Hari Besar 29 Januari: Peringatan Wafatnya Jenderal Soedirman hingga Hari Arak Bali

Rabu, 28 Januari 2026 | 10:21 WIB
Hari Besar 29 Januari: Peringatan Wafatnya Jenderal Soedirman hingga Hari Arak Bali

ILUSTRASI. Jenderal Soedirman (Dok/Padma Pictures)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak daftar hari besar setiap 29 Januari. Tanggal 29 Januari setiap tahunnya bukan hari libur nasional atau cuti bersama di Indonesia (termasuk pada tahun 2026 yang jatuh pada hari Kamis berdasarkan SKB 3 Menteri).

Ada Hari Peringatan Wafat Panglima Besar Jenderal Sudirman, Hari Arak Bali, hingga Puzzle Internasional. Hari tersebut memiliki makna penting melalui beberapa peringatan bersejarah, budaya, dan internasional.

Ketiga peringatan ini menunjukkan penghormatan terhadap pahlawan nasional, pelestarian budaya daerah, hingga stimulasi intelektual global.

Meski tidak libur, hari ini tetap layak diingat sebagai pengingat nilai sejarah, budaya, dan kecerdasan manusia.

Baca Juga: Apa Itu Ikrar Pelajar Indonesia saat Upacara? Ini 5 Fondasi Siswa Wajib Dipahami

Hari Besar 29 Januari

Berikut adalah tiga hari besar utama yang diperingati pada tanggal ini, masing-masing dengan penjelasan lengkap.

1. Hari Peringatan Wafat Panglima Besar Jenderal Sudirman

Melansir laman Kemenbud, tanggal 29 Januari diperingati sebagai Hari Peringatan Wafat Panglima Besar Jenderal Sudirman, mengenang gugurnya salah satu pahlawan nasional terbesar Indonesia.

Jenderal Besar Raden Soedirman wafat pada 29 Januari 1950 di Magelang, Jawa Tengah, akibat penyakit tuberkulosis yang dideritanya selama bertahun-tahun, terutama saat memimpin perjuangan gerilya melawan agresi militer Belanda (Agresi Militer I dan II).

Lahir pada 24 Januari 1916 di Purbalingga dari keluarga sederhana, beliau awalnya adalah guru Muhammadiyah di Cilacap sebelum bergabung dalam perjuangan kemerdekaan.

Pada usia 29 tahun, ia diangkat menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR, cikal bakal TNI) melalui Konferensi TKR di Yogyakarta pada 12 November 1945. Meski sakit parah, Sudirman tetap memimpin gerilya selama tujuh bulan penuh, menolak menyerah, dan menjadi simbol keteguhan, kepemimpinan, serta pengorbanan tertinggi bagi bangsa.

Peringatan ini biasanya diisi dengan upacara kenegaraan di berbagai kesatuan TNI, ziarah ke makamnya di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta, serta kegiatan edukasi sejarah di sekolah dan masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai patriotisme serta semangat juang kepada generasi muda.

Baca Juga: Daftar Hari Penting Februari 2026: Dari PETA hingga Peduli Sampah Nasional

2. Hari Arak Bali

Di Provinsi Bali, 29 Januari diperingati sebagai Hari Arak Bali, sebuah hari khusus yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Bali Wayan Koster Nomor 929/03-I/HK/2022.

Penetapan ini bertujuan untuk melindungi, memberdayakan, dan meningkatkan nilai harkat serta martabat arak Bali sebagai warisan budaya leluhur yang telah diakui secara nasional sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui SK Nomor 414/P/2022.

Arak Bali adalah minuman tradisional hasil fermentasi dan distilasi nira kelapa, aren, atau lontar yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Bali, baik dalam upacara adat, ritual keagamaan, maupun sebagai produk ekonomi lokal.

Perayaan Hari Arak Bali meliputi festival, pameran produk arak tradisional hingga varian modern, diskusi bersama petani, penyuling, dan pemangku kepentingan, serta promosi wisata budaya berbasis kearifan lokal.

Kegiatan ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mendukung perekonomian petani dan pelaku usaha kecil di Bali, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah dalam konteks nasional.

Baca Juga: Peringatan Hari Besar 28 Januari: Ada 3 Perayaan Penting Ini Sering Terlewatkan!

3. Hari Puzzle Internasional (International Puzzle Day)

Secara internasional, 29 Januari dikenal sebagai Hari Puzzle Internasional atau National Puzzle Day (terutama di Amerika Serikat).

Hari ini dirayakan sejak tahun 1995, berawal dari inisiatif Jodi Jill, seorang penulis dan pencipta puzzle, yang pada ulang tahunnya setiap 29 Januari membagikan puzzle gratis kepada teman-temannya. Ide tersebut berkembang menjadi hari resmi pada 1994 dan semakin populer sejak awal 2000-an.

Hari Puzzle Internasional merayakan berbagai jenis permainan puzzle, mulai dari jigsaw puzzle, sudoku, teka-teki silang, Rubik's Cube, hingga puzzle logika dan permainan otak lainnya.

Tujuannya adalah menghargai puzzle sebagai sarana efektif untuk melatih kreativitas, kemampuan berpikir logis, konsentrasi, memori, serta kesehatan otak secara keseluruhan.

Perayaan biasanya dilakukan melalui kompetisi daring atau offline, puzzle party bersama keluarga dan teman, berbagi pengalaman memecahkan teka-teki di media sosial, serta promosi puzzle sebagai aktivitas edukatif dan relaksasi yang menyenangkan.

Di era digital saat ini, hari ini juga menjadi ajang bagi pengembang aplikasi puzzle untuk meluncurkan fitur baru atau tantangan spesial.

Tonton: Blokir 2 Juta Konten Judi Online pada 2025, Apa Rencana Kemenkomdigi Selanjutnya?

Selanjutnya: Intip Kurs Transaksi BI Hari Ini Rabu (28/1): Dolar AS Kini Sentuh Rp16.885,01

Menarik Dibaca: Darurat Virus Nipah di India, Waspadai Gejala & Bahaya Kematian yang Mengintai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru