5 Mekanisme Pertahanan Diri Hewan yang Unik, dari Hibernasi hingga Mimikri

Selasa, 24 Januari 2023 | 13:25 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
5 Mekanisme Pertahanan Diri Hewan yang Unik, dari Hibernasi hingga Mimikri

ILUSTRASI. 5 Mekanisme Pertahanan Diri Hewan yang Unik, dari Hibernasi hingga Mimikri.


KONTAN.CO.ID -  Setiap makhluk hidup memiliki insting untuk mempertahankan dirinya sendiri. Hal ini berlaku juga pada hewan. 

Setiap jenis hewan memiliki mekanisme pertahanan diri yang berbeda dengan hewan yang lainnya. Hal ini disebabkan karena habitat tempat tinggal hewan tersebut yang beragam. 

Beberapa hewan membentuk sistem pertahanan diri untuk keberlangsungan hidupnya. Sedangkan hewan yang lain memiliki mekanisme pertahanan dan perlindungan diri dari musuhnya.

Merangkum situs Direktorat SMP Kemendikbud Ristek, berikut ini hewan-hewan yang memiliki mekanisme pertahanan diri yang unik.  

Baca Juga: Daftar Lengkap 59 PTKIN di Indonesia, Pilihan SPAN PTKIN 2023

Ular

Ular merupakan salah satu dari jenis hewan melata yang memiliki mekanisme pertahanan diri yang unik. 

Musim dingin adalah musim yang sangat sulit bagi hewan. Sebagian hewan melewatinya dengan tetap giat mencari makan. 

Sebaliknya, ada beberapa hewan yang justru sengaja untuk tidur selama musim dingin atau hibernasi untuk bertahan hidup. 

Ciri-ciri hewan yang melakukan hibernasi, yaitu suhu tubuh rendah serta detak jantung dan pernapasan sangat lambat. 

Tujuan dari hibernasi adalah untuk menghindari cuaca yang sangat dingin, kekurangan makanan, dan menghemat energi. 

Contoh hewan yang melakukan hibernasi adalah ular yang tetap tinggal di sarangnya selama musim dingin.

Bunglon

Hewan reptil ini memang untuk, termasuk dengan mekanisme pertahanan dirinya. Bunglon mengelabuhi musuhnya dengan mengubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungannya (mimikri). 

Jika berada di dedaunan, warna kulit bunglon menjadi hijau. Sebaliknya, apabila berada di tanah, warna kulit bunglon menjadi seperti tanah atau berwarna kecoklatan. 

Dengan mengubah warna sesuai dengan warna lingkungan di sekitarnya, musuh diharapkan dapat terkecoh dan tidak menyerang bunglon. 

Walang sangit 

Pernahkan Anda berjalan-jalan di kebun lalu tiba-tiba mencium bau yang menyengat, bisa jadi Anda beru saja mengganggu walang sangit. 

Walang sangit merupakan hewan dalam kelompok serangga. Walang sangit hinggap di dedaunan untuk mencari makanan. 

Walang sangit dapat mengeluarkan bau yang sangat menyengat untuk mengusir musuhnya. Bau inilah yang menjadi senjata bagi walang sangit untuk mempertahankan hidupnya.

Baca Juga: Pendaftaran SIPSS Polri 2023 Sudah Dibuka Buat Lulusan S1-S2, Ini Syarat Mendaftarnya

Cicak

Hewan reptil yang cukup sering kita temui, terutama di rumah adalah cicak. Cicak memiliki mekanisme pertahanan diri yang unik karena mereka akan memutuskan ekornya dalam keadaan bahaya. 

Cicak mengelabui musuhnya dengan cara memutuskan ekornya disebut autotomi.

Jika seekor cicak dikejar oleh pemangsa, ekornya secara mendadak putus dan bergerak-gerak sehingga perhatian pemangsa akan tertuju pada ekor yang bergerak tersebut. 

Kesempatan itu digunakan cicak untuk melarikan diri dari kejaran pemangsa.

Kelelawar

Berbeda dengan ular yang memilih bertahan diri saat musim dingin, kelelawar justru akan melindungi dirinya saat musim panas. 

Di beberapa belahan dunia, cuaca yang paling buruk adalah cuaca pada musim panas. Pada musim panas, udara sangat panas dan kering. 

Beberapa hewan akan mencari tempat perlindungan dan tidur saat musim panas yang disebut estivasi. Kata ini berasal dari kata latin yang berarti musim panas. 

Tujuan hewan melakukan estivasi adalah untuk menghindari panas yang tinggi dan kekurangan air. Kelelawar termasuk hewan yang berestivasi untuk menghindari cuaca kering.

Selanjutnya: Harga Emas di Pegadaian, Siang Ini Selasa 24 Januari 2023, Cek Daftarnya di Sini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru