Kapan Cap Go Meh 2023? Ini Sejarah Perayaannya di Indonesia

Rabu, 25 Januari 2023 | 10:44 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Kapan Cap Go Meh 2023? Ini Sejarah Perayaannya di Indonesia

ILUSTRASI. Cap Go Meh 2023.


KONTAN.CO.ID - Cap Go Meh adalah akhir dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Lantas, kapan Cap Go Meh 2023? 

Dikutip dari Kompas.com (21/1/2023), Cap Go Meh 2023 akan jatuh pada 5 Februari 2023. Imlek adalah rangkaian perayaan tahun baru dalam kalender China. 

Sedangkan Cap Go Meh adalah bagian dari Imlek itu sendiri. Cap Go Meh menandakan akhir dari rangkaian perayaan Imlek, yakni hari ke-15.

Di China, Cap Go Meh lebih dikenal sebagai Festival Lampion. Istilah Cap Go Meh berasal dari aksen Hokkien yang jika diartikan 15 hari atau malam setelah Imlek. 

Saat dipenggal per kata, kata 'cap' memiliki arti 10, sedangkan 'go' berarti 5, dan 'meh' dengan kata lain malam. 

Lantas, seperti apa sejarah perayaan Cap Go Meh di Indonesia? 

Baca Juga: 7 Makanan Khas Kudus yang Wajib Dicoba

Sejarah Cap Go Meh

Cap Go Meh 2023

Perayaan Cap Go Meh dilakukan untuk memberi penghormatan kepada Dewa Thai Yi, dewa tertinggi di Dinasti Han (206 SM-221 M).

Dirangkum dari Britannica, sejarah Cap Go Meh berasal dari Dinasti Han (206 SM hingga 220 M), ketika para biksu Buddha menyalakan lampion pada hari ke-15 Tahun Baru Imlek untuk menghormati Sang Buddha. 

Ritual tersebut kemudian diadopsi oleh masyarakat umum dan menyebar ke seluruh China dan bagian lain Asia. 

Baca Juga: Sejarah Barongsai, Atraksi Khas di Tahun Baru Imlek

Selain itu, terdapat legenda yang berhubungan dengan Cap Go Meh yakni kisah Kaisar Langit (You Di). Kaisar Langit waktu itu menjadi marah terhadap penduduk sebuah kota karena membunuh burung kesayangannya. 

Dia berencana untuk menghancurkan kota tersebut dengan api, tetapi digagalkan oleh Putri Kaisar yang menyarankan orang-orang untuk menyalakan lampion di seluruh kota pada hari penghancuran yang ditentukan. 

Kaisar, yang tertipu oleh semua cahaya, mengira kota itu telah dilalap api. Kota itu terhindar dari bencana, dan sebagai rasa terima kasih orang-orang terus memperingati acara tersebut setiap tahun dengan membawa lampion warna-warni ke seluruh kota.

Baca Juga: Asal Mula Barongsai, Atraksi Khas di Tahun Baru Imlek

Perayaan Cap Go Meh di Indonesia 

Cap Go Meh 2023

Dirangkum dari Taoism Directory, saat Cap Go Meh, masyarakat akan menyaksikan tarian Barongsai dan Liong (naga), berkumpul untuk bermain game penuh teka-teki, dan makan onde-onde. 

Sepanjang perayaan Cap Go Meh tentunya akan dimeriahkan dengan kehadiran kembang api dan petasan. Uniknya kata Barongsai ini bukan berasal dari China melainkan berdasarkan kata 'barong' yang dalam bahasa Jawa dan kata 'say' yang artinya singa dengan aksen Hokkien. 

Baca Juga: Jeruk Lokal, Hampir Tak Pernah Digunakan untuk Imlek

Tarian Singa adalah simbol kebahagiaan, kegembiraan, dan kesejahteraan. Sementara Singa dianggap sebagai simbol dominasi atau kekuatan, menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa. 

Di banyak daerah, Cap Go Meh dilakukan dengan tradisi unik. Misalnya saat Cap Go Meh, Anda bisa mencari jodoh di Pulau Kemaro, Palembang. 

Sementara itu, selama Cap Go Meh di Singkawang, dirayakan dengan menyaksikan pawai tatung untuk mengusir roh jahat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru