Hujan meteor Delta Aquarid dan Alpha Capricornid segera menghiasi langit malam

Selasa, 28 Juli 2020 | 09:14 WIB Sumber: Fox10
Hujan meteor Delta Aquarid dan Alpha Capricornid segera menghiasi langit malam

ILUSTRASI.

KONTAN.CO.ID - LOS ANGELES. Komet Neowise baru saja mencapai puncaknya dan terlihat begitu indah di beberapa wilayah. Dalam waktu dekat bakal disusul hujan meteor yang akan terlihat di langit malam.

Beberapa hari ke depan dua meteor akan mencapai puncaknya terlihat di waktu malam yang sama pula. Menurut American Meteor Society (AMS) meteor yang dimaksud yakni Delta Aquarid dan Alpha Capricornid.

Aktivitas dari Delta Aquarid diprediksi mulai terlihat diantara tanggal 12 Juli sampai 23 Agustus mendatang. Puncaknya bakal jatuh pada tanggal 28 Juli atau lebih tepatnya hari ini di langit malam.

Baca Juga: Bikin kecewa, satelit Starlink milik Elon Musk mengganggu keindahan komet Neowise

Mengutip dari Fox10 Selasa (28/07/2020), pada puncak penayangannya, meteor Delta Aquarid tampaknya berasal dari konstelasi atau rasi bintang Aquarius dengan kecepatan 25 mil per detik.

Sebagian orang mungkin akan sulit melihat hujan meteor yang satu ini. Delta Aquarid paling baik dilihat dari belahan bumi bagian selatan dan garis lintang utara bumi bagian utara. Meskipun begitu, masih ada kemungkinan untuk melihatnya dengan beberapa kondisi.

Seperti lingkungan yang jauh dari polusi cahaya dan peralatan yang memadai (teleskop/kamera). Menurut NASA, diperkirakan terdapat 20 meteor Delta Aquarid yang muncul dalam kurun waktu satu jam.

Sementara itu AMS memperkirakan meteor Alpha Capricornid mulai aktif terlihat dari tanggal 3 Juli - 19 Agustus mendatang. Puncaknya akan terlihat pada tanggal 30 Juli.

Berbeda dengan meteor sebelumnya, Alpha Capricornid hanya memproduksi 5 meteor saja dalam kurun waktu satu jam.

Meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak, AMS mengatakan bahwa yang menonjol dari hujan meteor ini adalah bola api yang terlihat begitu cerah selama periode aktifnya.

Untuk menyaksikan meteor ini dengan jelas, NASA menghimbau menghindari lingkungan yang terdapat banyak sumber cahaya. Dengan begitu pandangan tidak akan tersamarkan sumber cahaya lain yang bakal mengganggu.

Baca Juga: Asteroid berukuran cukup besar akan melintasi Bumi, berbahayakah?

 

 

 

Editor: Arif Budianto
Terbaru