Apa Itu Mutasi Gen? Ini Contoh, Jenis, dan Akibat Mutasi Gen

Rabu, 24 Agustus 2022 | 12:41 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Apa Itu Mutasi Gen? Ini Contoh, Jenis, dan Akibat Mutasi Gen

ILUSTRASI. Mutasi Gen.


KONTAN.CO.ID - Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian mutasi berdasarkan lingkup biologi adalah perubahan yang terjadi mendadak dalam kromosom. Mutasi bisa terjadi pada gen dan ada juga yang terjadi pada kromosom.

Mutasi gen merupakan mutasi yang disebabkan oleh perubahan nukleotida-nukleotida penyusunnya. Sedangkan mutasi kromosom adalah mutasi yang disebabkan oleh perubahan struktur kromosom ataupun nomor kromosom yang berubah.

Dikutip dari Kompas.com (26/12/2020), mutasi gen disebabkan oleh kesalahan replikasi DNA, penambahan metagen kimia, fisika, ataupun biologi. Mutasi gen biasanya hanya terjadi pada satu gen saja sehingga hanya memberikan perubahan pada skala yang kecil.

Beberapa perubahan nukleotida pada mutasi genetik dapat diperbaiki karena adanya pos pemeriksaan saat siklus sel, sedangkan mutasi gen yang tidak bisa diperbaiki akan menyebabkan beberapa penyakit.

Mutasi gen akan mengakibatkan penyakit seperti hemophilia, sickle-sel anemia, penyakit Tay-Sachs, dan pembelahan sel yang tidak terkendali atau biasa disebut dengan kanker.

Baca Juga: Apa Itu Mutasi? Ini Pengertian Mutasi Kerja, Mutasi Genetika, dan Mutasi Zoologi

Jenis mutasi gen 

Dirangkum dari laman Gramedia, contoh mutasi gen adalah reaksi asam nitrit dengan adenin menjadi zat hipoxanthine. Zat ini kemudian akan menempati tempat adenin asli dan berpasangan dengan sitosin, bukan lagi dengan timin. 

Mutasi gen dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu mutasi diam, mutasi non-sense, mutasi miss-sense. Berikut adalah penjelasannya:

  • Mutasi silent atau mutasi diam adalah perubahan kodon yang tidak menyebabkan berubahnya asam amino. Hal ini berarti perubahan basa-basa nukleotida DNA tidak berpengaruh pada struktur protein.
  • Mutasi non-sense adalah mutasi tanpa arti dimna mutasinya mengubah kodon asam amino menjadi kodon stop. Kodon stop menghentikan produksi asam amino dalam ribosom, sehingga protein tidak dapat diproduksi.
  • Mutasi miss-sense adalah mutasi yang mengubah kodon basa nukleotida dan menyebabkan asam aminonya berubah. Namun, kebanyakan protein hasil mutasi missense masih dapat digunakan secara fungsional. 

Baca Juga: Kelompok Berimunitas Rendah Akan Mendapat Vaksinasi Covid-19 di Akhir Tahun Ini

​Manfaat mutasi 

Manfaat mutasi

Mutasi dapat menyebabkan berbagai perubahan baik maupun buruk dan menghasilkan berbagai variasi genetik. Beberapa penyakit pada manusia yang disebabkan oleh terjadinya mutasi adalah penyakit buta warna dan thalasemia. 

Meski demikian, ada sejumlah manfaat mutasi, di antaranya:

a. Terapi tumor

Aplikasi radiasi radioterapi (seperti penyinaran dengan sinar X) serta kemoterapi berguna dalam menghambat perkembangan sel-sel tumor dan kanker. 

Terapi ini berfungsi menginduksi mutasi pada sel-sel kanker. Agen mutasi tersebut akan menyebabkan sel-sel target berhenti tumbuh karena tidak mampu memperbanyak diri.

Baca Juga: Apa Saja Ras Kucing yang Berumur Panjang? Ini Jawabannya

b. Pemuliaan

Pemaparan tanaman terhadap radiasi sinar mengion, seperti sinar gamma dari Co-60, atau terhadap beberapa kemikalia, seperti EMS dan DS. Dalam penerapan ini, mutasi tidak ditujukan untuk mematikan sel, tetapi untuk mengubah susunan basa nitrogen pada DNA atau untuk menyebabkan mutasi segmental. 

Harapannya adalah beberapa sel akan mengalami mutasi yang menguntungkan. Mutasi ini kebanyakan dilakukan terhadap tanaman hortikultura, seperti sayur mayur dan tanaman hias (ornamental).

c. Peningkatan hasil tanaman

Mutasi juga bisa berdampak terhadap peningkatan hasil tanaman. Contohnya adalah dihasilkan buah-buahan tanpa biji, seperti semangka. Buah semangka akan memiliki nilai jual yang lebih baik jika berukuran besar dan tanpa biji.

Demikian penjelasan mengenai mutasi gen, contoh mutasi gen, jenis mutasi gen, serta beberapa manfaat dan dampak negatif mutasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru