Daftar Hari Besar Setiap 2 Februari: Ada Hari Lahan Basah hingga Candlemas

Minggu, 01 Februari 2026 | 08:40 WIB
Daftar Hari Besar Setiap 2 Februari: Ada Hari Lahan Basah hingga Candlemas

ILUSTRASI. Perlindungan lahan sawah produktif (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Cek daftar hari besar setiap 2 Februari yang penuh makna. Pada awal bulan Februari, fokus utama di Indonesia biasanya tertuju pada Hari Lahan Basah Sedunia karena isu lingkungan dan konservasi yang sangat mendesak.

Ada juga 2 peringatan lain (RA Awareness dan Candlemas) lebih bersifat khusus komunitas kesehatan atau keagamaan.

Tanggal ini mengingatkan kita akan keseimbangan antara alam, kesehatan, dan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari. 

Baca Juga: Daftar Negara dengan Militer Terkuat di Dunia Tahun 2026, Amerika No. 1

Berbagai peringatan yang jatuh pada tanggal ini mengangkat isu lingkungan, kesadaran kesehatan, hingga refleksi spiritual, yang masing-masing memiliki makna dan relevansi tersendiri bagi masyarakat global, termasuk di Indonesia.

Melalui peringatan-peringatan tersebut, publik diajak untuk meningkatkan kepedulian, memperluas pemahaman, serta memperkuat peran aktif dalam menjaga keberlanjutan alam, kualitas hidup, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Berikut ini latar belakang setiap hari besar hari besar setiap 2 Februari baik nasional dan internasional.

Baca Juga: Ramai Bayi 2026 Masuk Generasi Sigma, Ini Prediksi dan Ciri-ciri Perkembangan

Daftar Hari Besar Setiap 2 Februari

1. Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetlands Day)

Melansir laman National Today, Hari Lahan Basah Sedunia merupakan peringatan internasional utama yang jatuh setiap 2 Februari dan sangat relevan bagi Indonesia. Peringatan ini ditetapkan untuk mengenang penandatanganan Konvensi Ramsar tentang Lahan Basah pada 2 Februari 1971 di Ramsar, Iran.

Konvensi Ramsar menjadi perjanjian internasional pertama yang secara khusus berfokus pada konservasi dan pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan.

Tujuan utama peringatan ini adalah meningkatkan kesadaran global mengenai peran vital lahan basah sebagai ekosistem kunci bagi kehidupan manusia dan alam. Lahan basah mencakup rawa, mangrove, danau, sungai, muara, lahan gambut, hingga kawasan pesisir.

Manfaat krusial lahan basah antara lain:

  • Penyaring air alami, yang membantu menghilangkan polutan dan menyediakan sumber air bersih.
  • Pengendali banjir dan kekeringan, dengan menyerap kelebihan air hujan dan melepaskannya secara perlahan.
  • Penyimpan karbon, terutama pada ekosistem gambut dan mangrove yang berperan besar dalam mitigasi perubahan iklim.
  • Habitat biodiversitas tinggi, menjadi rumah bagi ribuan spesies burung migran, ikan, reptil, dan mamalia, seperti orangutan di rawa gambut Kalimantan atau burung migran di pantai utara Jawa.
  • Sumber penghidupan masyarakat, termasuk nelayan, petani garam, pengumpul madu, serta komunitas adat.

Baca Juga: Hari Hijab Sedunia Setiap 1 Februari: Bongkar Prasangka, Bangun Toleransi Global

Sebagai negara dengan luas mangrove terbesar di dunia (sekitar 3,3 juta hektare) dan ekosistem gambut tropis yang sangat luas, peringatan Hari Lahan Basah Sedunia memiliki arti strategis.

Indonesia tercatat memiliki lebih dari 50 situs Ramsar. Peringatan ini kerap dimanfaatkan oleh KLHK, Wetlands International Indonesia, serta berbagai LSM untuk menggelar kampanye restorasi mangrove dan gambut, aksi penanaman mangrove, edukasi publik, seminar, hingga kegiatan bersih sungai, pantai, dan danau.

“Wetlands and Traditional Knowledge: Celebrating Cultural Heritage” (Lahan Basah dan Pengetahuan Tradisional: Merayakan Warisan Budaya).

Tema ini menyoroti pentingnya kearifan lokal dan pengetahuan masyarakat adat—seperti pengelolaan sasi laut di Maluku atau sistem subak di Bali—sebagai solusi berkelanjutan menghadapi krisis iklim dan degradasi ekosistem.

Baca Juga: Peringatan Hari Besar 31 Januari: Ada Harlah NU Hingga Hari Zebra

2. Hari Kesadaran Artritis Reumatoid

Kemudian, ada juga peringatan untuk meningkatkan pemahaman publik tentang artritis reumatoid (RA), yaitu penyakit autoimun kronis yang menyebabkan peradangan sendi, nyeri, kekakuan, dan berisiko menimbulkan kerusakan sendi permanen.

RA bukan sekadar “rematik biasa”, karena dapat menyerang organ lain seperti paru-paru, jantung, mata, dan kulit.

Fakta penting tentang RA:

  • Menyerang jutaan orang di seluruh dunia, termasuk usia produktif (umumnya 30–50 tahun).
  • Lebih banyak dialami perempuan dibanding laki-laki (sekitar 3:1).
  • Penyebab pasti belum diketahui, tetapi melibatkan faktor genetik, lingkungan, dan gangguan sistem imun.

Fokus utama peringatan ini meliputi:

  • Deteksi dini, terutama pada gejala nyeri sendi simetris, pembengkakan, dan kelelahan kronis.
  • Pengobatan modern, seperti DMARDs, terapi biologis, dan terapi suportif untuk mengendalikan penyakit dan menjaga kualitas hidup.
  • Dukungan psikososial, guna mengurangi stigma, depresi, dan dampak sosial yang dialami penderita.

Di Indonesia, peringatan ini belum sepopuler Hari Lahan Basah Sedunia, namun komunitas pasien, dokter reumatologi, serta organisasi seperti Persatuan Reumatologi Indonesia rutin mengadakan edukasi daring dan kampanye kesadaran publik.

Baca Juga: Cek Tema dan Logo Harlah ke-1 Abad NU pada 31 Januari 2026

3. Hari Lilin atau Candlemas

Terakhir, ada Hari Lilin atau Candlemas dikenal juga sebagai Feast of the Presentation of Jesus Christ atau Feast of the Purification of the Blessed Virgin Mary. Perayaan ini jatuh 40 hari setelah Natal dan memperingati:

  • Presentasi bayi Yesus di Bait Allah Yerusalem oleh Maria dan Yusuf.
  • Ritual pemurnian Maria sesuai hukum Taurat.

Makna spiritualnya adalah pengakuan Yesus sebagai “Terang Dunia”, sekaligus menandai penutup masa Natal dan Epifani dalam kalender liturgi Kristen.

Tradisi perayaan Candlemas meliputi:

  • Pemberkatan lilin di gereja, yang kemudian digunakan umat sepanjang tahun untuk doa atau saat sakit.
  • Prosesi lilin, terutama dalam tradisi Katolik dan Ortodoks.

Beberapa negara Eropa, seperti Prancis (La Chandeleur), Candlemas dirayakan dengan tradisi membuat dan menyantap crepe sebagai simbol matahari dan harapan baru.

Di Indonesia, Candlemas dirayakan secara sederhana di kalangan umat Katolik melalui misa khusus dan prosesi lilin, sekaligus menjadi penanda transisi menuju masa Prapaskah.

Tonton: Jarang Tidur Nyenyak? Risiko Serangan Jantung dan Stroke Mengintai

Selanjutnya: Pola di Saham NCKL Mirip Saham BUMI, Perlukah Investor Ritel Merasa Khawatir?

Menarik Dibaca: Infinix Note 50: Desain Mewah dengan Fitur Berbasis AI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru