Pada awalnya, mungkin anak bersemangat untuk menjalani kegiatan di sekolah. Namun, karena satu dua alasan, membuat dia menjadi kurang bersemangat. 

Sayangnya, tidak semua anak mau terbuka dengan orangtua dan menceritakan kesulitan yang dia alami di sekolah. 

Sebagai orangtua, Anda wajib mengetahui tanda-tanda jika anak mulai mengalami kesulitan di sekolah. Berikut ini rangkuman dari situs BPK Penabur tentang tanda anak mengalami kesulitan di sekolah:

Baca Juga: Biar Lolos Gelombang 39 Prakerja, Ini Cara Upload KTP dan Foto Selfie yang Benar

Menghindari topik tentang sekolah

Jika anak tiba-tiba tidak mau memberitahu Anda tentang apa yang mereka pelajari atau apa yang terjadi di sekolah. Hal ini bisa menjadi kode bahwa ada yang tidak beres dengannya. 

Terutama, jika sebelumnya anak suka mengobrol dan terbuka tentang sekolahnya. Tapi, pada suatu ketika dia menutupi dan enggan membagikan informasi apa yang dia kerjakan di sekolah. 

Perubahan sikap

Saat anak sebelumnya menunjukkan sikap yang positif tentang sekolah, kemudian berubah sikap, sesuatu mungkin tengah dialaminya. 

Sikap ini dapat ditunjukkan dengan kemarahan atau sikap tidak peduli. Mungkin mereka sedang mengalami masalah dengan teman, guru, atau pelajaran.

Perubahan sikap lainnya yang perlu diperhatikan yaitu keluhan bosan dengan sekolah. Seringkali anak mengeluh bosan saat mereka tak mengerti tentang apa yang terjadi di sekolah.

Menunjukkan gejala sakit

Apakah anak mengalami perubahan pola makan, susah tidur atau mengeluh sakit? Jika ya, bisa saja anak sedang kesulitan di sekolah.

Timbul gejala sakit fisik

Gangguan tidur dan makan seringkali disebabkan oleh kecemasan. Terutama jika mereka tidak mampu mengikuti pelajaran atau tidak bisa mengerjakan tugas sekolahnya. 

Gejala fisik tersebut adalah bentuk ketidakmampuan anak dalam mengeluarkan emosinya.

Anak masih belum bisa menunjukkan ketidaknyamanan perasaannya sehingga mereka dikeluarkan lewat gejala sakit.

Baca Juga: Beasiswa Cendekia Baznas Tahun 202 Dibuka untuk Jenjang D4-S1, Ini Syaratnya

Waktu mengerjakan tugas yang lama

Pola belajar juga menjadi tanda anak mengalami kesulitan di sekolah. Karenanya orangtua perlu memperhatikan cara dan lama waktu anak belajar.

Jika dia menunjukkan pola belajar yang padat sehingga tidak memiliki waktu luang untuk bermain atau melakukan hal lain sepulang sekolah karena mengerjakan tugas, ini bisa menjadi sinyal adanya masalah. 

Biasanya anak menghabiskan waktu sekitar 10 menit per tingkat kelas untuk menyelesaikan tugas setiap harinya. Artinya untuk anak kelas 2 SD sekitar 20 menit, kelas 3 SD 30 menit, dan seterusnya. 

Namun kebijakan pekerjaan rumah tergantung guru dan sekolah. Beberapa guru bisa memberikan pekerjaan rumah yang lebih banyak atau lebih sedikit. Jadi, ketahui dulu seperti apa kebijakan pekerjaan rumah setiap guru.

Laporan dari guru

Apakah Anda menerima laporan terkait perkembangan pembelajaran anak? Jika guru anak Anda menilai anak Anda berjuang lebih keras ketimbang siswa lain, ini perlu diperhatikan. 

Artinya, guru ingin bekerjasama dengan orang tua demi kemajuan akademik dan mengatasi masalah yang mungkin sedang dihadapi oleh sang anak. 

Selain nilai akademik, guru biasanya juga akan memberikan laporkan kepada orang tua jika anak melakukan hal buruk di sekolah. 

Terutama jika sang anak biasanya bersikap baik dan tiba-tiba mulai menunjukkan perubahan perilaku di sekolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru