Apa Itu Toxic? Ini Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 03 September 2022 | 15:44 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Apa Itu Toxic? Ini Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya


KONTAN.CO.ID - Hubungan beracun atau sering juga disebut toxic relationship terkadang sering ditemui, baik di lingkungan kerja, pertemanan, maupun hubungan asmara. Namun, sebenarnya apa itu hubungan toxic?

Toxic atau sifat toxic adalah istilah untuk menggambarkan suatu hubungan tidak sehat yang dapat berdampak buruk bagi keadaan fisik maupun mental seseorang.

Ada beberapa penyebab orang menjadi toxic. Dikutip dari Majalah Time, pakar komunikasi dan psikologi asal California Lillian Glass menyebut, sifat toxic adalah hubungan apa pun antara orang yang tidak saling mendukung.

Baca Juga: Ingin tahu cara menebalkan alis dan bulu mata? Coba 5 hal ini

Di mana ada konflik dan satu berusaha untuk melemahkan yang lain, terdapat persaingan, rasa ingin menjatuhkan, dan kurangnya kekompakan.

Memang setiap hubungan bisa saja mengalami mengalami pasang surut, namun Glass mengatakan bahwa hubungan toxic secara terus menerus tidak menyenangkan dan menguras tenaga orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Sementara itu, dr. Kristen Fuller, seorang dokter spesialis kesehatan mental dari California, menambahkan bahwa hubungan beracun atau toxic secara mental, emosional, dan bahkan mungkin secara fisik merusak salah satu atau semua orang yang terlibat di dalamnya.

Baca Juga: Mau Hemat Belanjaan? Yuk Simak 3 Cara Bikin Aneka Kaldu dari Bahan Sisa!

Penyebab orang menjadi toxic

Ada beberapa penyebab orang menjadi toxic. Penyebab orang menjadi toxic bisa dikaitkan dengan kehidupannya di masa lalu. Seperti pola asuh yang buruk dan kurang kasih sayang dari orang tua.

Alasan lain, orang yang bersikap toxic bisa saja mengalami hal buruk di masa lalu, seperti saat bersekolah.

“Mereka bisa saja diintimidasi di sekolah. Mereka mungkin menderita gangguan kesehatan mental yang tidak terdiagnosis, seperti depresi atau kecemasan atau gangguan bipolar, gangguan makan, segala bentuk trauma,” jelas Fuller.

Baca Juga: Sering terjadi, 4 ciri penyakit liver ini bisa Anda alami

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru