Fenomena Sinkhole di Situjuah Batua: Apa Itu dan Mengapa Berbahaya?

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:42 WIB
Fenomena Sinkhole di Situjuah Batua: Apa Itu dan Mengapa Berbahaya?

ILUSTRASI. Sinkhole (Dok/Kementerian ESDM)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Apa itu Sinkhole yang terjadi di Sumatera Barat? Intip penjelasan selengkapnya. Fenomena Sinkhole menjadi menarik sekaligus berbahaya, di mana permukaan tanah tiba-tiba amblas membentuk lubang besar. Kejadian ini sering terjadi tanpa peringatan dan dapat menyebabkan kerusakan signifikan.

Baru-baru ini, pada awal Januari 2026, sinkhole muncul di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, menjadi sorotan nasional.

Lalu, apa sebenarnya fenomena Sinkhole hingga penyebabnya? Cek informasi selengkapnya.

Baca Juga: BMKG dan BNPB Modifikasi Cuaca di Lokasi Bencana Sumatera, Apa Itu?

Pengertian dan Proses Pembentukan Sinkhole

Melansir dari US Gov, Sinkhole atau lubang runtuh, terjadi ketika lapisan tanah permukaan tidak lagi mampu menyangga beban di atasnya akibat adanya rongga bawah tanah.

Proses utamanya adalah pelarutan batuan oleh air tanah (dissolution), terutama pada batuan karbonat seperti batu kapur (limestone).

Air hujan yang bersifat asam meresap ke retakan batuan, melarutkan mineral secara bertahap, dan membentuk gua atau rongga. Ketika rongga semakin besar, atapnya runtuh, menciptakan sinkhole di permukaan.

Jenis sinkhole yang umum adalah cover-collapse sinkhole, di mana lapisan tanah atas tiba-tiba amblas.Fenomena ini paling sering di wilayah karst, lanskap yang didominasi batuan larut seperti limestone, gipsum, atau garam.

Baca Juga: Apa Itu Siskohatkes dari Kemenag? Berikut Fungsinya untuk Jemaah Haji

Kronologi dan Update Terkini Sinkhole di Situjuah Batua

Sinkhole muncul pada 4 Januari 2026 di area persawahan Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Kejadian diawali suara gemuruh, diikuti amblasnya tanah sawah milik warga.

Hingga 9 Januari 2026, lubang memiliki diameter sekitar 7-10 meter, kedalaman 5-8 meter, dan terisi air jernih berwarna biru kehijauan dengan arus deras. Pergerakan tanah masih terjadi hingga awal pekan, menyebabkan lubang sempat melebar, meski kemudian stabil.

Air meluap ke sawah sekitar, dan lokasi menjadi wisata dadakan dengan ramainya pengunjung yang mengambil air (diyakini berkhasiat oleh sebagian warga, meski belum terbukti).

BPBD Limapuluh Kota dan polisi memasang garis pengaman serta police line untuk mencegah kecelakaan. Badan Geologi telah diminta melakukan kajian teknis.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pulihkan Nama Baik Ira Puspadewi: Apa Itu Rehabilitasi?

Penyebab Geologi Sinkhole di Situjuah

Wilayah Situjuah Batua berada di zona karst dengan batuan kapur yang ditutupi material vulkanik. Curah hujan tinggi baru-baru ini mempercepat pelarutan batuan dan erosi internal (piping erosion), membentuk rongga yang akhirnya runtuh.

Mengutip laporan Kantor Berita Antara, Ahli geologi Indonesia, seperti Ade Edward dari PVMBG, menyatakan bahwa kombinasi batuan larut dan hidrologi aktif di daerah karst tropis menjadi pemicu utama.

Sementara itu, Menurut U.S. Geological Survey (USGS), sinkhole di wilayah karst tropis seperti Indonesia lebih cepat terbentuk karena curah hujan tinggi dan sirkulasi air tanah yang intens, mirip kasus di Florida. Mereka menekankan pentingnya pemantauan hidrogeologi untuk deteksi dini rongga.

Ahli dari American Geosciences Institute menambahkan bahwa perubahan penggunaan lahan (seperti pertanian intensif) dapat memperburuk risiko dengan mengganggu drainase alami.

Baca Juga: Korlantas Polri Akan Menggelar Operasi Lilin 2025, Apa Itu?

Dampak dan Mitigasi

Sinkhole ini merusak lahan pertanian, memicu kepanikan warga, dan berpotensi longsor lebih lanjut. Namun, juga menciptakan "ekonomi dadakan" dari pedagang dan pengunjung.

Mitigasi yang disarankan:

  • Hindari pembangunan di zona karst rawan.
  • Pantau perubahan air tanah dan curah hujan.
  • Lakukan survei geofisika untuk deteksi rongga.
  • Edukasi masyarakat tentang bahaya mendekati lokasi.

Fenomena di Situjuah menjadi pengingat akan kerentanan wilayah karst Indonesia terhadap bencana geologi, terutama di tengah perubahan iklim yang meningkatkan intensitas hujan.

Tonton: Menkeu Purbaya Murka: Perusahaan Sawit-Baja Tak Bisa Main-main Lagi

Selanjutnya: Promo Guardian Super Hemat 8-21 Januari 2026, Tambah Rp 1.000 Dapat 2 Rexona Spray

Menarik Dibaca: Promo Guardian Super Hemat 8-21 Januari 2026, Tambah Rp 1.000 Dapat 2 Rexona Spray

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru