Makna Dolomani, Pakaian Adat Buton yang Dipakai Presiden Jokowi di Upacara HUT RI

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:33 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Makna Dolomani, Pakaian Adat Buton yang Dipakai Presiden Jokowi di Upacara HUT RI

ILUSTRASI. Baju Adat Dolomani, Pakaian Adat Buton yang Dikenakan Presiden Jokowi di HUT RI 77.


KONTAN.CO.ID - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan kembali mengenakan pakaian adat daerah dalam Upacara Detik-Detik Proklamasi. Pada upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-77 kemerdekaan RI pada Rabu (17/08/2022), Presiden memilih pakaian adat asal Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara yang disebut Dolomani.

“Ini baju dari Buton, Sulawesi Tenggara. Ini baju Dolomani dari Buton,” ujar Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan di halaman Istana Merdeka, Jakarta dikutip dari laman Sekretariat Kabinet. 

Lantas, seperti apa makna pakaian adat Buton, Dolomani? 

Baca Juga: Pimpin Upacara 17 Agustus, Presiden Jokowi Kenakan Baju Adat Buton Dolomani

Makna pakaian adat Buton, Dolomani 

Dirangkum dari Tribunnews Sultra, pakaian adat Buton, dolomani adalah salah satu pakaian kebesaran Sultan Buton saat menghadiri upacara-upacara resmi kesultanan.

Pakaian adat dolomani dihiasi dengan sulaman benang emas atau perak. Adapun beberapa motif yang disulam dengan benang emas atau perak menujukan kebesaran dan keagungan yang dimiliki pemimpin akan berkilauan menerangi seantero negeri.

Pada pinggiran dan kerah baju adat Kesultanan Buton tersebut dihiasi dengan sulaman bermotif bunga rongo. Sulur bunga menghiasi baju dan celana baju adat dolomani yang berupa bunga rongo menunjukkan tumbuhan menjalar dari tanah ke pepohonan yang tinggi lalu menjalar kembali ke bawah.

Baca Juga: Hadiri Upacara di Istana Merdeka, Wapres Ma'ruf Amin Kenakan Pakaian Adat Banten

Hal ini bermakna bahwa seorang pemimpin yang menjejaki karir dari bawah ke atas suatu saat akan kembali ke bawah lagi karena jabatan adalah amanah dan pada suatu saat kekuasaan atas jabatan itu akan berakhir pula.

Pada kopiah sepanjang pinggiran bawah dihiasi motif bakena uwa dan pada bagian atas kopiah dihiasi dengan bunga kamba manuru.

Kopiah baju adat dolomani yang dihiasi ornamen bakena uwa adalah buah dari tumbuhan yang sangat indah untuk dipandang, namun ketika menyentuhnya akan memimbulkan sensasi gatal.

Baca Juga: Pimpin Upacara 17 Agustus, Presiden Jokowi Kenakan Baju Adat Buton Dolomani

Hal ini menujukkan negeri yang indah nan elok yang hendak dikuasai musuh wajib kiranya seorang pemimpin bersama-sama rakyatnya harus melakukan perlawanan. 

Sementara, bagian depan kopiah pakaian adat Buton tersebut dihiasi kaligrafi dalam bahasa Arab berbunyi ‘Maulana’ yang berarti pemimpin umat yang harus melekat sifat-sifat kepemimpinan yang mengutamakan kepentingan rakyat bukan kepentingan peribadi.

Pada bagian atas kopiah dolomani terdapat sulaman kamba manuru yang merupakan nama bunga yang dalam bahasa setempat (Wolio),.

“Kamba” berarti bunga dan “manuru” berarti sejahtera yang mengandung filosofi bahwa seorang pemimpin memiliki tugas utama untuk mensejahterakan rakyatnya.

Baca Juga: HUT RI 77, Presiden Jokowi Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Kalibata

Pakaian adat yang dikenakan Presiden Jokowi

Presiden Jokowi memang kerap mengenakan baju adat dalam tiap perayaan HUT kemerdekaan RI. Pada perayaan HUT ke-72 RI pada 17 Agustus 2017 misalnya, Presiden mengenakan pakaian adat Tanah Bumbu, Batulicin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Dikutip dari laman Setkab, pada HUT ke-73 RI pada 17 Agustus 2018, Presiden Jokowi memilih pakaian adat Aceh untuk dikenakan. Selanjutnya pada HUT ke-74 RI tahun 2019, Presiden Jokowi mengenakan baju adat Klungkung dari Provinsi Bali.

Setelah itu, pada HUT ke-75 RI tahun 2020, Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat Timor Tengah Selatan dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan kain tenun Berantai Kaif Nunkolo. Adapun pada HUT ke-76 RI tahun 2021 lalu, Presiden memilih untuk mengenakan baju adat Pepadun dari Provinsi Lampung.

Baca Juga: Utamakan Kebutuhan Nasional, Indonesia Tidak Akan Ekspor Beras Hingga 2 Tahun

Menurut Presiden Jokowi, Indonesia memiliki kekayaan adat budaya yang sangat tinggi, termasuk dalam hal pakaian adat. Untuk itu, Presiden akan terus mengangkat berbagai pakaian adat tersebut untuk dipakai dalam berbagai kesempatan.

Beberapa pakaian adat yang pernah dipakai oleh Presiden Jokowi di antaranya adalah pakaian adat Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sunda, Jawa, Betawi, Bali, Sasak, dan Bugis. 

"Memang kekayaan budaya pakaian adat ini memang ribuan. Jumlahnya ribuan. Nanti sampai ke Maluku, Papua, semuanya nanti semuanya akan kita angkat,” ucap Presiden pada HUT ke-75 RI.

Demikian penjelasan mengenai makna pakaian adat Buton atau baju adat dolomani yang dikenakan oleh Presiden Jokowi saat upacara HUT Kemerdekaan ke-77 RI. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru