KONTAN.CO.ID - Mengenal latar belakang tradisi barbecue setiap Tahun Baru tiba. Malam tahun baru di Indonesia hampir selalu diwarnai aroma asap arang, jagung bakar yang dioles mentega atau sambal pedas, sosis gosong, hingga ayam atau daging yang dipanggang.
Tradisi bakar-bakaran (atau barbecue/BBQ) ini seolah menjadi ritual wajib, dari halaman rumah sederhana hingga pantai dan alun-alun kota.
Lalu, kenapa kegiatan ini begitu melekat dengan pergantian tahun? Jawabannya bukan hanya karena kebersamaan, ada sejarah panjang, pengaruh budaya, serta makna simbolis di baliknya.
Baca Juga: Daftar Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar di Dunia, Ada Indonesia?
Sejarah Bakar-Bakaran: Dari Api Prasejarah hingga Tradisi Modern
Tradisi memanggang makanan di atas api terbuka bukan hal baru. Asal-usulnya bisa ditelusuri jauh ke belakang, dilansir dari laman Britannica.
Era Prasejarah: Sekitar 1,8 juta tahun lalu, nenek moyang manusia seperti Homo Erectus pertama kali mengenal api dan mulai memanggang makanan. Ini menjadi cara dasar memasak yang bertahan hingga kini.
Asal Kata "Barbecue": Kata "barbecue" berasal dari "barbacoa", teknik memasak daging secara lambat di atas api terbuka yang digunakan suku Tainos (suku asli Karibia, seperti di Haiti dan Puerto Rico).
Penjelajah Spanyol mencatatnya pada 1526 saat bertemu suku ini, dan tradisi tersebut menyebar ke Amerika melalui kolonisasi. Suku Tainos lah yang menjadi awal mula teknik BBQ modern yang kita kenal.
Baca Juga: Ini 6 Fakta Menarik Peristiwa dan Peringatan Besar di Tahun 2026
Perkembangan Modern
Di Amerika, BBQ menjadi populer untuk acara besar sejak abad ke-17 hingga 18, bahkan sampai ada aturan khusus karena sering melibatkan kerumunan. Pada 1897, briket arang ditemukan, membuat panggangan lebih praktis.
Di Indonesia, tradisi ini awalnya lebih spiritual atau sederhana. Sebelum globalisasi, malam tahun baru sering diisi doa dan syukuran. Namun, pengaruh budaya Barat melalui media, televisi, dan internet sejak era 1970-an hingga 1990-an membuat BBQ menyebar luas.
Liputan TV nasional kerap menampilkan warga bakar jagung di pinggir jalan atau pantai, membentuk "memori kolektif" yang menguatkan tradisi ini.
Tradisi bakar-bakaran di Indonesia bukan berasal dari satu suku adat tertentu, melainkan adaptasi modern dari pengaruh global yang tumbuh organik sebagai kebiasaan masyarakat urban dan pedesaan.
Jagung bakar jadi ikon utama karena jagung merupakan pangan rakyat yang murah, mudah didapat sepanjang tahun, dan praktis dibakar.
Baca Juga: Mengenal Awal Mula Perayaan Tahun Baru 1 Januari hingga Kini
Sejak era pasca-kemerdekaan, jagung sering jadi alternatif padi, terutama di daerah agraris seperti Jawa dan Sulawesi.
Alasan Kenapa Identik dengan Tahun Baru
Beberapa faktor membuat bakar-bakaran begitu pas untuk malam 31 Desember, dirangkum dari laman Britannica.
- Kebersamaan: Proses membakar melibatkan semua orang ada yang nyalakan api, bolak-balik jagung, oles bumbu, atau cerita sambil nunggu matang. Ini cara ideal mengisi waktu panjang menunggu tengah malam, sambil ngobrol tentang tahun lama dan harapan baru.
- Praktis dan Inklusif: Murah (jagung jauh lebih terjangkau daripada daging), bisa dilakukan di mana saja dan cocok untuk banyak orang. Di musim hujan akhir tahun, api bakaran juga menghangatkan badan saat udara dingin.
- Makna Simbolis: Api melambangkan pembersihan: "Membakar" energi negatif tahun lama dan menyambut semangat baru.
- Jagung dari mentah jadi matang: Simbol harapan transformasi positif.
- Warna kuning jagung: Melambangkan rezeki, kesuburan, dan kekayaan di tahun mendatang.
- Makan bersama: Rasa syukur atas anugerah tahun lalu dan doa untuk kelimpahan.
Tradisi ini demokratis, tidak perlu mewah, cukup jagung, arang, dan orang terdekat. Bahkan di era modern, saat banyak yang pesta besar atau nonton kembang api, bakar-bakaran tetap jadi pilihan merakyat yang penuh kehangatan.
Demikian informasi mengenai latar belakang tradisi barbecue setiap Tahun Baru tiba.
Tonton: BMKG Prediksi Seluruh Pulau Jawa Masuki Puncak Musim Hujan pada Januari 2026
Selanjutnya: Honor Power 2 Rilis 5 Januari: Tahan Air Ekstrem, Desain Mirip iPhone 17 Pro
Menarik Dibaca: 13 Kebiasaan yang Bisa Bikin Cepat Tua, Apa Saja?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News