Sesuai tingkatan gejala, ini perawatan yang tepat bagi pasien positif Covid-19

Kamis, 22 Juli 2021 | 22:20 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Sesuai tingkatan gejala, ini perawatan yang tepat bagi pasien positif Covid-19

KONTAN.CO.ID - Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 mendapatkan perawatan sesuai dengan tingkatan gejala yang dia miliki. 

Dengan mengetahui informasi tentang gejala hingga perawatan sesuai gejala, pasien Covid-19 bisa mendapatkan pengobatan yang tepat. 

Informasi tersebut disampaikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Instagram yang bersumber dari panduan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Berikut rangkuman informasi tentang perawatan pasien Covid-19 sesuai dengan tingkatan gejala:

Perawatan pasien Covid-19 tanpa gejala

Gejala yang ditimbulkan adalah frekuensi napas 12-20 kali per menit dan saturasi Oksigen lebih dari 95%. 

Pasien bisa melakukan isolasi mandiri di rumah atau fasilitas isolasi dari pemerintah. Terapi, selama masa penyembuhan adalah dengan memberikan vitamin C, D, dan Zinc. 

Pasien Covid-19 tanpa gejala melakukan isolasi selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi. 

Baca Juga: Masih ada sisa daging kurban? Simpan di kulkas pakai cara ini biar tahan lama

Perawatan pasien Covid-19 gejala ringan

Gejala yang ditimbulkan adalah demam, batuk (biasanya batuk ringan) kelelahan ringan, anoreksia, sakit kepala, kehilangan indra penciuman (anosmia), kehilangan indra pengecap (ageusia), malgia, nyeri tulang, nyeri tenggorokan, pilek, bersin, mual, muntah,n yeri perut, diare, konjungtivitas, dan kemerahan pada kulit. 

Frekuensi napas pasien Covid gegala ringan adalah 12-20 kali per menit dengan saturasi lebih atau sama dengan 95%. 

Pasien tersebut bisa melakukan isolasi di fasilitas yang disediakan oleh pemerintah atau isolasi mandiri di rumah bagi yang memenuhi syarat. 

Obat-obatan yang diberikan: oseltamivir, favipiravir, azitromizin, vitamin C, D, dan Zinc. Pasien gejala ringan melakukan isolasi selama 10 hari sejak timbul gejala dan minimal 3 hari tanpa gejala. 

Baca Juga: Konsumsi makanan kaya vitamin D jadi pencegahan terinfeksi virus corona

Perawatan pasien Covid-19 gejala sedang

Pasien Covid dengan tingkat gejala ringan, biasanya memiliki gejala demam, batuk (biasanya batuk ringan) kelelahan ringan, sakit kepala, anoreksia, kehilangan indra penciuman (anosmia), kehilangan indra pengecap (ageusia), malgia, nyeri tulang, nyeri tenggorokan, pilek, bersin, mual, muntah, nyeri perut, diare, konjungtivutas, dan kemerahan pada kulit. 

Frekuensi napas antara 20-30 kali per menit dengan saturasi lebih atau sama dengan 95% serta sesak napas tanpa distress pernapasan. 

Jika kerabat atau teman Anda terinfeksi Covid-19 dengan gejala sedang, mereka memerlukan perawatan di Rumahsakit (RS) Lapangan, RS Darurat Covid-19, RS Non-Rujukan, dan RS Rujukan. 

Obat Covid yang diberikan kepada pasien di antaranya favipiravir, remdesivir 200 mgIV, azitromisin, kortikosterpid, Vitamin C, D, Zinc, antikoagulan LMWH/UFH berdasarkan evaluasi dokter penanggung jawab. 

Selain obat tersebut, ada juga tambahan pengobatan komorbid jika ada serta terapi oksigen secara noninvasif dengan arus sedang hingga tinggi (HFNC). 

Masa perawatan pasien terkonfirmasi Covid-19 gejala sedang sama dengan gejala ringan yaitu selama 10 hari isolasi sejak timbul gejala dan minimal 3 hari bebas gejala. 

Baca Juga: Tips jitu mengatasi Android lemot tanpa perlu pergi ke tempat service

Perawatan pasien Covid gejala berat

Untuk pasien Covid-19 dengan gejala berat, memerlukan perawatan yang intensif agar kondisi tubuhnya membaik.

Gejala yang ditimbulkan ialah demam, batuk (biasanya batuk ringan) kelelahan ringan, sakit kepala, anoreksia, kehilangan indra penciuman (anosmia), kehilangan indra pengecap (ageusia), malgia, nyeri tulang, nyeri tenggorokan, pilek, bersin, mual, muntah, yeri perut, diare, konjungtivutas, dan kemerahan pada kulit. 

Frekuensi napas pasien lebih dari 30 kali per menit dengan saturasi kurang dari 95%, serta sesak anpas dengan distress pernapasan. 

Dalam kondisi kritis pasien mengalami ARDS atau gagal napas, sepsis, syok sepsis, dan multiorgan failure atau kegagalan fungsi organ. 

Pasien akan dirawat di HCU atau ICU RS Rujukan hingga dinyatakan sembuh oleh dokter penanggung jawab dengan hasil PCR negatif dan klinis membaik. 

Obat-obatan yang diberikan kepada pasien Covid gejala berat adalah favipiravir, remdesivir, azitromisin, kortikosterpid, Vitamin C, D, Zinc, antikoagulan LMWH/UFH berdasarkan evaluasi dokter penanggung jawab. 

Terdapat tambahan pengobatan komorbid jika ada, HFNC atau ventilator, serta terapi tambahan lainnya.

Selanjutnya: 3 Juta lebih pelamar daftar CPNS 2021, ini instansi yang masih sepi peminat

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Tiyas Septiana
Terbaru