Mengenal Kurs: Pengertian, Contoh Kurs, Jenis, dan Faktor yang Mempengaruhinya

Selasa, 11 Oktober 2022 | 15:46 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Mengenal Kurs: Pengertian, Contoh Kurs, Jenis, dan Faktor yang Mempengaruhinya

ILUSTRASI. Ilustrasi Kurs Valuta Asing. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.


KONTAN.CO.ID - Kurs adalah jumlah satuan mata uang yang harus diserahkan untuk mendapatkan satu satuan mata uang asing. Sementara, kurs mata uang asing menunjukkan harga atau nilai mata suatu negara yang dinyatakan dalam nila mata uang negara lain. 

Dirangkum dari buku "Pengantar Ilmu Ekonomi: Dasar-dasar Ekonomi Mikro & Makro" (2016), oleh Aldila Septiana, Penerbit Duta Media Publishing, pengertian kurs mata uang asing atau kurs valuta asing adalah harga suatu kurs mata uang asing jika dipertukarkan dengan mata uang lain. 

Artinya, kurs menunjukkan perbandingan nilai antara dua mata uang yang berbeda. 

Baca Juga: Rupiah Masih Akan Melemah Cukup Lama, Ini Penyebabnya

Contoh kurs valuta asing 

Berikut adalah sejumlah contoh kurs valuta asing untuk lebih memahami konsep kurs: 

1. Kurs Rupiah terhadap Dollar AS 

Contohnya adalah kurs Rupiah terhadap Dollar AS sebesar Rp 14.700. Maka, Anda perlu menukarkan Rupiah sebesar Rp 14.700 untuk bisa mendapatkan 1 USD. 

2. Kurs Rupiah terhadap Ringgit Malaysia 

Selain itu, contohnya adalah kurs Rupiah terhadap Ringgit Malaysia sebesar Rp 3.284. Artinya, Anda perlu menukarkan Rupiah sebesar Rp 3.284 untuk bisa mendapatkan 1 Ringgit Malaysia. 

Baca Juga: Tertekan, Rupiah Spot Terus Melemah ke Rp 15.372 Per Dolar AS di Tengah Hari (11/10)

3 Jenis kurs 

Dirangkum dari buku "IPS Terpadu untuk SMP dan MTS Kelas IX Semester 1" (2007), oleh Y. Sri Pudjiastuti, T.D. Haryo Tamtomo, dan N. Suparno, Penerbit Erlangga, ada tiga jenis kurs di antaranya adalah kurs jual, kurs beli, dan kurs tengah. Berikut pengertian dari kurs jual, kurs beli, dan kurs tengah:

1. Kurs beli: kurs beli adalah kurs yang diberlakukan oleh bank apabila bank membeli mata uang asing. 

2. Kurs jual: kurs jual adalah kurs yang diberlakukan oleh bank apabila bank menjual mata uang asing. 

3. Kurs tengah: kurs tengah adalah kurs rata-rata antara kurs beli dan kurs jual. 

Perlu diketahui bahwa nilai kurs jual selalu lebih tinggi dibandingkan dengan kurs beli agar bank atau money changer mendapatkan keuntungan. 

Baca Juga: Menakar Kenaikan Bunga Acuan

Faktor penyebab perubahan nilai tukar Rupiah terhadap valuta asing

Sementara dirangkum dari buku "Membuka Cakrawala Ekonomi untuk Kelas XI", oleh Imamul Arifin dan Giana Hadi W. Penerbit PT Setia Purna Inves, ada beberapa faktor atau kondisi yang berpengaruh terhadap perbedaan kurs di setiap negara. Beberapa faktor tersebut antara lain:

1. Permintaan dan penawaran valas

Permintaan valas akan ditentukan oleh impor barang dan jasa yang memerlukan Dollar atau valas lainnya dan ekspor modal dari dalam ke luar negeri. 

Sementara, penawaran valas akan ditentukan oleh ekspor barang dan jasa yang menghasilkan Dollar atau valas lainnya dan impor modal dari luar negeri ke dalam negeri. 

Baca Juga: Penurunan Cadangan Devisa Bakal Berlanjut

2. Posisi neraca pembaayaran

Jika saldo pembayaran defisit, permintaan terhadap valas akan meningkat dan menyebabkan nilai Rupiah melemah. Begitu pun sebaliknya, jika saldo neraca pembayaran surplus maka permintaan terhadap valas menurun dan menyebabkan nilai Rupiah menguat. 

3. Tingkat inflasi 

Penurunan daya beli mata uang domestik yang ditunjukkan oleh kenaikan tingkat harga di negara yang bersangkutan akan diikuti dengan melemahnya mata uang negara tersebur secara proporsional dalam pasar valuta asing. 

4. Tingkat bunga

Meningkatnya suku bunga dari simpanan suatu mata uang domestik akan menyebabkan mata uang domestik mengalami penguatan terhadap nilai mata uang negara lain. Sebab, orang yang menyimpan asetnya di lembaga perbankan dalam bentuk Rupiah akan mendapatkan pendapatan bunga lebih besar sehingga Rupiah menguat. 

Baca Juga: Cadangan Devisa Turun, Ekonom: BI Gunakan untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

5. Tingkat pendapatan nasional

Kenaikan pendapatan nasional yang identik dengan meningkatnya kegiatan transaksi ekonomi melalui kenaikan impor akan meningkatkan permintaan terhadap Dollar atau valas lainnya sehingga menyebabkan nilai Rupiah melemah. 

6. Kebijakan moneter

Misalnya, kebijakan Bank Indonesia yang bersifat ekspansif dengan menambah jumlah uang beredar akan mendorong kenaikan harga-harga atau inflasi. Hal ini menyebabkan Rupiah melemah lantaran menurunkan daya beli Rupiah terhadap barang dan jasa dibandingkan Dollar atau valas lainnya. 

7. Ekspetasi dan spekulasi

Ketidakstabilan pada faktor-faktor non ekonomi misalnya karena ledakan bom atau gangguan keamanan akan berpengaruh terhadap kondisi perekonomian dalam negeri. 

Demikian informasi mengenai kurs, kurs jual, kurs beli, dan faktor-faktor penyebab perubahan nilai tukar Rupiah terhadap valuta asing. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru