KONTAN.CO.ID - Intip beragam peringatan hari besar setiap 24 Januari. Tanggal 24 Januari diperingati dengan sejumlah momen penting yang memiliki makna global maupun lokal.
Pada hari ini, dunia menyoroti peran strategis pendidikan melalui Hari Pendidikan Internasional. Sementara itu, masyarakat Kabupaten Pemalang mengenang sejarah berdirinya daerahnya.
Kemudian, untuk komunitas global meningkatkan kesadaran akan pentingnya daur ulang ponsel untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Beragam peringatan ini menunjukkan bahwa satu tanggal dapat merepresentasikan komitmen terhadap kemajuan manusia, pelestarian nilai sejarah, dan tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan bumi.
Baca Juga: Viral Imigran Indonesia Jadi Tentara US Army, Apa Syarat dan Benefitnya?
Daftar Hari Besar 24 Januari
Berikut ini latar belakang setiap hari besar yang dirayakan setiap 24 Januari.
1. Hari Pendidikan Internasional (International Day of Education)
Melansir laman PBB, Hari Pendidikan Internasional merupakan peringatan resmi yang ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Desember 2018 melalui resolusi A/RES/73/25, dan mulai diperingati pertama kali pada tahun 2019. Tanggal 24 Januari dipilih untuk merayakan peran pendidikan sebagai hak asasi manusia fundamental, fondasi perdamaian, stabilitas sosial, serta pendorong utama pembangunan berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan di seluruh dunia.
UNESCO sebagai badan pelaksana utama menekankan bahwa pendidikan adalah barang publik dan tanggung jawab bersama, terutama di tengah tantangan global seperti 250 juta anak dan remaja yang putus sekolah serta ratusan juta orang dewasa yang masih buta huruf.
Setiap tahun, hari ini memiliki tema spesifik yang menyoroti isu mendesak; misalnya, tema-tema sebelumnya mencakup "Learning for Lasting Peace" (2024-2025) hingga fokus pada peran AI dalam pendidikan, dan untuk 2026 bertema "The power of youth in co-creating education" yang menekankan keterlibatan pemuda sebagai agen perubahan dalam membentuk sistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Peringatan ini dirayakan secara global melalui berbagai kegiatan seperti seminar, kampanye kesadaran, acara hybrid di markas UNESCO Paris, serta inisiatif lokal di banyak negara termasuk Indonesia.
Di Indonesia, Kementerian Pendidikan serta berbagai lembaga pendidikan sering mengadakan diskusi, webinar, atau program penguatan akses pendidikan berkualitas, sejalan dengan target SDG 4 (pendidikan berkualitas inklusif). Hari ini menjadi pengingat bahwa investasi pada pendidikan bukan hanya hak individu, melainkan investasi jangka panjang bagi masyarakat yang damai, adil, dan sejahtera, terutama di era pasca-pandemi di mana kesenjangan pembelajaran semakin melebar.
Baca Juga: Makna Hari Besar 23 Januari: Ada Hari Patriotik Gorontalo hingga Tulisan Tangan
2. Hari Jadi Kabupaten Pemalang (HUT Pemalang)
Di Indonesia, khususnya wilayah Jawa Tengah, tanggal 24 Januari diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Pemalang, yang ditetapkan secara resmi melalui Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang Nomor 9 Tahun 1996.
Tanggal ini merujuk pada 24 Januari 1575 Masehi (bertepatan dengan Kamis Kliwon, 1 Syawal 1496 Je atau 982 Hijriah), yang dianggap sebagai tonggak penting terbentuknya kabupaten berdasarkan diskusi para pakar sejarah, tokoh masyarakat, ulama, dan budayawan setempat.
Penetapan ini diwujudkan dalam bentuk Surya Sengkala "Lunguding Sabdo Wangsiting Gusti" (artinya kearifan, ucapan, ajaran, pesan-pesan Tuhan) dengan nilai tahun 5751, serta Candra Sengkala "Tawakal Ambuko Wahananing Manunggal" yang melambangkan persatuan dan ketawakalan.
Meskipun ada polemik atau alternatif lain seperti kaitan dengan perjuangan Pangeran Diponegoro, kesepakatan ini dipilih untuk menghormati akar sejarah daerah yang konon sudah ada sejak masa prasejarah, dengan nama Pemalang berasal dari "Pemalongan" atau tempat yang dikuasai Raden Joko Malang.
Perayaan Hari Jadi Pemalang biasanya berlangsung meriah dengan rangkaian acara seperti upacara bendera resmi, festival budaya, pentas seni tradisional, lomba-lomba masyarakat, serta kegiatan sosial dan ekonomi lokal. Acara ini tidak hanya memperingati sejarah pendirian kabupaten, melainkan juga memperkuat rasa kebanggaan warga atas identitas daerah, nilai patriotisme, serta semangat heroisme rakyat Pemalang.
Di tahun-tahun terkini, peringatan ini sering dikaitkan dengan pembangunan daerah, pelestarian budaya seperti batik Pemalang atau seni wayang, serta program pemberdayaan masyarakat, menjadikannya momen penting bagi pemerintah kabupaten dan seluruh warga untuk merefleksikan pencapaian serta visi masa depan.
Baca Juga: Peristiwa Hari Besar 22 Januari: Ada Peringatan Hari Pejalanan Kaki Nasional
3. International Mobile Phone Recycling Day
Hari besar ini diperingati setiap 24 Januari untuk mendorong kesadaran global tentang pentingnya mendaur ulang perangkat ponsel lama guna mengurangi limbah elektronik (e-waste) yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Inisiatif ini pertama kali resmi diluncurkan pada tahun 2015 oleh Jane Goodall Institute sebagai bagian dari kampanye "The Forest is Calling", awalnya pada 26 Januari sebelum bergeser ke 24 Januari mulai 2017.
Tujuan utamanya adalah menyoroti dampak negatif konsumerisme ponsel pintar terhadap lingkungan, khususnya penambangan mineral langka seperti coltan di Republik Demokratik Kongo timur yang mengancam habitat primata seperti gorila dan simpanse, serta menyebabkan konflik sosial dan kerusakan ekosistem.
Dengan miliaran ponsel yang dibuang setiap tahun, daur ulang menjadi solusi krusial untuk memulihkan bahan berharga seperti emas, perak, dan logam tanah jarang tanpa menambah penambangan baru.
Banyak organisasi lingkungan, perusahaan teknologi, dan pemerintah di berbagai negara memanfaatkan hari ini untuk menggelar program pengumpulan ponsel bekas, edukasi masyarakat tentang cara membuang perangkat secara aman, serta kampanye "keep your phone longer" atau "recycle responsibly".
Di Indonesia dan negara berkembang lainnya, peringatan ini semakin relevan karena tingginya penggunaan ponsel dan minimnya fasilitas daur ulang formal, yang sering berujung pada pembuangan ilegal yang mencemari tanah dan air. Hari ini mengajak setiap individu untuk berpartisipasi dengan menyerahkan ponsel lama ke pusat daur ulang resmi, sehingga tidak hanya melindungi lingkungan tetapi juga mendukung konservasi satwa liar dan pembangunan berkelanjutan secara global.
Tonton: Istana Ungkap Bocoran Prabowonomics yang Akan Dibicarakan Prabowo di Swiss
Selanjutnya: Danantara Pacu Investasi US$14 Miliar Sepanjang 2026, Fokus Energi hingga Pangan
Menarik Dibaca: Harga Emas Hari Ini Perbarui Rekor All Time High, Nyaris US$ 5.000 per troi ons
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News