Pekerjaan-Pekerjaan Ini Tidak Bisa Digantikan Mesin dan Teknologi, Simak Daftarnya

Kamis, 05 Januari 2023 | 10:05 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Pekerjaan-Pekerjaan Ini Tidak Bisa Digantikan Mesin dan Teknologi, Simak Daftarnya

ILUSTRASI. Pekerjaan-Pekerjaan Ini Tidak Bisa Digantikan Mesin dan Teknologi, Simak Daftarnya. KONTAN/Muradi/2019/06/27


KONTAN.CO.ID -   Sejalan dengan perkembangan teknologi, mulai banyak jenis pekerjaan yang bisa digantikan oleh mesin dan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) atau AI. 

Meskipun akan ada pekerjaan yang hilang karena teknologi, tetap ada jenis pekerjaan yang perlu kemampuan manusia dan tidak bisa digantikan oleh mesin. 

Bersumber dari Medium, keterbatasan serta resiko yang bisa muncul akibat penggunaan AI membuat tidak semua pekerjaan bisa digantikan oleh mesin. 

Beberapa pekerjaan memerlukan kemampuan panca indera manusia dan berhubungan dengan mental serta hati manusia. 

Apa saja pekerjaan yang tidak bisa digantikan oleh teknologi dan mesin? Simak rangkumannya berikut ini dari Medium

Baca Juga: Tetap Waspada, Ini Penyebab Pembuluh Darah Otak Pecah dan Langkah Penanganannya

Pekerjaan yang tidak bisa digantikan oleh mesin

1. Guru 

Saat ini sudah ada banyak sekali alat peraga canggih untuk menunjang pembelajaran yang tersedia di sekolah dan perguruan tinggi. 

Meskipun canggih, peran guru tetap tidak bisa digantikan oleh mesin karena mengajar membutuhkan kemampuan untuk memahami siswa yang memiliki sifat beragam dan masalah yang kompleks. 

Guru robot akan kesulitan mengajarkan kemanusiaan, cara pikir manusia pada siswa. 

Meskipun beberapa pengajaran dasar dapat ditangani oleh robot, hal ini akan lebih baik jika berinteraksi dengan manusia. 

2. Manager 

Banyak aspek dari keputusan perusahaan hingga urusan kandidat pada perusahaan bersifat dinamis sehingga mustahil robot bisa menggantikan peran manager. 

AI tidak bisa membantu memilih kandidat yang tepat karena sudah dirancang untuk melakukan hal-hal yang bersifat pasti. Akan sangat sulit untuk mengotomatisasi manajemen dan pengembangan manusia. 

3. Atlet 

Apakah Anda pernah membayangkan bagaimana jika atlet yang berlaga di kejuaraan semuanya adalah robot? 

Momen-momen mengharukan hingga ekspresi atlet tidak akan sama seperti ketika manusia yang berlaga di kejuaraan. 

Dari sebuah olahraga ada hal menarik yang selalu dinanti penonton selain kemenangan tim atau atlet favorit yaitu cara bertanding para atlet, usahanya, ceritanya, ekspresinya dan segala hal tentang si atlet itu sendiri. 

Hal inilah yang tidak dimiliki oleh robot. Atlet robot tidak bisa membuat olahraga menyenangkan untuk ditonton, menantang untuk dimainkan, dan secara umum bermanfaat. 

4. Hakim dan Pengacara 

Pekerjaan selanjutnya yang tidak bisa digantikan oleh mesin dan teknologi adalah hakim serta pengacara. Kedua profesi ini membutuhkan kemampuan strategi, analisis kasus, dan negosiasi. 

Selain itu sistem hukum membutuhkan orang-orang paham hukum yang kompleks dan bisa berdebat atas nama klien. 

Baca Juga: Cara Membuat Akun di Sscasn.bkn.go.id Buat Daftar PPPK Teknis 2022, Ditutup Besok

5. Analis sistem komputer 

Pekerjaan sebagai Analis sistem komputer memang berhubungan dengan komputer, namun uniknya pekerjaan ini justru paling tidak terancam oleh robot. 

Faktanya, semakin ekonomi masyarakat bergantung pada otomatisasi, semakin tinggi permintaan untuk analis sistem komputer yang dapat mengelola sistem tersebut. 

Seorang analis sistem komputer harus bekerja sama dengan orang lain untuk mengecek kemampuan sistem komputer, meninjau kemampuan komputer, menganalisis masalah, membuat prosedur, dan membuat persyaratan user. 

Deskripsi pekerjaan ini tentu mustahil dilakukan oleh robot yang tidak memiliki keluwesan dalam berkomunikasi.

6. Penulis 

Peran penulis tidak bisa digantikan oleh mesin atau teknologi. 

Hasil tulisan harus orisinal dari ide, situasi, hingga imajinasi. Hal inilah yang tidak bisa dilakukan mesin.

Meskipun unggul dalam menganalisis data terstruktur, robot tidak dapat meniru bakat, kreativitas, dan imajinasi seorang penulis yang baik. 

7. Perencana acara

Perencanaan acara atau event planner juga merupakan profesi yang tidak bisa digantikan robot. 

Seorang event planner harus berkoordinasi dan bernegosiasi dengan kontraktor, vendor, organisasi, kelompok, dan sukarelawan untuk menyatukan semuanya untuk menciptakan acara yang kreatif. 

Kemampuan tersebut tidak bisa digantikan oleh robot yang memang terbatas untuk melakukan hal-hal dasar dan tersistem.

8. Psikiater dan Psikolog 

Psikiater dan psikolog membutuhkan kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain. 

Karena itu, robot tidak bisa menggantikan tugas psikiater dan psikolog karena keterbatasan memahami emosi manusia.

9. Chief Executive Officer 

Chief executive officer membutuhkan kemampuan kepemimpinan yang baik, sehingga hampir tidak mungkin mengotomatisasi kepemimpinan. 

Karena kepemimpinan itu subjektif, tidak mungkin sistem robot bisa dibuat secara subjektif. 

10. Politisi 

Robot dibuat dengan berbagai macam kemampuan namun tidak didesain untuk melakukan hal-hal seperti berdebat, berperasaan, berpikir kritis, hingga berjiwa sosial. 

Hal ini lah yang menyebabkan robot sulit menggantikan tugas politikus. 

Baca Juga: Lulus SMA Bisa Daftar, Ini Syarat dan Cara Daftar Rekrutmen Bintara TNI AL 2023

11. Penyanyi profesional 

Anda mungkin pernah mendengar musik yang diciptakan oleh robot AI.AI bahkan bisa menggantikan banyak pemutar musik di masa depan karena sudah ada orkestra robot. 

Meskipun demikian, peran penyanyi manusia tidak digantikan begitu saja. Bernyanyi tetap membutuhkan emosi yang digambarkan penyanyi sehingga pesan dari lagu bisa tersampaikan kepada pendengar. 

12. Ahli bedah 

Sudah banyak mesin hingga robot yang digunakan untuk membantu proses operasi agar lebih lancar dan cepat. Meskipun demikian, peran ahli bedah tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh robot. 

Ahli bedah diharuskan untuk terhubung dengan pasien dan tetap harus mendiagnosa pasien dengan tepat. 

13. Terapis Okupasi 

Profesi ini juga tidak bisa digantikan olh mesin. Terapis okupasi merawat pasien yang cacat, sakit, atau terluka. 

Karenanya profesi ini membutuhkan perhatian dan interaksi manusia, yang tidak dimiliki robot. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru