​Penjahit Bendera Merah Putih adalah Ibu Fatmawati, Ini Kisah dan Sejarahnya

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:02 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
​Penjahit Bendera Merah Putih adalah Ibu Fatmawati, Ini Kisah dan Sejarahnya

ILUSTRASI. Penjahit bendera Merah Putih adalah Ibu Fatmawati, istri Presiden Soekarno. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/kye/17.


KONTAN.CO.ID - Penjahit bendera Merah Putih adalah Ibu Fatmawati, istri Presiden Soekarno. 

Bendera tersebut dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56 (kini Jalan Proklamasi), Jakarta oleh Latief Hendraningrat dan Suhud.

Arti warna merah pada bendera Merah Putih adalah berani. Sedangkan arti warna putih pada bendera Merah Putih adalah suci. 

Namun, seperti apa sejarah bendera Merah Putih? 

Baca Juga: Tim Pancasila Tangguh Akan Kibarkan Sang Merah Putih di Istana Merdeka

Sejarah bendera Merah Putih 

Penjahit Bendera Merah Putih

Dirangkum dari laman Cagar Budaya Kemdikbud, Dai Nippon (sekarang Jepang) menyiarkan kabar pada 7 September 1944 bahwa Indonesia diperkenankan untuk merdeka kemudian hari. 

Maka dari itu,Chuuoo Sangi In atau badan yang membantu pemerintah pendudukan Jepang terdiri dari orang Jepang dan Indonesia menyelenggarakan sidang tidak resmi pada 12 September 1944 yang dipimpin oleh Ir. Soekarno.

Hal yang dibahas pada sidang tersebut adalah pengaturan pemakaian bendera dan lagu kebangsaan yang sama di seluruh Indonesia. Hasilnya, pembentukan panitia bendera kebangsaan Merah Putih dan panitia lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Baca Juga: ​Susunan Upacara 17 Agustus 2022 Sesuai Surat Edaran Kemdikbudristek HUT ke-77 RI

Panitia bendera kebangsaan Merah Putih diketuai oleh Ki Hajar Dewantara dengan anggota Puradireja, Dr. Poerbatjaraka, Prof. Dr. Hoesein Djajadiningrat, Mr. Moh. Yamin, dr. Radjiman Wedyodiningrat, Sanusi Pane, KH. Mas Mansyur, PA Soerjadiningrat, dan Prof. Dr. Soepomo.

Panitia bendera kebangsaan merah putih menggunakan warna merah dan warna putih sebagai simbol. Merah berarti berani dan putih berarti suc i. Kedua warna ini sampai saat ini menjadi jati diri bangsa.

Ukuran bendera Merah Putih ditetapkan sama dengan ukuran bendera Nipponyakni perbandingan antara panjang dan lebar tiga banding dua. Sementara itu, atas permintaan Soekarno kepada Shimizu, kepala barisan propaganda Jepang(Sendenbu), Chaerul Basri diperintahkan mengambil kain dari gudang di Jalan Pintu Air untuk diantarkan ke Jalan Pegangsaan Nomor 56 Jakarta. 

Baca Juga: Urutan Kronologi Peristiwa Penting Sebelum Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Kain untuk bendera Merah Putih ini dijahit oleh Ibu Fatmawati (istri Presiden Soekarno) menjadi bendera. 

Bendera tersebut dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56 (kini Jalan Proklamasi), Jakarta oleh Latief Hendraningrat dan Suhud.

Demikian penjelasan mengenai penjahit bendera Merah Putih, ukuran bendera Merah Putih, serta sejarah bendera Merah Putih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru