Sejarah Bom Hiroshima Nagasaki dan Dampaknya bagi Manusia dan Lingkungan

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 07:05 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Sejarah Bom Hiroshima Nagasaki dan Dampaknya bagi Manusia dan Lingkungan


KONTAN.CO.ID - Pada 6 Agustus diperingati sebagai Hari Peringatan Bom Hiroshima - Nagasaki. Sejarah bom Hiroshima dan Nagasaki yakni saat Sekutu ingin memaksa Jepang menyerah dalam Perang Dunia II tanpa syarat kepada Sekutu. Blok Sekutu terdiri dari Inggris, Perancis, Uni Soviet, China, dan Amerika Serikat. 

Lalu, pada Juli 1945, program pengembangan senjata nuklir AS yg bernama “Manhattan Project” sukses melaksanakan uji coba bom atom di Gurun New Mexico. Berdasarkan perjanjian Quebec, Sekutu bersepakat untuk menggunakan senjata nuklir untuk memaksa Jepang agar segera menyerah dalam Perang Dunia II. 

Dirangkum dari laman Kebudayaan Kemdikbud, pada 6 Agustus 1945, AS menjatuhkan bom atom pertama di Hiroshima. Lalu, pada 9 Agustus 1945, Sekutu kembali menjatuhkan bom atom di Nagasaki. 

Dampak bom atom Hiroshima dan Nagasaki, sebanyak 200.000 lebih rakyat Jepang tewas. Sebagian besar korban adalah warga sipil. Dua pengeboman ini adalah penggunaan senjata nuklir masa perang untuk pertama dan terakhir kalinya dalam sejarah.  

Baca Juga: Peristiwa-Peristiwa yang Terjadi Sebelum Proklamasi Indonesia 17 Agustus 1945

Rinciannya, sekitar 140.000 penduduk Hiroshima tewas, dan sekitar 74.000 penduduk Nagasaki tewas akibat bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Sebanyak 70% bangunan di Hiroshima rata dengan tanah.

Sedangkan di Nagasaki, ledakan bom atom menyebabkan terbentuknya awan menyerupai kubah jamur setinggi 13 kilometer menjulang ke udara kota Hiroshima dan Nagasaki. Sesudahnya, gelombang panas menyapu kota menyebabkan kebakaran dan diikuti hujan abu yang mengguyur seluruh kota. 

Kemudian, pada  14 Agustus 1945, Jepang terpaksa menyerah tanpa syarat kepada Sekutu dan dokumennya ditandatangani pada 2 September 1945 di atas kapal perang USS Misssouri yang berlabuh di Teluk Tokyo. 

Baca Juga: Perang di Ukraina Menyulut Kekhawatiran Jepang Soal Senjata Nuklir

Dampak bom atom Hiroshima dan Nagasaki 

Bom Hiroshima dan Nagasaki

Tidak selesai di hari itu saja, ledakan bom di Hiroshima dan Nagasaki juga menyisakan berbagai penderitaan bagi hibakusha atau korban yang selamat dari ledakan bom atom Hiroshima dan Nagasaki untuk jangka waktu yang lama.

Dampak bom atom Hiroshima dan Nagasaki menyebabkan adanya  paparan radiasi yang disebarkan menimbulkan penyakit-penyakit seperti kanker, leukimia, kerusakan organ, risiko keguguran tinggi, dan dampak psikologis berkepanjangan yang harus ditanggung oleh para penyintas. 

Sedangkan dampak bom atom Hiroshima dan Nagasaki bagi para wanita hamil adalah bayi lahir cacat. Dirangkum dari laman Institute of International Studies UGM, dampak radiasi internal dari nuklir ini juga menjadi indikator yang diakui oleh Kementerian Kesehatan Jepang untuk menjadi basis pemberian kompensasi kepada para penyintas. 

Baca Juga: Pengawas Nuklir PBB Minta Iran Jelaskan Keberadaan Tiga Situs Nuklir Rahasia

Selain itu, para hibakusha juga harus mengalami diskriminasi sosial seumur hidupnya akibat stigma sebagai pembawa gen cacat dan penyakit. Selama berpuluh tahun, para hibakusha kesulitan untuk mencari pasangan dan diterima di lingkungan pekerjaan layaknya warga Jepang biasa.

Laporan dari Economic Stabilization Board di tahun 1949 juga menunjukkan kerugian ekonomi yang cukup fantastis akibat peristiwa tersebut. Kerugian yang ditimbulkan oleh kerusakan bangunan, infrastruktur, jalan, dan fasilitas komunikasi di Hiroshima dan Nagasaki mencapai total $17.682.000 (kurs 1947: 1 dolar AS/50 yen). 

Besaran ini belum termasuk biaya rehabilitasi kota, bantuan sosial bagi korban, dan pemulihan lingkungan. Dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan tidaklah main-main. 

Baca Juga: Panaskan Situasi, Korea Utara Luncurkan Lagi Rudal Balistik

Radiasi dari bom atom menyebabkan pencemaran bagi lahan dan hasil pertanian, perikanan, dan air bersih yang menjadi konsumsi sehari-hari tidak hanya oleh warga Hiroshima dan Nagasaki, tapi juga mencakup wilayah-wilayah lain di sekitarnya. 

Radiasi ini menempel selama bertahun-tahun lamanya, menyebabkan kelangkaan sumber pangan lokal yang layak dikonsumsi.

Demikian penjelasan mengenai sejarah bom atom Hiroshima dan Nagasaki serta dampak bom atom Hiroshima dan Nagasaki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru