Peringatan Setiap 5 Februari: Ada 3 Perayaan Hari Besar Nasional dan Global

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:15 WIB
Peringatan Setiap 5 Februari: Ada 3 Perayaan Hari Besar Nasional dan Global

ILUSTRASI. Ilustrasi Kalender Ekonomi Dunia (KONTAN/Hasbi Maulana)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak daftar hari besar 5 Februari yang penuh makna. Pada tanggal 5 Februari 2026 ini, Indonesia kembali memperingati dua hari besar nasional yang sarat makna sejarah dan semangat perjuangan.

Pertama, ada Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinciën (Zeven Provinciën) serta Hari Ulang Tahun (Harlah/Milad) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang genap berusia 79 tahun.

Di sisi internasional, tanggal yang sama juga dirayakan sebagai World Nutella Day, sebuah momen ringan namun penuh kebahagiaan bagi jutaan penggemar selai hazelnut-cokelat ikonik dari Italia yang pertama kali digagas pada 2007 oleh blogger Sara Rosso dan kini dikelola Ferrero.

Baca Juga: Ini Alasan ICE Jadi Sorotan Dunia di Awal 2026, Apa Itu ICE Amerika Serikat?

Pada 5 Februari 2026, dunia diajak untuk "spread a Nutella smile" melalui resep kreatif, foto roti panggang berlapis Nutella, atau sekadar menikmati camilan manis bersama orang tersayang.

Sehingga, ini menjadi sebuah perayaan sederhana yang menyatukan orang lintas budaya dalam kelezatan kecil sehari-hari. 

Berikut ini latar belakang setiap hari besar 5 Februari yang penuh makna.

Baca Juga: Peringatan Setiap 4 Februari: Bukan Hanya Hari Kanker Sedunia, Ada 2 Perayaan Lain

Daftar Hari Besar 5 Februari

1. Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinciën (Zeven Provinciën)

Melansir laman ANRI, Peristiwa Kapal Tujuh Provinciën terjadi pada 5 Februari 1933 di perairan lepas pantai Sumatra, tepatnya saat kapal perang HNLMS De Zeven Provinciën milik Angkatan Laut Kerajaan Belanda sedang berlabuh di Ulee Lheue, Aceh. Pemberontakan ini dipicu oleh keputusan pemerintah Hindia Belanda yang menurunkan gaji pegawai hingga 17% akibat Depresi Ekonomi Dunia, yang memengaruhi seluruh lapisan masyarakat termasuk pelaut pribumi (bumiputera).

Para awak kapal, yang mayoritas terdiri dari pelaut Indonesia dipimpin oleh tokoh seperti Paradja, Gosal, Kawilarang, dan Rumambi, bersama beberapa pelaut Belanda progresif seperti Boshart dan Dooyeweerd, berhasil mengambil alih kendali kapal pada malam 4 Februari 1933. Mereka mengibarkan bendera merah dan berlayar menuju Surabaya sebagai bentuk protes terhadap pemotongan gaji yang dianggap tidak adil serta menuntut pembebasan rekan-rekan yang ditahan sebelumnya.

Pada 5 Februari, pemberontak mengeluarkan siaran pers dalam tiga bahasa (Belanda, Inggris, dan Melayu) untuk menyatakan tuntutan mereka, menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu aksi kolektif anti-kolonial pertama yang melibatkan militer.Pemberontakan ini akhirnya ditumpas secara brutal oleh pemerintah kolonial melalui pengeboman udara oleh pesawat angkatan laut Belanda, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan kapal.

Meski gagal secara militer, peristiwa ini menjadi simbol penting perlawanan terhadap penindasan kolonial dan memicu kesadaran nasionalisme lebih luas di kalangan militer serta rakyat bumiputera. Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinciën diperingati setiap 5 Februari sebagai pengingat semangat perjuangan melawan ketidakadilan, solidaritas lintas suku dan latar belakang, serta kontribusi pelaut Indonesia dalam sejarah kemerdekaan. Di era modern, peringatan ini sering dikaitkan dengan nilai-nilai keadilan sosial, hak buruh, dan semangat anti-kolonialisme yang relevan hingga kini.

Baca Juga: PBB Ungkap Dunia Terancam Era Kebangkrutan Air, Apa Artinya?

2. Hari Ulang Tahun (Harlah) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Melansir laman HMI, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) resmi didirikan pada 5 Februari 1947 (bertepatan dengan 14 Rabiul Awal 1366 H) di Yogyakarta oleh Lafran Pane bersama 14 mahasiswa dan mahasiswi dari Sekolah Tinggi Islam (STI, kini Universitas Islam Indonesia/UII). Lafran Pane, seorang mahasiswa hukum semester awal yang lahir di Padang Sidempuan pada 1922, menginisiasi pembentukan organisasi ini melalui rapat mendadak di sela jam kuliah Tafsir, setelah sebelumnya gagal meyakinkan rekan-rekannya melalui diskusi panjang.

Latar belakang pendirian HMI adalah keinginan membentuk wadah mahasiswa Islam yang intelektual, berbasis nilai-nilai agama, dan mampu berkontribusi pada perjuangan kemerdekaan serta pembangunan bangsa di tengah situasi pasca-Proklamasi 1945 yang penuh gejolak.

Anggaran Dasar HMI menekankan kaderisasi muslim yang berkualitas, berpikir kritis, dan siap mengabdi kepada umat serta negara.Sejak berdiri, HMI telah berkembang menjadi organisasi kemahasiswaan Islam terbesar di Indonesia, dengan jutaan alumni yang banyak menduduki posisi strategis di pemerintahan, partai politik, akademisi, dan masyarakat sipil.

Di tahun 2026, HMI genap berusia 79 tahun, dan Harlah biasanya dirayakan dengan seminar, kajian keagamaan, kegiatan sosial, serta refleksi atas peran organisasi dalam menghadapi tantangan kontemporer seperti radikalisme, korupsi, dan pembangunan karakter bangsa. Peringatan ini menjadi momen untuk mengenang jasa pendiri seperti Lafran Pane (yang kini diakui sebagai Pahlawan Nasional) serta memperkuat komitmen HMI sebagai gerakan intelektual yang mengintegrasikan Islam, nasionalisme, dan modernitas dalam kehidupan berbangsa.

Baca Juga: Hari Besar 3 Februari: Ada Apa Selain Nisfu Syaban? Simak Daftar Peringatan Ini!

3. World Nutella Day

Terakhir, ada World Nutella Day dirayakan setiap 5 Februari sejak pertama kali digagas pada 2007 oleh Sara Rosso, seorang blogger makanan asal Amerika yang tinggal di Italia. Sara, yang sangat menyukai selai cokelat hazelnut Nutella, memulai inisiatif ini melalui blognya untuk berbagi resep, cerita, dan kegembiraan seputar produk ikonik Ferrero tersebut kepada teman-teman dan pengikutnya.

Ide sederhana ini dengan cepat menjadi fenomena global berkat media sosial, di mana jutaan orang berbagi foto roti panggang dengan Nutella, kreasi resep kreatif seperti pancake, crepe, atau dessert lain, serta tagar #WorldNutellaDay.

Pada 2015, Sara menyerahkan pengelolaan hari ini kepada Ferrero, perusahaan pembuat Nutella, agar perayaan bisa semakin besar dan berkelanjutan.Nutella sendiri memiliki sejarah panjang yang berakar dari Italia pasca-Perang Dunia II, ketika Pietro Ferrero menciptakan pasta cokelat hazelnut (awalnya disebut Giandujot) karena keterbatasan kakao; produk ini berevolusi menjadi Nutella pada 1964.

Melansir laman National Today, World Nutella Day bukan hanya tentang menikmati rasa manis hazelnut dan cokelat, tapi juga merayakan kebersamaan, kreativitas, dan momen sederhana yang membahagiakan bersama keluarga atau teman.

Di seluruh dunia, orang merayakannya dengan giveaway, event pop-up, resep baru dari Ferrero, atau sekadar menikmati Nutella langsung dari toples—semua untuk "spread a Nutella smile" dan mengingat bahwa hal kecil seperti selai favorit bisa menyatukan orang lintas budaya.

Tonton: Jaga Independensi BI, Purbaya Janji Tak Lakukan Burden Sharing

Selanjutnya: Profil Nathan Blecharczyk: Co-Founder dan Otak Strategi Bisnis Airbnb

Menarik Dibaca: 6 Promo Kuliner Hari Ini Rabu 4 Februari: Subway Diskon 50% dan A&W Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru