Fakta Es Gabus dari Hunkwe: Intip Sejarah Jajanan dari Tepung Kacang Hijau yang Unik

Rabu, 28 Januari 2026 | 10:22 WIB
Fakta Es Gabus dari Hunkwe: Intip Sejarah Jajanan dari Tepung Kacang Hijau yang Unik

ILUSTRASI. Resep es gabus (Youtube/MyPassionFruit Journey)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Mengenal asal-usul es gabus dari Hunkwe yang viral baru-baru ini. Pada Januari 2026, video viral menunjukkan Bapak Suderajat (49 tahun), pedagang es gabus keliling di Kemayoran, Jakarta Pusat, diinterogasi secara kasar oleh aparat (Bhabinkamtibmas dan Babinsa).

Melansir laporan kompas.com, tuduhan utamanya adalah es gabusnya diduga mengandung spons berbahaya karena teksturnya berpori dan kenyal.

Dalam video tersebut terlihat Es gabus diremas hingga tumpah. Bahkan, pihak Korban mengungkap adanya penganiayaan fisik. Pedagang terluka di pipi, nyeri bahu, dan mengalami trauma berat hingga sempat takut berjualan lagi.

Baca Juga: Mendikdasmen Ungkap Banyak Anggota DPR Lulusan Paket C, Apa Itu Paket C?

Tuduhan ini berawal dari laporan warga dan asumsi gegabah bahwa pori-pori pada es gabus mirip spons sintetis, tanpa pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu.

Tim Keamanan Pangan Polda Metro Jaya kemudian melakukan uji laboratorium dan menyimpulkan bahwa es gabus tersebut aman, layak konsumsi, dan murni terbuat dari tepung hunkwe bukan spons atau bahan berbahaya.

Tekstur berpori dan kenyal justru merupakan ciri khas autentik dari hunkwe yang bercampur santan dan mengembang saat dibekukan. Aparat akhirnya meminta maaf secara terbuka, dan ada upaya ganti rugi, meskipun dampak psikologis dan ekonomi bagi pedagang sudah terlanjur terjadi.

Baca Juga: BMKG dan BNPB Modifikasi Cuaca di Lokasi Bencana Sumatera, Apa Itu?

Lalu, seperti apa sejarah dari es gabus dari Hunkwe ini? Intip asal-usul menarik latar belakangnya.

Asal Usul dan Proses Pembuatan

Melansir laman Baking World, Hunkwe (atau tepung hun kwe/hunkue) adalah tepung pati murni yang diekstrak dari kacang hijau (mung bean starch). Berbeda dengan tepung kacang hijau biasa yang digiling utuh, hunkwe hanya mengambil bagian patinya saja melalui proses perendaman lama, pemisahan kulit ari, penggilingan, pengendapan, dan pengeringan.

Hasilnya adalah tepung berwarna putih bersih, bertekstur sedikit kasar, dengan aroma khas kacang hijau yang harum saat dimasak.

Bahan ini berasal dari pengaruh kuliner Tionghoa (khususnya dialek Hokkien: 粉粿 – hún-kué), yang masuk ke Nusantara sejak berabad-abad lalu melalui pedagang dan imigran.

Baca Juga: Apa Itu Siskohatkes dari Kemenag? Berikut Fungsinya untuk Jemaah Haji

Karakteristik dan Keunggulan

Saat dicampur air dan dipanaskan, hunkwe menghasilkan adonan yang sangat kenyal, licin, transparan, dan bouncy setelah didinginkan—tekstur yang sulit ditiru oleh bahan lain seperti maizena (lebih creamy) atau tepung beras (lebih rapuh).

  • Keunggulan hunkwe meliputi: Bebas gluten, aman bagi penderita celiac atau yang menghindari gluten.
  • Kaya nutrisi dari kacang hijau: protein nabati, fosfor, kalsium, zat besi, serta baik untuk pencernaan dan menjaga suhu tubuh di iklim tropis.
  • Rasa netral yang mudah menyerap aroma santan, pandan, gula merah, atau buah. Tekstur tahan lama, tidak mudah meleleh meski dicampur es.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pulihkan Nama Baik Ira Puspadewi: Apa Itu Rehabilitasi?

Peran dalam Kuliner Indonesia

Hunkwe menjadi bahan utama berbagai jajanan pasar tradisional, terutama untuk konsumsi dalam keadaan dingin.

Ada kuliner seperti Es gabus / es hun kwe (berlapis warna-warni, berpori seperti busa gabus), Es cendol/dawet (butiran hijau kenyal), es selendang mayang, es gabus bakar, kue talam, nagasari, ongol-ongol, cente manis, dan puding hunkwe.

Jajanan ini populer sejak masa penjajahan Belanda, merajai masa kecil generasi 80-90an, dan kini semakin langka karena kalah saing dengan dessert modern.

Demikian informasi mengenai asal-usul hunkwe yang beraal tepung pati murni dari kacang hijau, yang masuk ke Nusantara melalui pengaruh kuliner Tionghoa. 

Tonton: Armada Tempur AS Tiba di Timur Tengah, Trump Mengaku Ditelepon Iran Berkali-kali

Selanjutnya: Hari Besar 29 Januari: Peringatan Wafatnya Jenderal Soedirman hingga Hari Arak Bali

Menarik Dibaca: Darurat Virus Nipah di India, Waspadai Gejala & Bahaya Kematian yang Mengintai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru