​Kenapa Imlek identik dengan warna merah? Ini penjelasannya

Jumat, 12 Februari 2021 | 10:10 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
​Kenapa Imlek identik dengan warna merah? Ini penjelasannya

ILUSTRASI. Pramuniaga merapikan dekorasi yang dipasang guna menyambut Tahun Baru Imlek 2572 di Senayan City, Kamis (11/2/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.


KONTAN.CO.ID - Perayaan Tahun Baru Imlek biasanya identik dengan warna merah.  Dari lampion merah, baju warna merah hingga amplop angpau berwarna merah. 

Lantas, kenapa Imlek identik dengan warna merah? Ternyata ada kisah alasan Imlek identik dengan warna merah. 

Dirangkum dari South China Morning Post, dalam cerita rakyat Tionghoa, terdapat monster menakutkan bernama Nian yang dikabarkan berkeliaran untuk memakan manusia dan ternak pada periode waktu tersebut. 

Namun, penduduk desa mengetahui bahwa monster setengah banteng berkepala singa ini takut pada tiga hal: api, kebisingan, dan warna merah.

Nian dikalahkan, dan sejak saat itu arti warna merah dalam Imlek dianggap membawa keberuntungan dan kemakmuran bagi masyarakat China. 

Baca Juga: ​Imlek 2021, inilah 11 makanan khas di Tahun Baru China dan maknanya

Sejak itu, msyarakat China memasang dekorasi merah dari chunlian hingga jianzhi (potongan kertas China), serta pakaian baru, untuk menakut-nakuti monster itu.

Dikutip dari Reader's Digest, biasanya lentera merah digantung di luar pintu untuk menangkal kesialan.  Lalu, kertas guntingan berwarna merah digunakan sebagai dekorasi untuk digantung di dinding.

Selain itu, salah satu tradisi dalam merayakan Tahun Baru Imlek hingga kini adalah dengan membagikan amplop merah berisi uang.

Amplop merah itu biasanya ditujukan untuk anak-anak dengan tujuan untuk mengusir roh jahat.

Baca Juga: ​Imlek 2021, inilah arti Shio Kerbau dan daftar lengkap 12 shio Tahun Baru China

Sejarah Imlek di China

Kenapa Imlek identik dengan warna merah?

Sementara, di China, sejarah Imlek bermula Sebelum Dinasti Qin, tanggal perayaan permulaan sesuatu tahun masih belum jelas. 

Dikutip dari Kompas TV (28/1/2020), ada kemungkinan bahwa awal tahun bermula pada bulan 1 semasa Dinasti Xia, bulan 12 semasa Dinasti Shang, dan bulan 11 semasa Dinasti Zhou di China.

Bulan kabisat yang dipakai untuk memastikan kalendar Tionghoa sejalan dengan edaran mengelilingi matahari, selalu ditambah setelah bulan 12 sejak Dinasti Shang (menurut catatan tulang ramalan) dan Zhou (menurut Sima Qian).

Kaisar pertama China Qin Shi Huang menukar dan menetapkan bahwa tahun tionghoa berawal di bulan 10 pada 221 SM. Pada 104 SM, Kaisar Wu yang memerintah sewaktu Dinasti Han menetapkan bulan 1 sebagai awal tahun sampai sekarang.

Selanjutnya: Bukan Selamat Tahun Baru Imlek, inilah makna ucapan Gong Xi Fa Cai

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru