Apa Hari Besar Setiap 30 Januari? Ada Hari Primata dan 3 Peringatan Lainnya

Kamis, 29 Januari 2026 | 10:00 WIB
Apa Hari Besar Setiap 30 Januari? Ada Hari Primata dan 3 Peringatan Lainnya

ILUSTRASI. WWF-Indonesia Percayakan AWS sebagai Penyedia Cloud untuk Mengakselerasi Program Penyelamatan Orangu (Dok/Edwin Giesbers / WWF)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Tanggal 30 Januari setiap tahunnya bukan termasuk hari libur nasional atau cuti bersama di Indonesia. Penanggalan ini memiliki makna penting melalui beberapa peringatan yang konsisten di tingkat nasional maupun internasional.

Keempat peringatan ini menunjukkan keragaman makna tanggal 30 Januari: dari upaya pelestarian alam, pembangunan karakter damai di sekolah, penghormatan terhadap pejuang non-kekerasan, hingga perayaan kecil yang menggembirakan.

Meski tidak libur, hari ini tetap layak diingat sebagai pengingat untuk lebih peduli lingkungan, menjunjung perdamaian, dan menikmati hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Momen ini sering dimanfaatkan untuk kampanye kesadaran lingkungan, pendidikan anti-kekerasan, serta refleksi atas perjuangan tokoh sejarah global.

Baca Juga: Fakta Es Gabus dari Hunkwe: Intip Sejarah Jajanan dari Tepung Kacang Hijau yang Unik

Hari Besar Setiap 30 Januari 

Berikut adalah penjelasan lengkap untuk masing-masing hari besar utama yang diperingati pada tanggal ini.

1. Hari Primata Indonesia

Hari Primata Indonesia diperingati setiap 30 Januari untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nasib primata endemik Indonesia yang semakin terancam punah. Peringatan ini diinisiasi oleh organisasi Protection of Forest & Fauna (ProFauna) dan mendapat dukungan luas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta komunitas konservasi.

Primata seperti orangutan Sumatera dan Kalimantan, siamang, lutung jawa, tarsius sulawesi, serta berbagai jenis gibbon menghadapi ancaman serius berupa deforestasi habitat, perburuan liar, dan perdagangan ilegal satwa.

Melalui hari ini, diharapkan masyarakat lebih memahami peran penting primata dalam ekosistem hutan tropis sebagai penyebar biji dan penjaga keseimbangan alam.Perayaan Hari Primata Indonesia biasanya melibatkan berbagai kegiatan edukatif dan aksi nyata, seperti seminar tentang konservasi primata, kampanye anti-perdagangan satwa liar di media sosial, kunjungan ke pusat rehabilitasi orangutan, serta penanaman pohon di area habitat primata.

KLHK sering menggelar program khusus, termasuk monitoring populasi primata dan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan satwa. Dengan meningkatnya kesadaran publik, diharapkan upaya pelestarian ini dapat mengurangi laju kepunahan dan menjaga keanekaragaman hayati Indonesia yang menjadi salah satu yang terkaya di dunia.

Baca Juga: Peringatan Hari Besar 28 Januari: Ada 3 Perayaan Penting Ini Sering Terlewatkan!

2. Hari Sekolah Tanpa Kekerasan dan Perdamaian (School Day of Non-violence and Peace)

Hari Sekolah Tanpa Kekerasan dan Perdamaian diperingati setiap 30 Januari sebagai inisiatif global untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Ditetapkan oleh organisasi pendidikan internasional, hari ini bertujuan mempromosikan nilai-nilai non-kekerasan, toleransi, dan perdamaian di kalangan siswa, guru, serta seluruh komunitas sekolah.

Di Indonesia, peringatan ini sering dikaitkan dengan program pendidikan karakter dan pencegahan bullying yang menjadi isu serius di banyak institusi pendidikan.Kegiatan peringatan biasanya mencakup seminar anti-bullying, workshop resolusi konflik secara damai, pembuatan mural atau poster bertema perdamaian, serta diskusi kelas tentang hak asasi manusia dan empati.

Banyak sekolah mengadakan deklarasi “sekolah damai” atau kampanye “zero tolerance terhadap kekerasan”, yang diharapkan dapat membentuk generasi muda yang lebih menghargai keragaman dan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan fisik maupun verbal. Di era digital saat ini, peringatan ini juga menekankan pentingnya mencegah cyberbullying dan membangun budaya saling menghormati di dunia maya.

Baca Juga: Hari Besar 29 Januari: Peringatan Wafatnya Jenderal Soedirman hingga Hari Arak Bali

3. Hari Martir (Martyrs' Day)

Hari Martir atau Martyrs' Day diperingati setiap 30 Januari khususnya di India untuk mengenang wafatnya Mahatma Gandhi, pemimpin perjuangan kemerdekaan India yang dibunuh pada tanggal yang sama tahun 1948 oleh seorang ekstremis. Hari ini ditetapkan sebagai hari nasional di India dengan agenda utama refleksi atas ajaran Gandhi tentang non-kekerasan (ahimsa), kebenaran (satya), dan perlawanan pasif terhadap penjajahan.

Upacara kenegaraan diadakan di Raj Ghat (tempat kremasi Gandhi) di New Delhi, diikuti doa bersama, pidato tentang nilai-nilai Gandhi, serta penghormatan kepada para martir perjuangan kemerdekaan.

Di luar India, termasuk Indonesia, peringatan ini kadang disebut dalam konteks sejarah global anti-kolonialisme dan inspirasi perjuangan damai. Ajaran Gandhi telah memengaruhi banyak tokoh dunia, termasuk di Indonesia yang juga memiliki sejarah perlawanan tanpa kekerasan terhadap penjajah.

Hari ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dicapai melalui keteguhan moral dan perdamaian, bukan kekerasan, serta mengajak masyarakat internasional untuk terus memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia dengan cara yang humanis.

Baca Juga: Daftar Hari Penting Februari 2026: Dari PETA hingga Peduli Sampah Nasional

4. Hari Croissant Nasional (National Croissant Day)

Hari Croissant Nasional diperingati setiap 30 Januari di Amerika Serikat sebagai perayaan ringan terhadap croissant, pastry khas Prancis yang terkenal dengan lapisan renyah dan tekstur lembut berlapis mentega. Meskipun berasal dari Austria (dikenal sebagai kipferl), croissant menjadi ikon kuliner Prancis dan menyebar secara global, termasuk menjadi favorit di banyak kedai roti dan kafe di Indonesia.

Hari ini tidak memiliki peringatan resmi di Indonesia, tetapi sering menjadi momen viral di media sosial dengan berbagai promo bakery, resep homemade, dan konten kuliner.Perayaan biasanya dilakukan dengan santai, seperti menikmati croissant segar bersama kopi, mencoba varian isi (cokelat, almond, ham & keju), atau mengikuti challenge baking di rumah.

Di era digital, banyak influencer dan akun makanan membagikan foto atau video croissant terbaik mereka, sehingga hari ini juga menjadi ajang promosi bagi usaha roti dan kafe lokal.

Meski ringan, peringatan ini mengingatkan kita akan kelezatan makanan sederhana yang mampu menyatukan orang melalui rasa dan budaya kuliner lintas negara.

Tonton: Aktivasi Akun Coretax DJP Tembus 12,5 Juta Wajib Pajak per 26 Januari 2026

 

Selanjutnya: Daftar Top Skor Liga Champions 2025/26 Terbaru: Mbappe Dekati Rekor Ronaldo

Menarik Dibaca: Jadwal Konser EXO PLANET #6 EXhOrizon di Jakarta 2026, Catat Tanggalnya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru