Inilah fenomena astronomi yang terjadi sepanjang pekan terakhir November 2021

Rabu, 24 November 2021 | 13:17 WIB   Penulis: Arif Budianto
Inilah fenomena astronomi yang terjadi sepanjang pekan terakhir November 2021

ILUSTRASI. Inilah fenomena astronomi yang terjadi sepanjang pekan terakhir November 2021.

KONTAN.CO.ID - Inilah deretan fenomena astronomi yang terjadi sepanjang pekan terakhir bulan November 2021. Mulai dari Konjungsi Bulan-Pollux hingga Nadir Ka'bah, ketika Matahari tepat di bawah Ka'bah.

Di November 2021, terjadi beberapa fenomena astronomi yang mungkin juga Anda saksikan. Mulai gerhana Bulan sebagian atau parsial terlama hingga hujan meteor yang menghiasi langit malam.

Fenomena astronomi tersebut membuat pemandangan langit malam terlihat beragam. Apalagi, jika Anda salah satu orang yang hobi memotret pemandangan tersebut, pastinya tidak akan terlewat, bukan?

Berbicara tentang fenomena astronomi, masih ada beberapa yang akan terjadi di pekan terakhir November 2021.

Mengutip dari laman Edukasi Sains Antariksa LAPAN, Andi Pangerang, Pusrissa OR-PA BRIN menyebutkan sederet fenomena astronomi di pekan terakhir November 2021.

Kira-kira apa saja yang bakal terjadi? Simak selengkapnya di bawah ini.

Baca Juga: Menakjubkan! NASA pamerkan potret terbaru planet Jupiter, Saturnus, Uranus & Neptunus

Konjungsi Bulan-Pollux (23-24 November)

Konjungsi Bulan-Pllux akan terjadi pada 23-24 November 2021. Bulan akan berkonjungsi dengan bintang utama Pollux yang terletak di konstelasi Gemini.

Puncaknya terjadi pada 24 November 2021 pukul 10.00 WIB/11.22 WITA/12.22 WIT dengan sudut pisah 2,5 derajat. 

Fase Bulan Perbani akhir (27-28 November)

Apa itu fase Bulan Perbani akhir? Fenomena ini merupakan salah satu fase Bulan ketika konfigurasi antara Matahari, Bumi, dan Bulan membentuk sudut siku-siku (90 derajat) dan terjadi setelah fase Bulan purnama.

Puncak fase Bulan Perbani akhir ini akan terjadi pada 27 November 2021 pukul 19.27.35 WIB/ 20.27.35 WITA/ 21.27.35 WIT.

Anda bisa menyaksikan fenomena ini sejak terbit saat tengah malam dari arah timur-timur laut, transit di arah utara saat Matahari dan kemudian terbenam di arah barat-barat laut saat tengah hari.

Karena puncak fase Bulan Perbani akhir terjadi setelah antitransit (saat Bulan berada di ketinggian minimumnya), maka Bulan dapat disaksikan juga keesokan harinya, 28 November, satu jam setelah tengah malam.

Posisinya, dari arah timur, transit di arah utara satu jam setelah terbit Matahari dan kemudian terbenam di arah barat-barat laut satu jam setelah tengah hari.

Baca Juga: Inilah asteroid berbahaya yang menjadi target NASA meluncurkan misi DART

Editor: Arif Budianto
Terbaru