Sedang diet? Berikut nilai penurunan berat badan yang ideal dalam sebulan

Minggu, 02 Mei 2021 | 05:15 WIB Sumber: Kompas.com
Sedang diet? Berikut nilai penurunan berat badan yang ideal dalam sebulan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anda sedang menjalankan program diet? Berikut nilai penurunan berat badan yang ideal dalam sebulan. 

Kegemukan, kini dianggap sebagai masalah kesehatan yang serius, bahkan bisa berisiko kematian. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk menurunkan berat badan hingga mencapai angka ideal. 

Kendati demikian, banyak orang ingin menurunkan berat badan dalam waktu yang cepat dan cara yang instant. Padahal, penurunan berat badan bukanlah proses yang bisa dilakukan dengan cepat.  

Baca Juga: 4 Cara menurunkan berat badan dengan cepat dan sehat

Menurut dr. Ketut Suastika, Sp.PD Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), proses penurunan berat badan yang terlalu cepat, dapat menyebabkan sindrom yoyo. 

"Jadi kalau terlalu cepat turun berat badannya, nanti naiknya lagi cepat, bahkan lebih banyak," kata dr. Suas dalam webinar yang diselenggarakan Novo Nordisk Indonesia bertajuk 'Jangan Anggap Remeh Obesitas, si Penyakit Kronis Serius' Rabu, (3/3/2021). 

Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan diet secara gradual, yaitu menurunkan berat badan seara perlahan dan berkala, namun memiliki progress hingga dapat mencapai angka berat badan ideal. 

Dalam kesempatan yang sama, dr. Nurpudji Taslim, Sp.GK(K) Ketua umum Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) menjelaskan, bahwa jumlah penurunan berat badan yang ideal tergantung kepada kebutuhan masing-masing tubuh. 

"Maka dari itu dianjurkan untuk konsultasi kepada ahli gizi, agar tahu apa pola diet yang tepat dan berapa penurunan yang baik untuk individu tersebut," ungkap dr. Pudji. 

Namun, Pudji menyebutkan, normalnya penurunan berat badan yang ideal dan aman dalam satu bulan adalah sekitar 4-5 kilogram saja. 

"Diet yang baik adalah diet yang sesuai dengan kebutuhan kita. Pada prinsipnya, diet adalah bagaimana cara kita mengatur keseimbangan, antara asupan yang masuk dengan energi yang dikeluarkan," jelasnya.

Jika aktivitas yang kita lakukan sedikit, maka kita juga harus mengurangi asupan makanan sesuai dengan energi yang kita keluarkan. 

"Hal ini sangat berkaitan, karena jika makan-makanan berlebih dan tidak dikeluarkan dalam bentuk energi, maka makanan ini akan disimpan. Inilah cikal bakal penimbunan lemak hingga menyebabkan obesitas," jelas Pudji. 

Oleh sebab itu, penyakit obesitas tidak hanya dialami oleh masyarakat kota, melainkan masyarakat di pedesaan juga banyak yang mengalaminya.  

"Jika penyakit obesitas ini tidak ditangani, maka akan berpengaruh terhadap SDM Indonesia ke depannya," lanjut Pudji. 

Pudji melanjutkan, tidak ada metode khusus untuk menurunkan berat badan, karena hal ini tergantung dengan kebutuhan tubuh masing-masing individu. 
Penting untuk konsultasi dan melakukan screening secara berkala dengan ahli gizi untuk menentukan metode dan pola diet yang tepat untuk Anda.  

"Obesitas adalah penyakit tidak menular namun berisiko mematikan. Maka dari itu sebagai individu yang ingin sehat, segera periksakan diri Anda ke ahli gizi atau paling tidak lakukan gaya hidup sehat seperti menjaga pola makan, rajin berolahraga dan hindari makan cepat saji yang dapat menimbun lemak dan menyebabkan obesitas," pungkasnya.(Dea Syifa Ananda) 

Baca Juga: 9 Buah terbaik yang bisa membantu menurunkan berat badan

Selanjutnya: 4 Minuman yang bisa membantu menurunkan berat badan

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berapa Penurunan Berat Badan yang Ideal dalam Sebulan?"

Editor: Tri Sulistiowati
Terbaru