Ramai Bayi 2026 Masuk Generasi Sigma, Ini Prediksi dan Ciri-ciri Perkembangan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:15 WIB
Ramai Bayi 2026 Masuk Generasi Sigma, Ini Prediksi dan Ciri-ciri Perkembangan

ILUSTRASI. bayi (dok./Kontan)


Sumber: McCrindle  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID -  Di awal tahun 2026, istilah Generasi Sigma tiba-tiba ramai dibicarakan di media sosial, TikTok, Instagram, dan berbagai platform digital.

Banyak orang menyebut bayi yang lahir mulai tahun 2026 (atau bahkan 2025 akhir) sebagai bagian dari generasi baru ini, yang disebut-sebut sebagai penerus Generasi Alpha (lahir 2010–2025).

Lalu, apa sebenarnya Generasi Sigma? Apakah ini klasifikasi resmi seperti Generasi Z atau Millennial, atau hanya tren viral belaka?

Baca Juga: Apa itu Quiet Covering? Trend Baru yang Dilakukan Gen Z di Tempat Kerja

Definisi Generasi Sigma 

Generasi Sigma adalah istilah populer dan non-resmi yang digunakan untuk merujuk pada generasi anak-anak yang lahir sekitar tahun 2026 ke atas.

Nama "Sigma" diambil dari huruf ke-18 alfabet Yunani (Σ/σ), yang dalam berbagai konteks sering diasosiasikan dengan perubahan, penjumlahan (dalam matematika), fleksibilitas, dan kemampuan beradaptasi tinggi.

Istilah ini muncul sebagai respons atas percepatan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), yang diprediksi akan menjadi bagian "tak terlihat" dari kehidupan sehari-hari mereka sejak lahir.

Baca Juga: Cari Tahu Arti Nillionaire yang Ramai Dibicarakan Gen Z di Medsos

Berbeda dengan Generasi Alpha yang tumbuh bersama smartphone dan layar sentuh, Generasi Sigma diprediksi lahir di era di mana AI sudah menyatu sepenuhnya—seperti asisten virtual yang personal, pembelajaran adaptif berbasis AI, hingga interaksi sosial yang hybrid (digital dan fisik).

Melansir laman McCrindle, Generasi Sigma bukan klasifikasi demografi resmi. Para ahli sosiologi dan demografi menetapkan bahwa generasi setelah Alpha adalah Generasi Beta, mengikuti urutan abjad Yunani secara logis.

Sigma lebih merupakan fenomena budaya populer, tren media sosial, dan prediksi spekulatif yang viral sejak akhir 2025 hingga awal 2026.

Baca Juga: Apa Arti Living Together yang Ramai di Media Sosial? Ini Kaitan dengan KUHP Baru

Asal Usul dan Viral di 2026

Istilah ini meledak di Indonesia dan global sekitar Januari 2026, bersamaan dengan kelahiran bayi pertama di tahun baru. Banyak postingan di Instagram, TikTok, dan Threads menyebut "Bayi lahir 2026 = Generasi Sigma", sering dikaitkan dengan prediksi:Tumbuh di dunia super-terintegrasi AI.

  • Pola belajar hibrida dan sangat personal (AI tutor).
  • Nilai individualitas, ekspresi diri, dan adaptasi cepat menjadi dominan.
  • Tantangan seperti perubahan sosial, lingkungan global, dan ketergantungan teknologi.

Namun, popularitasnya mirip dengan tren "sigma male" yang sudah viral di kalangan Gen Alpha/Z sejak 2023–2024, di mana "sigma" berarti pria mandiri, introvert sukses, lone wolf yang tak ikut hierarki alpha-beta.

Baca Juga: Apa Arti Kata 6-7 yang Viral? Ini Makna Meme yang Menjadi Word of The Year

Ciri-Ciri yang Diprediksi untuk Generasi Sigma

Meski masih spekulatif (karena generasi ini baru lahir), berikut prediksi umum berdasarkan tren viral dan analisis media:Adaptasi super cepat terhadap perubahan teknologi dan sosial.

  • Kedekatan alami dengan AI: AI bukan alat, tapi bagian "normal" kehidupan (seperti bicara dengan asisten AI sejak balita).
  • Individualitas tinggi: Lebih fokus pada ekspresi diri unik, kurang bergantung pada norma kelompok tradisional.
  • Pembelajaran personal & hibrida: Belajar via AI adaptif, campuran online-offline, lebih efisien tapi berisiko kurang interaksi manusiawi.
  • Tantangan baru: Potensi isolasi sosial, masalah privasi data, atau kesulitan membedakan realitas vs virtual.
  • Potensi positif; Inovatif, kreatif, dan mampu menyelesaikan masalah global dengan tools canggih.

Baca Juga: Apa Itu Lazy Girl Job? Ini Arti, Contoh Pekerjaan, dan Cara Menyikapinya

Sebagai catatam ada beberapa perbedaan setiap generasim seperti Generasi Alpha (2010–2025): Tumbuh dengan iPad, TikTok, pandemi COVID—sangat digital tapi masih transisi.

Sementara itu, Generasi Sigma (prediksi 2026+): AI sudah tertanam dan dunia lebih imersif. Kemudian, istilah Generasi Beta (resmi): Nama akademis untuk generasi pasca-Alpha, fokus pada era AI sepenuhnya.

Singkatnya, Generasi Sigma adalah campuran antara prediksi futuristik dan tren viral media sosial. Saat ini (Januari 2026), istilah ini lebih banyak digunakan untuk konten yang engaging daripada kajian serius. 

Tonton: Kekayaan Prajogo Pangestu Menyusut Rp 60,34 Triliun saat IHSG Anjlok

Selanjutnya: Ini Daftar Negara dengan Biaya Resto dan Hotel Termurah di Eropa Menurut Eurostat

Menarik Dibaca: Promo Solaria Habis Hari Ini! Jangan Nyesel Tak Cicip Hematnya Bowl Ayam Teriyaki

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru