Mengenal Jenis-Jenis Anastesi yang Biasa Digunakan untuk Operasi dan Efek Sampingnya

Selasa, 26 Juli 2022 | 11:59 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Mengenal Jenis-Jenis Anastesi yang Biasa Digunakan untuk Operasi dan Efek Sampingnya

ILUSTRASI. Mengenal Jenis-Jenis Anastesi yang Biasa Digunakan untuk Operasi dan Efek Sampingnya. SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR


KONTAN.CO.ID -  Sebelum tindakan medis seperti operasi, pasien yang akan mendapatkan tindakan tersebut diberi bius atau anastesi. 

Anastesi yang diberikan bertujuan agar pasien tidak merasa sakit selama proses operasi atau medis lainnya berlangsung. 

Bersumber dari situs Universitas Airlangga (Unair), dokter Bambang Pujo Semedi menjelaskan jika pembiusan sangat penting dalam proses operasi.

Dia memaparkan bahwa pembiusan sebenarnya mudah dilakukan. Namun, harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi masalah nantinya.

“Proses pembiusan itu yang sulit bukan proses menidurkannya tapi membangunkannya,” tuturnya. 

Baca Juga: 15 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia 2022 versi Webometrics, Kampus Ini Nomor 1

Dokter Bambang menjelaskan ada empat tahap yang akan dilalui pasien yang menerima bius total, yakni:

1. Bilangnya rasa nyeri dan sakit. 
2. Tahap kedua atau tahap antara yaitu kondisi dimana orang tidak sepenuhnya sadar.
3. mulainya ada gangguan yang menyebabkan penghambatan fungsi otak sehingga pasien tidak bisa merasakan nyeri dan tidak sadarkan diri. 
4. akan muncul apabila bius yang diberikan terlalu banyak.

Dokter Bambang memberikan gambaran bahwa checklist pemberian anastesi sama seperti menerbangkan pesawat. 

“Tidak ada salah satu pun yang boleh ketinggalan. Kalau ada yang ketinggalan, ketika ada masalah bisa fatal, kalau tidak ada masalah tidak apa-apa,” jelas dokter Bambang  seperti dikutip dari situs Unair.

Jenis-jenis anastesi yang umum digunakan 

Dokter Bambang lebih lanjut menjelaskan bahwa ada tiga macam pembiusan atau anastesi ada yaitu bius lokal, bius regional, dan bius total. 

1. Bius lokal atau anestesi lokal

Bius jenis ini dilakukan dengan menghilangkan rasa sakit pada area tubuh yang akan dioperasi.

Bius ini dilakukan sehari-hari di luar kamar operasi. Bius lokal biasanya digunakan untuk operasi seperti benjolan pada tangan dan operasi katarak pada mata.

2. Bius regional atau anestesi regional 

Jenis bius selanjutnya adalah anastesi regional yang dilakukan dengan menghilangkan rasa sakit pada sebagian anggota tubuh. 

Dokter Bambang menuturkan bius regional memiliki persiapan yang sama dengan bius total. Ia juga menyebut bahwa bius lokal bisa dikatakan proses pembiusan yang ‘tidak sukses’.

“Karena ada kemungkinan tidak sukses maka harus beralih ke pembiusan total,” tuturnya. 

3. Bius total atau anestesi umum

Jenis bius ini merupakan prosedur pembiusan yang membuat pasien menjadi tidak sadar selama operasi berlangsung. Bius total memiliki prosedur yang agak ruwet dan harus dilakukan dengan hati-hati.

Baca Juga: Teori-Teori Masuknya Ajaran dan Kebudayaan Islam ke Indonesia serta Buktinya

Efek samping pemberian anestesi pada pasien

Selain fungsi dan jenisnya, dokter Bambang juga menjelaskan efek samping dari proses pembiusan pada pasien. Dia menerangkan bahwa setiap jenis pembiusan memiliki risikonya masing-masing. 

Bius regional tidak seratus persen aman, misalnya saat pasien disuntik bius pada punggung atau sumsum tulang namun jarum mengenai saraf sehingga bisa terjadi gangguan.

“Bisa jadi bagian tertentu mati rasa cukup lama tapi yang lainnya sudah pulih, tapi itu bisa pulih dengan sendirinya,” jelasnya.

Dokter Bambang menambahkan bius total memiliki komplikasi cukup banyak seperti penurunan atau peningkatan tekanan darah. 

Selain itu, dalam operasi besar, pasien harus dilumpuhkan dan dipasang selang nafas yang dapat menyebabkan tenggorokan tidak enak dan serak jika pemakaian terlalu lama.

“Orang kalau dibius total itu dibuat tidak sadar kalau dosisnya tepat seperti tidur, bangun-bangun ya, seperti orang tidur. Tapi kalau dosisnya kurang, dia lumpuh tidak bisa bergerak tapi dia bisa mendengar suara-suara, seperti mimpi,” jelasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru