Perbedaan kalender Hijriah dan Masehi, dari tahun baru hingga nama bulan

Minggu, 29 November 2020 | 12:05 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Perbedaan kalender Hijriah dan Masehi, dari tahun baru hingga nama bulan

KONTAN.CO.ID - Masyarakat mengenal dua jenis perhitungan kalender: Hijriah dan Masehi. Meski sering ditulis dalam satu kalender yang sama, ada beberapa perbedaan dari kalender Hijriah dan Masehi.

Tahun baru Masehi selalu dirayakan tepat pada 1 Januari, berbeda dengan Tahun Baru Hijriah. Selain tahun baru, ada banyak lagi perbedaan dari dua kalender ini. 

Kalender masehi pertama kali digunakan di negara-negara di Eropa kemudian menyebar ke seluruh Dunia. Pencetus sekaligus pembuat kalender ini adalah Paus Gregorius XIII. 

Kalender ini dibuat untuk menggantikan kalender Julian yang perhitungan tanggalnya keliru. 

Melansir dari IslamicFinder, kalender hijriah pertama kali digunakan pada masa Pemerintahan Umar bin Khattab.

Tahun baru 1 Hijriah ditentukan berdasarkan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Nabi Muhammad SAW hijrah pada 622 Masehi.

 Baca Juga: Mengenal cara belajar dengan metode mind mapping, seperti apa?

Orbit yang digunakan

Kalender Hijriah menggunakan perhitungan orbit bulan pada Bumi. Sehingga, kalender Hijriah disebut sebagai kalender bulan atau kalender lunar.

Sebaliknya, kalender Masehi menggunakan perhitungan pergerakan matahari. Maka dari itu, kalender Masehi disebut juga kalender solar atau kalender matahari.

Awal hari pada kalender Hijriah dimulai saat matahari terbenam. Berbeda dengan kalender Masehi yang dihitung dari pukul 12 malam. Jumlah hari di kalender Hijriah dan Masehi berbeda.

Dikutip dari IslamicFinder, jumlah hari pada kalender Hijriah terhitung 11-12 hari lebih sedikit dibanding kalender Masehi. Jumlah hari di kalender Masehi ada 365 hari, sedangkan Hijriah ada 354 atau 355 hari.

KH Shofiyulloh, ahli ilmu falak Nahdlatul (NU) melalui laman NU.co.id menyebutkan, perhitungan hari pada kalender Hijriah tidak tetap. Hal ini dipengaruhi oleh siklus sinodis bulan. 

Siklus ini ditentukan dari terlihatnya hilal (bulan sabit pertama di awal bulan) atau tidak. Sehingga, jumlah hari dalam sebulan bisa 29 atau 30 hari.

Baca Juga: Pelajar perlu tahu, berikut 4 cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif

Meskipun memiliki jumlah bulan yang sama, nama bulan pada kalender Hijriah berbeda dengan Masehi. Berikut 12 nama bulan pada kalender Hijriah:

  • Muharram
  • Shafar
  • Rabi'ul Awal
  • Rabi'ul Akhir
  • Jumadil Awal
  • Jumadil Akhir
  • Rajab
  • Sya'ban
  • Ramadhan
  • Syawal
  • Zulqaidah
  • Zulhijjah 

Selanjutnya: 30 Universitas ini masuk yang terbaik di Indonesia tahun 2021, simak daftarnya

 

Editor: Tiyas Septiana
Terbaru