Tumbuhan Berbiji Terbuka dan Tertutup: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Jumat, 21 Oktober 2022 | 16:11 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Tumbuhan Berbiji Terbuka dan Tertutup: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

ILUSTRASI. Tumbuhan Berbiji Terbuka dan Tertutup: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya. Foto: Hutan Pinus. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/ama.


KONTAN.CO.ID -  Ada banyak jenis tumbuhan yang ada di di lingkungan kita, salah satunya adalah tumbuhan berbiji. 

Tumbuhan berbiji atau Spermatophyta, mengutip dari Modul Biologi Paket C Kemendikbud Ristek, adalah tumbuhan yang memiliki akar, batang, dan daun sejati. 

Jenis tumbuhan ini meliputi semua tumbuhan yang menghasilkan biji. Tumbuhan berbiji memiliki peran yang penting bagi seluruh organisme di bumi.

Banyak bahan makanan baik untuk manusia maupun hewan yang berasal dari tumbuhan jenis ini. Secara umum, tumbuhan berbiji memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki biji.
  • Memiliki jaringan pengangkut (xilem dan floem)
  • Merupakan tumbuhan kormophyta (memiliki akar, batang dan daun sejati)
  • Menghasilkan bunga (Anthophyta).
  • Bersifat autotrof.
  • Alat perkembangbiakan sudah jelas antara jantan dan betina yang berupa bunga atau strobilus.
  • Generasi saprofit-nya berupa tumbuhan dan generasi gametofit-nya berupa bunga.

Tumbuhan berbiji terbagi menjadi dua klasifikasi yaitu berbiji terbuka (Gymnospermae) dan berbiji tertutup (Agiospermae). 

Baca Juga: 7 Dampak yang Timbul Jika Terlalu Banyak Konsumsi Garam, Segera Kurangi dari Sekarang

Tumbuhan berbiji tertutup

Tumbuhan berbiji tertutup, melansir Modul Biologi Kelas X Kemendikbud Ristek, adalah tumbuhan yang memiliki biji yang tidak tertutupi oleh daging buah. 

Pada umumnya, Gymnospermae memiliki ciri-ciri diantaranya:

  • Bakal biji tidak tertutup daun buah
  • Berupa perdu atau pohon, batang dapat tumbuh membesar dan bercabang 
  • Memiliki daun yang tebal
  • tudung daun berbentuk kerucut, 
  • Belum memiliki bunga sejati. 

Terdapat 4 divisi dalam kelompok tumbuhan berbiji terbuka yakni:

  • Kelas Coniferae

Pada umumnya daunpada tumbuhan ini berbentuk jarum tapi ada juga yang berdaun seperti sisik. 

Tumbuhan coniferae menghasilkan biji yang berkembang dalam strobilus. Contoh Coniferophyta adalah Pinus dan Agathis alba (damar)

  • Kelas Cycadinae

Tumbuhan ini merupakan tumbuhan biji primitif yang umumnya hidup di daerah tropis dan subtropis. 

Beberapa anggota Cycadophyta sering dibudidayakan sebagai tanaman hias, contohnya seperti Cycas rumphii (pakis haji)

  • Kelas Ginkgoinae

Tumbuhan pada kelompok ini memiliki ciri daun bergerombol dan berbentuk kipas seperti suplir dengan tulang-tulang daun mirip rusuk yang menonjol. 

Biji dari tumbuhan ini bermanfaat bagi kesehatan, dan mengandung sumber minyak dan insektisida. Ekstrak daunnya dapat digunakan sebagai penambah daya ingat dan bahan antivertigo.

Kelompok tumbuhan ginkgoinae merupakan tumbuhan asli dari daratan Cina. Contoh tumbuhannya adalah Ginkgo biloba.

  • Kelas Gnetinae

Ordo Gnetinae merupakan Gymnospermae yang paling berkembang dari jenis tumbuhan berbiji terbuka. 

Jenis tumbuhan ini berupa perdu, liana (tumbuhan pemanjat) dan pohon. Contoh dari kelompok ini adalah pohon melinjo atau Gnetum gnemon 

Baca Juga: Mengenal 7 Angkatan Sastra Indonesia serta Tokoh dan Karyanya

Tumbuhan berbiji tertutup

Angiospermae atau tumbuhan berbiji tertutup merupakan salah satu klasifikasi tumbuhan berbiji yang banyak ditemukan di lingkungan kita. 

Ciri-ciri dari tumbuhan berbiji tertutup yakni: 

  • Bakal biji diselubungi daun buah yang merupakan bakal buah.
  • Berupa herba, perdu, atau pohon.
  • Mempunyai organ yang berupa bunga lengkap (terdapat kelopak bunga, mahkota bunga, serta alat kelamin berupa benang sari dan putik).

Klasifikasi dari Angiospermae, mengutip dari Sumber Belajar Kemendikbud Ristek, ada dua yakni: 

1. Tumbuhan berkeping satu atau monokotil (Monocotyledonae). Contoh dari tumbuhan berkeping satu seperti padi, jagung, dan kelapa. Kelas tumbuhan ini memiliki ciri-ciri diantaranya:

  • Keping biji tunggal atau satu
  • Letak jaringan pengangkut tersebar
  • Akar dan batang tidak berkambium sehingga tidak dapat tumbuh membesar
  • Batang tidak bercabang
  • Berakar serabut
  • Rangka daun sejajar, melengkung dan berpelepah
  • Kelopak, mahkota berjumlah tiga atau kelipatannya.

2. Tumbuhan berkeping dua atau dikotil (Dicotyledonae). Contoh dari tumbuhan ini yakni mangga, jambu biji, dan ketela pohon. Tumbuhan dikotil atau berkeping dua memiliki ciri-ciri yaitu:

  • Keping biji berbelah dua
  • Jaringan pengangkut tipe kolateral terbuka atau radial
  • Terjadi pertumbuhan sekunder akibat dari pertumbuhan kambium
  • Batang berabang cabang dengan ruas batang yang tidak jelas
  • Berakar tunggang yang bercabang-cabang
  • Rangka daun menyirip, menjari dan umumnya tidak berpelepah
  • Kelopak bunga, mahkota bunga berjumlah 4 atau 5 atau kelipatannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru