Apa Itu Sianida? Ini Bahayanya bagi Tubuh dan Kegunaannya

Selasa, 19 Juli 2022 | 15:30 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Apa Itu Sianida? Ini Bahayanya bagi Tubuh dan Kegunaannya

ILUSTRASI. Apa Itu Sianida? Ini Bahayanya bagi Tubuh dan Kegunaannya.


KONTAN.CO.ID - Sianida adalah salah satu jenis racun yang mungkin paling sering didengar oleh masyarakat. Pengunaan bahan berbahaya ini kerap disalahgunakan. Lalu apa itu siandida dan bagaimana dampak buruknya bagi tubuh?

Sianadi adalah zat kimia yang sangat umum ditemui pada berbagai jenis buah-buahan, kacang, dan tumbuhan lainnya. Namun, dengan kadar yang sangat sedikit, siandia tidak berbahaya bagi tubuh manusia. 

Nah, istilah sianida adalah bahan kimia yang mengandung ikatan karbon-nitrogen (CN). Seringkali, sianida sama sekali tidak berbau sehingga sulit terdeteksi.  

Baca Juga: Hati-Hati, Jenis Buah Ini Berbahaya untuk Kesehatan Anjing

Siandia adalah racun 

Dikutip dari National Library of Medicine, sianida adalah zat racun yang bekerja dengan sangat cepat. Sianida pertama kali diproduksi secara massal di Prusia (Jerman) pada tahun 1786, saat sianida berhasil diekstraksi dari kacang almond. 

Bentuk sianida adalah berupa gas, hidrogen sianida, garam, dan kalium sianida. Zat alami dalam beberapa makanan seperti kacang tanah dan almond juga mengandung sianida. 

Kegunaan sianida yakni dalam bahan baku industri manufaktur dan industri seperti insektisida, larutan fotografi, manufaktur plastik, dan pembersih perhiasan.

Selain itu, sianida banyak dipakai untuk pembuatan racun tikus. Namun, meski sangat berguna untuk industri pengolahan, sianida banyak disalahgunakan untuk pembuhan massal hingga upaya bunuh diri. 

Di era Perang Dunia II, fungsi sianida adalah salah satunya digunakan untuk eksekusi massal dengan menjadikannya sebagai agen zat kimia di kamar gas (gas chamber).

Baca Juga: Hewan Anjing Boleh Makan Buah Apel, Tetapi Perhatikan Dulu Hal Ini

Bahaya siandia bagi tubuh

Sianida banyak digunakan untuk tindak kejahatan lantaran memiliki efek mematikan yang cepat. Racun ini mencegah sel tubuh menggunakan oksigen untuk menghasilkan molekul energi.

Dilansir dari Healtline, efek langsung dari sianida adalah korbannya sulit bernapas, mual, kebingungan, sakit kepala, penurunan kesadaran, hingga gagal jantung.

Meski banyak makanan secara alami mengandung sianida, racun ini baru dianggap berbahaya bagi tubuh apabila tingkat paparannya mencapai 20 hingga 40 juta ppm (parts per million). 

Baca Juga: Hati-Hati, Jangan Beri 6 Makanan Ini yang Beracun untuk Burung Peliharaan

Bagaimana apabila terpapar sianida?

Langkah pertama untuk mengobati kasus dugaan keracunan sianida adalah mengidentifikasi sumber paparan. Ini akan membantu dokter untuk menentukan metode dekontaminasi yang tepat.

Jika paparan sianida terjadi karena kebakaran atau insiden darurat lainnya, petugas penyelamat akan menggunakan alat pelindung seperti masker wajah, pelindung mata, dan sarung tangan ganda untuk memasuki area dan membawa korbannya ke lokasi yang aman.

Sementara jika korbannya telah menelan sianida, korban akan diberikan obat dari bahan arang aktif untuk membantu menyerap racun dan membersihkannya dari tubuh. 

Paparan sianida dapat mempengaruhi asupan oksigen yang masuk ke paru-paru, sehingga dokter dapat memberikan oksigen melalui masker atau tabung oksigen. Setelah itu, korban bisa diberikan tiga obat penangkal sianida seara bersamaan yakni Amil nitrit, Natrium nitrit, dan Natrium tiosulfat

Baca Juga: Ini Jenis-Jenis Makanan yang Berbahaya untuk Hewan Kelinci

Amil nitrit diberikan melalui inhalasi selama 15 sampai 30 detik, sedangkan natrium nitrit diberikan secara intravena selama tiga sampai lima menit. Natrium tiosulfat intravena diberikan selama sekitar 30 menit.

Hydroxocobalamin akan mendetoksifikasi sianida dengan mengikatnya untuk menghasilkan vitamin B-12 sehingga sianida tak lagi beracun. 

Obat ini juga menetralkan sianida pada tingkat yang cukup lambat untuk memungkinkan enzim yang disebut rhodanese untuk mendetoksifikasi sianida lebih lanjut di hati.

Demikian penjelasan mengenai apa itu sianida, kegunaan sianida, dan bahaya sianida bagi tubuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru