Mengapa ada banyak varian virus corona? Ini cara virus bermutasi menjadi lebih kuat

Kamis, 17 Juni 2021 | 15:49 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Mengapa ada banyak varian virus corona? Ini cara virus bermutasi menjadi lebih kuat

ILUSTRASI. Mengapa ada banyak varian virus corona? Ini cara virus bermutasi menjadi lebih kuat. REUTERS/Danish Siddiqui.

KONTAN.CO.ID -  Virus corona baru SARS-CoV-2 terus bermutasi hingga muncul berbagai macam varian. Salah satunya adalah varian virus corona dari India B.1.617.2 atau Delta yang sudah terkonfirmasi masuk di Indonesia 

Melansir dari BBC, varian baru virus corona tersebut lebih cepat menginfeksi dibanding varian pendahulunya. Tingkat transmisi varian Delta 30% hingga 100% lebih tinggi dibandingkan dengan varian Inggirs B 1.1.7 atau Alpha.

Virus corona yang menjadi penyebab Covid-19 merupakan jenis SARS-CoV-2. Sedangkan varian baru merupakan jenis yang berbeda. 

Virus tidak termasuk dalam golongan makhluk hidup, namun tetap bisa bermutasi. Mungkin Anda penasaran mengapa virus bisa bermutasi bahkan menjadi lebih kuat ketimbang sebelumnya. 

Baca Juga: Bisa pakai bumbu dapur, simak cara mengusir tikus dari rumah ini

Bagaimana virus bermutasi?

Virus meskipun tidak masuk dalam kelompok makhluk hidup, mampu bermutasi seiring berjalannya waktu. Sama seperti virus lainnya, virus corona juga bisa bermutasi. 

Dengan bermutasi, virus bisa bertahan hidup dan bereproduksi. Mutasi terjadi karena virus menyesuaikan kondisi lingkungan dan inangnya. 

Melansir laman Pusat Nasional Informasi Bioteknologi Amerika Serikat (NCBI), virus akan terus berubah karena seleksi genetik. Perubahan tersebut dibagi menjadi dua: mutasi dan rekombinasi. 

Mutasi adalah perubahan genetik halus yang terjadi saat ada kesalahan masuk dalam genom virus. 

Sedangkan rekombinasi adalah perubahan genetik besar yang terjadi saat dua virus menginfeksi secara bersamaan dan bertukar informasi yang mengakibatkan terciptanya virus baru. 

Baca Juga: Kasus corona meledak, kenali tanda long covid yang bisa mengganggu kesehatan

Editor: Tiyas Septiana
Terbaru