Inflasi Ekonomi: Pengertian, Penyebab, dan Dampak yang Timbul Akibat Inflasi

Rabu, 11 Mei 2022 | 15:45 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Inflasi Ekonomi: Pengertian, Penyebab, dan Dampak yang Timbul Akibat Inflasi

ILUSTRASI. Inflasi Ekonomi: Pengertian, Penyebab, dan Dampak yang Timbul Akibat Inflasi. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi.

KONTAN.CO.ID - Salah satu kondisi ekonomi yang memengaruhi daya beli masyarakat adalah inflasi ekonomi. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang juga menyebabkan berbagai dampak baik positif maupun negatif. 

Melansir dari Modul Ekonomi Kelas XI Kemendikbud Ristek, inflasi merupakan kondisi di mana harga-harga secara umum terus meningkat dan terus-menerus. Kondisi ini merupakan sebuah peristiwa dan bukan tinggi-rendahnya tingkat harga.

Sedangkan deflasi merupakan perbedaan dari inflasi, yaitu suatu periode di mana harga-harga secara umum jatuh. 

Dari kacamata konsumen, deflasi merupakan situasi yang menguntungkan saat suku bunga naik atau jumlah uang yang beredar lebih banyak.

Baca Juga: Fresh Graduate Perlu Waspada Penipuan, Ini Ciri-Ciri Lowongan Kerja Bodong

Suatu keadaan bisa dikatakan inflasi jika kenaikan satu atau dua barang bisa mempengaruhi kenaikan harga barang atau jasa lainnya. 

Artinya, bila suatu barang atau jasa mengalami kenaikan harga namun tidak membuat harga-harga lain naik, maka kondisi tersebut tidak masuk dalam kategori inflasi. 

Contoh dari inflasi adalah kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM yang bisa menyebabkan inflasi, karena bisa memengaruhi harga barang atau jasa lainnya.

Penyebab inflasi

Inflasi tentu tidak muncul secara tiba-tiba, ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi tersebut. 

Bersumber dari Modul Paket C Ekonomi Kemendikbud Ristek, beberapa faktor yang menyebabkan inflasi di antaranya konsumsi masyarakat meningkat, likuiditas yang berlebih sehingga memicu konsumsi atau spekulasi, hingga distribusi barang yang tidak lancar. 

Lebih lanjut, inflasi bisa terjadi dikarenakan beberapa hal berikut:

  • Tekanan permintaan (demand-pull inflation): Permintaan suatu barang atau jasa tinggi namun ketersediaan relatif tetap.
  • Dorongan biaya (cost-push inflation): Disebabkan oleh depresi nilai tukar, inflasi negara-negara relasi dagang, kenaikan komoditif, hingga bencana alam dan distribusi terganggu
  • Perkiraan atau ekspetasi inflasi: Perilaku masyarakat dan pelaku ekonomi dalam menggunakan perkiraan angka inflasi dalam keputusan ekonominya. Ekspetasi ini bisa menyesuaikan perkembangan atau adaptif. 
  • Peredaran uang yang berlebihan: Banyaknya uang yang beredar akibat percetakan uang baru untuk menutup defisit anggaran menyebabkan harga barang naik dikarenakan uang yang beredar banyak namun barang yang tersedia terbatas.
  • Kekacauan politik dan ekonomi: Kebijakan politik atau ekonomi tertentu yang menyebabkan inflasi di masyarakat seperti produsen yang menaikkan harga barang setelah pemerintah mengumumkan adanya kenaikan harga BBM. 

Baca Juga: Minimal D3 Bisa Daftar, Cek Informasi Lowongan Kerja di Astra Honda Motor 2022 Ini

Kategori inflasi

Inflasi terbagi menjadi beberapa kategori yaitu berdasarkan tingkat keparahan dan faktor utama penyebab inflasi. Berdasarkan tingkat keparahannya, inflasi terbagi menjadi beberapa kelompok berikut:

  • Inflasi ringan (kurang dari 10% per tahun)
  • Inflasi sedang (berkisar antara 10%-30% per tahun)
  • Inflasi berat (30%-100% per tahun)
  • Hiperinflasi (lebih dari 100% per tahun)

Inflasi berdasarkan faktor penyebabnya terbagi menjadi:
 
1. Inflasi inti: komponen inflasi cenderung persisten yang dipengaruhi oleh: 

  • Interaksi permintaan-penawaran
  • Lingkungan eksternal: nilai tukar, harga komoditi internasional, inflasi mitra dagang
  • Perkiraan inflasi dari pedagang
  • dan konsumen 

2. Inflasi non inti: Perubahannya cenderung tinggi yang disebabkan oleh faktor selain fundamental, diantaranya:

  • Inflasi volatite foods: kejutan harga bahan pangan saat panen, gangguan/bencana alam, perkembangan harga pangan domestik/internasional.
  • Inflasi Administered Prices: Kebijakan harga pemerintah, seperti harga BBM, tarif listrik dan lain-lain.

Baca Juga: Daftar Makanan Ini Wajib Dihindari Penderita Jantung Agar Tetap Sehat, Apa Saja?

Dampak inflasi

Dalam kategori tertentu, inflasi masih bisa dianggap wajar dan memberikan dampak positif pada perekonomian. Namun jika sudah mencapai tingkatan tertentu, inflasi justru akan membuat perekonomian menjadi buruk. Berikut ini beberapa dampak inflasi baik dari segi positif maupun negatifnya.

Dampak positif inflasi

  • Peredaran atau perputaran barang lebih cepat
  • Produksi barang-barang bertambah menyebabkan kenaikan keuntungan pengusaha
  • Kesempatan kerja bertambah dengan adanya tambahan investasi
  • Pendapatan nominal bertambah meskipun ril-nya berkurang karena kenaikan pendapatan relatif kecil

Dampak negatif inflasi: 

  • Harga barang-barang dan jasa naik
  • Nilai dan kepercayaan terhadap uang turun atau berkurang
  • Menyebabkan efek spekulasi antara lain, menimbun barang dan membeli valuta asing
  • Banyak proyek pembangunan macet atau terlantar
  • Kesadaran masyarakat untuk menabung berkurang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru