Dentuman di Bali diduga berasal dari meteor yang jatuh

Rabu, 27 Januari 2021 | 05:55 WIB Sumber: Kompas.com
Dentuman di Bali diduga berasal dari meteor yang jatuh

Pada 8 Oktober 2009 warga Bone, Provinsi Sulawesi Barat, warga di daerah tersebut mendengar ledakan yang disertai getaran kaca-kaca rumah mereka. Warga setempat juga melihat jejak asap di langit.

Dugaan Lapan pada saat itu menunjukkan bahwa peristiwa yang terjadi itu berasal dari meteor besar. Dugaan tersebut akhirnya mendapatkan bukti dari peneliti NASA yang menggunakan data infrasound. Data infrasound mengindikasikan adanya meteor jatuh yang diperkirakan berdiameter 10 meter.

"Belakangan diketahui juga seismograf BMKG terdekat merekam getaran 1,9 magnitudo," ucap dia.

Baca Juga: Sejarah! Pesawat NASA mendarat di asteroid Bennu dan ambil sampel asteroid

Bila dibandingkan dengan kejadian di Bone, kata dia, ada kemiripan, sehingga diduga ledakan di Buleleng juga disebabkan adanya meteor besar yang jatuh.

"Meteor itu menimbulkan gelombang kejut yang terdengar sebagai ledakan. Diduga meteor tersebut memiliki ukuran awal beberapa meter, lebih kecil daripada asteroid Bone," kata Rhorom.

Namun, ia menegaskan bahwa meteor yang telah mencapai permukaan Bumi tidak berpotensi bahaya.

Sebab, benda antariksa ini tidak mengandung unsur radioaktif yang membahayakan, dan mineral yang terkandung dalam meteor jatuh pun tidak berbahaya lagi bagi lingkungan. (Ellyvon Pranita)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dentuman di Bali, LAPAN Menduga Berasal dari Meteor Jatuh"

Selanjutnya: Sebuah asteroid melaju di dekat bumi, ini cara untuk melihatnya

 

Editor: Noverius Laoli
Terbaru