KONTAN.CO.ID - Hari Primata Indonesia adalah peringatan tahunan yang diperingati setiap 30 Januari untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi primata endemik Indonesia.
Primata merupakan kelompok mamalia tingkat tinggi yang mencakup monyet, kera, dan prosimian seperti tarsius, dengan Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman primata tertinggi di dunia (sekitar 70-80 spesies, termasuk orangutan, gibbon, lutung, dan kukang).
Hari ini bertujuan menyoroti ancaman kepunahan primata akibat deforestasi, perburuan liar, perdagangan ilegal satwa, serta konflik manusia-satwa, sekaligus mendorong aksi kolektif untuk pelestarian habitat dan spesies tersebut.
Peringatan ini bersifat nasional dan didukung oleh organisasi konservasi, pemerintah (seperti KLHK), serta komunitas pecinta alam.
Baca Juga: Apa Hari Besar Setiap 30 Januari? Ada Hari Primata dan 3 Peringatan Lainnya
Sejarah Hari Primata Indonesia
Melansir laman KLHK, Hari Primata Indonesia pertama kali dicetuskan dan diperingati pada tahun 2014 atas inisiatif Protection of Forest & Fauna (ProFauna), sebuah organisasi non-pemerintah yang fokus pada perlindungan satwa liar dan habitatnya di Indonesia.
Tanggal 30 Januari dipilih secara simbolis karena merujuk pada kampanye besar "Primate Freedom Tour" yang dilakukan ProFauna pada Januari 2001 di berbagai kota di Jawa.
Kampanye tersebut merupakan perjuangan panjang untuk membebaskan primata yang diperdagangkan secara ilegal dan mengadvokasi perlindungan mereka. Keprihatinan atas maraknya perdagangan primata liar (seperti kukang yang paling banyak diperjualbelikan) menjadi latar belakang utama.
Sejak 2014, peringatan ini telah berlangsung hingga tahun ke-12 pada 2025-2026, dan kini semakin meluas dengan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta lembaga konservasi lainnya.
Baca Juga: Hari Besar 29 Januari: Peringatan Wafatnya Jenderal Soedirman hingga Hari Arak Bali
Perayaan Hari Primata Indonesia
Untuk perayaan Hari Primata Indonesia berlangsung secara serentak di berbagai daerah, termasuk Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Kegiatan meliputi:
- Kampanye edukasi melalui seminar, workshop, dan talkshow tentang konservasi primata.
- Aksi simpatik seperti penanaman pohon di habitat primata, pelepasliaran satwa yang direhabilitasi, atau demonstrasi damai anti-perdagangan ilegal.
- Edukasi di sekolah dan komunitas, termasuk pembagian informasi via media sosial dengan hashtag #HariPrimataIndonesia.
- Kunjungan ke pusat rehabilitasi (misalnya Pusat Rehabilitasi Orangutan di Borneo atau Sumatra).
Pada tahun-tahun sebelumnya, perayaan dilakukan di lebih dari 25 lokasi sekaligus, melibatkan aktivis, pecinta satwa, dan masyarakat umum untuk mengajak tidak memperjualbelikan primata sebagai hewan peliharaan.
Baca Juga: Mendikdasmen Ungkap Banyak Anggota DPR Lulusan Paket C, Apa Itu Paket C?
Konservasi Aktif yang Terkait
Beberapa upaya konservasi aktif yang terus berjalan terkait Hari Primata Indonesia meliputi:
- Program rehabilitasi dan pelepasliaran primata oleh organisasi seperti ProFauna, YIARI (Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia), Orangutan Foundation International, dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).
- Monitoring populasi dan habitat oleh KLHK serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di berbagai provinsi.
- Penegakan hukum terhadap perdagangan ilegal satwa (UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya).
- Kampanye anti-pet trade (larangan memelihara primata sebagai hewan peliharaan) dan restorasi hutan untuk mengurangi konflik manusia-primata.
- Kolaborasi dengan komunitas lokal untuk ekowisata berbasis konservasi, seperti di Taman Nasional Gunung Leuser (Sumatera) atau Taman Nasional Tanjung Puting (Kalimantan).
Baca Juga: Daftar Hari Penting Februari 2026: Dari PETA hingga Peduli Sampah Nasional
Fakta Lainnya tentang Primata Indonesia
Indonesia memiliki sekitar 70-80 spesies primata, termasuk 7 spesies orangutan (endemis), 10 jenis gibbon, dan tarsius sebagai primata terkecil di dunia.
Sekitar 70% spesies primata Indonesia terancam punah menurut IUCN Red List, dengan ancaman utama hilangnya hutan hujan tropis (deforestasi untuk sawit, tambang, dan perkebunan).
Kukang (slow loris) adalah primata paling banyak diperdagangkan secara ilegal di Indonesia, sering dijadikan "hewan lucu" untuk konten media sosial, padahal gigitannya beracun dan kondisi penangkaran buruk.
Orangutan Sumatera dan Kalimantan termasuk critically endangered, dengan populasi tersisa kurang dari 14.000 dan 100.000 ekor. Primata berperan penting sebagai penyebar biji di hutan tropis, membantu regenerasi ekosistem.
Tonton: Kementerian LH Pastikan Cabut Izin Lingkungan dari 8 Perusahaan Imbas Bencana Sumatra
Selanjutnya: Profil Weronika Szlagowska: Outside Hitter Baru Jakarta Livin Mandiri di Proliga 2026
Menarik Dibaca: iOS 26.2.1 Rilis: Perbaikan Bug dan Fitur Darurat Krusial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News