Motorik halus dan motorik kasar: Pengertian, perbedaan, dan cara menstimulasinya

Rabu, 23 Juni 2021 | 13:50 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Motorik halus dan motorik kasar: Pengertian, perbedaan, dan cara menstimulasinya

ILUSTRASI. Motorik halus dan motorik kasar: Pengertian, perbedaan, dan cara menstimulasinya. KONTAN/Carolus Agus Waluyo.

KONTAN.CO.ID - Hampir semua kegiatan sehari-hari membutuhkan kemampuan motorik yang baik. Kegiatan seperti menulis hingga berlari dipengaruhi oleh saraf motorik pada tubuh.

Tahukah Anda, jika ada dua jenis saraf motorik yang dimiliki oleh manusia. Manusia baik anak-anak maupun dewasa memiliki dua jenis saraf motorik: motorik kasar dan motorik halus. 

Motorik halus dan kasar memiliki peran yang berbeda. Karenanya, cara melatihnya pun tidak sama. Meskipun berbeda, kedua saraf ini sangat penting untuk kehidupan manusia dan perlu dilatih sejak dini. 

Berikut ini pengertian dan perbedaan motorik halus dan motorik kasar yang dihimpun dari Very Well Family dan Healthline

Baca Juga: Ini kiat mengasuh anak generasi digital, jangan pakai cara jadul

Motorik kasar

Motorik kasar adalah keterampilan yang melibatkan gerakan seluruh tubuh. Kegiatan yang membutuhkan otot inti seperti lengan dan kaki masuk dalam motorik kasar. 

Kemampuan untuk duduk, berdiri, berjalan, hingga berlari membutuhkan keterampilan dari motorik kasar. Jika terus dilatih, anak bisa mengembangkan kemampuan tersebut seperti bersepeda hingga berenang. 

Anak akan mengembangkan beragam kemampuan saat menggunakan motorik kasar. Keseimbangan, koordinasi, serta otak mereka akan bekerja dan berkembang dengan baik. 

Perkembangan motorik kasar anak akan berbeda sesuai bertambahnya umur. Pada umur 3-6 bulan, anak mulai belajar mengangkat tangan dan kaki. Anak akan belajar berguling dan menopang kepalanya. 

Motorik kasar anak pada umur 6 bulan hingga 1 tahun, anak akan belajar merangkak. Mereka juga belajar duduk tanpa dibantu. 

Anak juga belajar memanjat ke kursi dan mendorong mainan. Di umur 2-5 tahun, anak mulai melakukan berbagai kegiatan yang kompleks. 

Motorik kasar mereka mulai berkembang seiring dengan banyaknya kegiatan yang mereka lakukan.

Baca Juga: Ini 5 peran ayah dalam pengasuhan anak, sama pentingnya dengan ibu

Editor: Tiyas Septiana
Terbaru