Terungkap! Begini sejarah Anjing bisa sampai ke Amerika

Rabu, 03 Maret 2021 | 09:54 WIB   Penulis: Arif Budianto
Terungkap! Begini sejarah Anjing bisa sampai ke Amerika

ILUSTRASI. Terungkap! Begini sejarah Anjing bisa sampai ke Amerika

KONTAN.CO.ID - Tahukah Anda bagaimana binatang yang dikenal sebagai sahabat setia manusia sampai ke Amerika? Dalam sebuah penelitian terbaru, terungkap bagaimana sejarah anjing bisa sampai ke Amerika.

Bagi sebagian orang, anjing merupakan hewan peliharaan yang wajib ada di rumah. Selain bisa untuk menjaga keamanan rumah, anjing juga bisa menjadi teman dan sahabat yang baik.

Berbicara tentang anjing, binatang peliharaan yang satu ini bisa kita temukan di seluruh belahan dunia. Termasuk di Amerika, benua yang terletak di bagian barat ini juga memiliki cerita sejarah yang menarik terkait anjing.

Sebagaimana kita ketahui, sejak zaman kuno, manusia telah berhasil menjinakkan anjing dan menjalin hubungan yang baik. Tetapi, bagaimana sejarah anjing bisa sampai di Amerika? Dan rute mana yang digunakan anjing untuk memasuki wilayah tersebut?

Mengutip dari NSF.gov, sebuah studi yang didanai oleh National Science Foundation AS yang dipimpin oleh peneliti di University at Buffalo memberikan jawaban dari pertanyaaan di atas. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian tulang yang ditemukan di wilayah Alaska Tenggara adalah milik seekor anjing yang hidup sekitar 10.150 tahun yang lalu. 

Penemuan bagian tulang Anjing domestik tertua di Amerika

Para ilmuwan mengatakan bahwa tulang itu merupakan sepotong tulang bagian paha yang mewakili sisa-sisa anjing domestik tertua yang dikonfirmasi di Amerika.

Para peneliti menganalisis genom mitokondria anjing dan menyimpulkan bahwa hewan itu termasuk dalam garis keturunan anjing yang sejarah evolusinya berbeda dari anjing Siberia 16.700 tahun yang lalu.

Penemuan ini mendukung teori bahwa manusia dan anjing bermigrasi di sepanjang rute pantai ke Amerika persis ketika gletser menyusut selama zaman es terakhir. Penelitian ini juga telah dipublikasikan dalam Proceedings of the Royal Society B.

Charlotte Lindqvist yang menjadi penulis senior dalam study tersebut merupakan ilmuwan dari University at Buffallo dan University of South Dakota. Hasil penemuan tersebut juga menambah pengetahuan yang berkembang tentang migrasi anjing ke Amerika.

Tim dari Lindqvist tidak berangkat untuk mempelajari anjing. Namun, para ilmuwan menemukan tulang bagian paha saat mengurutkan DNA dari koleksi ratusan tulang yang digali bertahun-tahun sebelumnya di Alaska Tenggara.

Bagian tulang tersebut awalnya diperkirakan berasal dari beruang yang berukuran kecil. Tetapi ketika DNA dipelajari, tim tersebut menyadari bahwa itu berasal dari seekor anjing, kata Lindsqvist.

Michal Kowalewski selaku direktur program di Divisi Ilmu Bumi NSF menambahkan, "Studi ini membuka jendela baru yang menarik ke dalam sejarah awal anjing peliharaan".

"Dengan mengintegrasikan analisis DNA purba, penanggalan radiokarbon, proksi isotop stabil dan metode analisis yang canggih, para peneliti akan memperoleh bagaimana sejarah binatang yang menjadi sahabat terbaik manusia ini," tambahnya.

 

Selanjutnya: Seekor kucing peliharaan di Seoul positif Covid-19

Editor: Arif Budianto
Terbaru