Speech delay bisa menyerang balita, kenali gejala dan penyebabnya

Jumat, 25 Desember 2020 | 07:24 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Speech delay bisa menyerang balita, kenali gejala dan penyebabnya

KONTAN.CO.ID -  Mendengar buah hati mulai berceloteh pastinya membuat orang tua senang. Tidak jarang, keterlambatan berbicara atau speech delay membuat orang tua khawatir. 

Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda, mulai dari berjalan hingga berbicara. Meskipun berbeda, Anda patut waspada jika pada umur tertentu anak mengalami keterlambatan di aspek tertentu. 

Melansir dari KidsHealth, anak yang memiliki keterlambatan berbicara bisa mengucapkan beberapa kata tetapi kesulitan untuk menyusunnya dalam satu kalimat yang baik. 

Anak dengan speech delay juga kesulitan memahami kata atau frasa yang ia ucapkan. Karenanya Anda perlu memperhatikan tanda-tanda anak mengalami keterlambatan berbicara. 

Tanda-tanda speech delay anak

Tahapan perkembangan bicara anak dimulai saat ia berusia 2-3 bulan. Melansir laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada usia tersebut anak mulai bisa membuat suara seperti uuh atau ooh. 

Seiring bertambahnya umur, anak mulai bisa mengoceh atau babbling seperti mengucapkan dadaa atau mamamama. 

Baca Juga: Catat! 5 Makanan ini baik dikonsumsi ibu setelah persalinan

Anda mulai harus waspada jika anak tidak melakukan babbling dan tidak merespon jika dipanggil dengan namanya. 

Selain babbling, tanda-tanda anak mengalami speech delay, dikutip dari KidsHealth, diantaranya:

  • Tidak menunjukkan gerakan menunjuk sesuatu atau melambaikan tangan saat umur 12 bulan.
  • Di usia 18 bulan anak mengalami kesulitan untuk meniru suara dan lebih menggunakan gerakan untuk berkomunikasi. Anak juga kesulitan memahami perintah sederhana. 
  • Saat anak berumur 2 tahun dia hanya menirukan ucapan atau gerakan dan tidak membuat suara atau frasa secara spontan. 
  • Di usia 2 tahun anak kesulitan untuk mengikuti perintah sederhana dan memiliki suara yang tidak biasa. 

Jika anak menunjukkan tanda-tanda keterlambatan bicara tersebut, segera konsultasikan pada dokter. 

Editor: Tiyas Septiana
Terbaru