Virus Nipah Ancam Indonesia, Apa Itu & Apa Saja Gejalanya pada Manusia?

Senin, 02 Februari 2026 | 17:11 WIB
Virus Nipah Ancam Indonesia, Apa Itu & Apa Saja Gejalanya pada Manusia?

Virus Nipah Ancam Indonesia, Apa Itu & Apa Saja Gejalanya pada Manusia?


Sumber: Kemenkes  | Editor: Mega Putri

KONTAN.CO.ID - Inilah pengertian virus Nipah yang menjadi ancaman baru di Indonesia. Berikut gejala virus Nipah menurut Kemenkes dan cara pencegahannya.

Di awal bulan Februari 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis surat edaran kewaspadaan terhadap virus Nipah.

Virus Nipah ternyata dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut hingga ensefalitis yang berujung kematian.

Kemenkes (kemkes.go.id) mengungkapkan bahwa saat ini belum ada kasus virus Nipah pada manusia di Indonesia.

Namun Indonesia tetap berisiko karena kedekatan geografis dan mobilitas manusia antar negara yang pernah mengalami virus ini.

Selain itu menurut Kemenkes, ada bukti serologis dan deteksi virus pada kelelawar buah yang menandakan potensi sumber penularan.

Sambil tetap waspada, simak pengertian tentang virus Nipah, awal kemunculan, pencegahan hingga gejala penderita virus Nipah.

Baca Juga: Tiket Mudik Lebaran 2026 dengan Kereta Api Telah Dibuka, Ini Jadwalnya

Pengertian Virus Nipah

Apa itu virus Nipah? Menurut WHO, virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang menularkannya ke babi.

Saat virus pertama kali muncul di peternakan babi Malaysia, hewan-hewan tersebut mengalami demam, sulit bernapas, dan kejang.

Dikutip dari surat edaran Kemenkes, wabah pertama virus Nipah terjadi tahun 1998-1999 pada peternak babi di desa Sungai Nipah, Malaysia.

Virus Nipah kemudian menyebar ke Singapura dan tercatat kasus di India, Bangladesh, dan Filipina.

Virus Nipah tidak menyebabkan penyakit pada kelelawar, namun hewan itu menularkan dan menyebarkan ke hewan lain.

Penularan melalui kelelawar ini tidak lepas dari hilangnya habitat mereka karena penebangan hutan.

Kelelawar akhirnya mendekati pemukiman manusia dan peternakan hingga menularkan virus dari hewan ke manusia.

Menurut catatan Kemenkes, virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4-14 hari sebelum mulai muncul gejala.

Nah, apa saja gejala yang dialami oleh manusia yang terkena virus Nipah?

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Sesak napas
  • Muntah
  • Kesulitan menelan
  • Peradangan otak

Tonton: AS Pasok Senjata Besar-besaran ke Israel dan Arab Saudi, Konflik Timur Tengah Makin Panas!

Waspada juga jika ada gejala serius seperti kantuk berlebihan, sulit berkonsentrasi, disorientasi, dan perubahan mood drastis.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah penularan virus Nipah ini?

  • Masak daging dengan matang
  • Cuci sayur dan buah sebelum mengonsumsi
  • Hindari cairan tubuh hewan yang terinfeksi seperti air liur, darah, urin
  • Gunakan alat pelindung saat membersihkan kandang hewan ternak
  • Hindari kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi
  • Hindari makanan yang terkontaminasi hewan
  • Sering cuci tangan dengan sabun dan air bersih setelah berinteraksi dengan hewan atau orang sakit

Baca Juga: Daftar Negara dengan Militer Terkuat di Dunia Tahun 2026, Amerika No. 1

Kasus virus Nipah dilaporkan secara sporadis atau tidak berurutan di negara Bangladesh dan India mulai 2001 hingga 2026.

Tingkat kematian virus Nipah dilaporkan mencapai 40-75%. Di tahun 2026, ada 2 kasus di India yang tidak berujung kematian.

Tetaplah waspada dengan potensi penularan virus Nipah meski belum ada kasus yang dikonfirmasi di Indonesia.

Patuhi langkah-langkah pencegahan dengan baik agar tidak ada penularan kasus virus Nipah di Indonesia.

 

Selanjutnya: Diskon LCGC Februari: Brio Tembus Rp25 Juta, Cek Juga Harga Agya & Calya

Menarik Dibaca: Memahami Strategi Transaksi Saham: Swing Trading untuk Investor Pemula

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru