Campak bisa sebabkan kematian, ini gejala dan komplikasinya

Kamis, 19 November 2020 | 21:45 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Campak bisa sebabkan kematian, ini gejala dan komplikasinya


KONTAN.CO.ID - Campak adalah penyakit yang biasanya menginfeksi anak-anak. Meski umumnya campak bisa sembuh, penyakit ini bisa menjadi serius bahkan dapat menyebabkan kematian. 

Dirangkum dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), campak adalah penyakit infeksi virus akut serius yang sangat menular. Campak disebabkan oleh Paramyxovirus dan ditularkan terutama melalui udara (airborne). 

Angka serangan penularan campak lebih dari 90% dari individu yang terinfeksi sejak 4 hari sebelum sampai 4 jam setelah munculnya ruam. 

Sementara masa inkubasi penyakit ini terjadi pada 7-18 hari. Lantas, seperti apa gejala campak? 

Baca Juga: Selain meningkatkan gairah seksual, ini manfaat lengkuas untuk kesehatan

Gejala campak 

Vaksinasi Campak dan Rubella di Malang

Gejala campak di antaranya adalah: 

  • Demam dengan suhu badan biasanya >380C selama 3 hari atau lebih dan akan berakhir setelah 4-7 hari. Demam tinggi terjadi setelah 10-12 hari setelah tertular. Terdapat pula batuk, pilek, mata merah atau mata berair (3C: cough, coryza, conjunctivitis).
  • Tanda khas campak ditemukan Koplik's spot atau bercak putih keabuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam.
  • Gejala pada tubuh berbentuk ruam makulopapular atau ruam kulit. Ruam muncul pada muka dan leher, dimulai dari belakang telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. 
  • Ruam bertahan selama 3 hari atau lebih pada kisaran hari ke-4 sampai ke-7 demam. Ruam muncul saat demam mencapai puncaknya. Ruam berakhir dalam 5 sampai 6 hari, dan menjadi berwarna seperti tembaga atau kehitaman.

Baca Juga: 3 Gejala corona terbaru, dari ruam, anosmia, & neurologis

Editor: Virdita Ratriani


Terbaru