Peringatan Hari Besar 31 Januari: Ada Harlah NU Hingga Hari Zebra

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:38 WIB
Peringatan Hari Besar 31 Januari: Ada Harlah NU Hingga Hari Zebra

ILUSTRASI. Taman Safari Indonesia (KONTAN/Baihaki)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Cek hari besar setiap tanggal 31 Januari 2026. Tanggal 31 Januari selalu menjadi hari yang kaya makna, di mana berbagai peringatan penting bertemu dalam satu kalender, dari momen keagamaan dan kebangsaan di Indonesia hingga isu global lingkungan, budaya, serta kemanusiaan.

Di tanah air, tanggal ini paling menonjol sebagai Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU), menandai satu abad perjalanan organisasi Islam terbesar sejak 31 Januari 1926, dengan tema besar 'Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia' pada 2026 ini.

Secara internasional, hari yang sama juga merayakan Hari Zebra Internasional untuk kesadaran konservasi satwa ikonik Afrika, Hari Wayang Internasional sebagai penghormatan warisan budaya UNESCO Indonesia, serta Hari Anak-Anak Jalanan Internasional yang mengingatkan perlindungan hak anak rentan di seluruh dunia.

Baca Juga: Hari Primata Indonesia Setiap 30 Januari: Aksi Kolektif Selamatkan Satwa

Di samping itu, ada pula observasi ringan seperti Hari Cokelat Panas Nasional atau Hari Menginspirasi Hati dengan Seni yang mengajak menikmati hal-hal sederhana.

Momentum 31 Januari ini mengajak merefleksikan nilai-nilai persatuan, pelestarian alam, budaya, dan kemanusiaan, sebuah hari yang mengingatkan betapa beragamnya cara dunia memperingati kemajuan dan tantangan bersama.

Berikut latar belakang setiap hari besar 31 Januari yang penuh makna.

Baca Juga: PBNU Buka Pendaftaran Beasiswa ke Maroko 2026, Ini Syarat & Link Daftar

Hari Besar 31 Januari

1. Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU)

Melansir laman NU, Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) merupakan peringatan paling signifikan di Indonesia pada tanggal 31 Januari, menandai berdirinya organisasi Islam terbesar di tanah air pada 31 Januari 1926 (bertepatan dengan 16 Rajab 1344 H) oleh para ulama seperti KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahab Chasbullah. Setiap tahun, NU memperingati dua versi: kalender Masehi (31 Januari) dan Hijriah.

Pada 2026, ini menjadi momen bersejarah Harlah ke-1 Abad (100 tahun versi Masehi) dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”, yang menekankan komitmen NU menjaga kemerdekaan bangsa dan membangun peradaban mulia berbasis nilai Islam moderat.

Puncak acara digelar di Istora Senayan (Gelora Bung Karno), Jakarta, mulai pukul 06.00 WIB, meliputi istighosah kubro, doa bersama, pidato Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, taujihat Rais ‘Aam PBNU, serta rapat akbar. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir memberikan amanat, menunjukkan dukungan pemerintah terhadap peran NU dalam kehidupan berbangsa.

Momentum ini menjadi ajakan refleksi, syukur, dan semangat baru bagi jutaan nahdliyin untuk terus berkontribusi bagi umat dan negara.

Baca Juga: Fakta Es Gabus dari Hunkwe: Intip Sejarah Jajanan dari Tepung Kacang Hijau yang Unik

2. Hari Zebra Internasional (International Zebra Day)

Mengutip National Today, International Zebra Day diperingati setiap 31 Januari sebagai upaya global meningkatkan kesadaran tentang konservasi zebra, hewan ikonik Afrika dengan pola garis hitam-putih yang unik. Ada tiga spesies utama: zebra dataran (plains zebra) yang relatif stabil, zebra gunung (mountain zebra) yang terancam, dan zebra Grevy's yang paling langka dan berstatus endangered dengan populasi tersisa sekitar ribuan ekor.

Ancaman utama termasuk hilangnya habitat akibat pembangunan manusia, perburuan, konflik dengan peternak, serta penyakit seperti anthrax yang dibawa ternak. Hari ini mendorong aksi nyata seperti donasi ke organisasi konservasi, dukungan terhadap taman nasional di Afrika, dan pilihan hidup berkelanjutan untuk melindungi ekosistem savana.

Zebra berperan penting sebagai penjaga keseimbangan alam melalui penggembalaan yang membantu pertumbuhan rumput dan pencegahan kebakaran. Dengan merayakan hari ini, masyarakat dunia diajak memahami bahwa melindungi zebra berarti menjaga biodiversitas Afrika secara keseluruhan.

Baca Juga: Hari Besar 29 Januari: Peringatan Wafatnya Jenderal Soedirman hingga Hari Arak Bali

3. Hari Wayang Internasional (International Wayang Day)

Hari Wayang Internasional diperingati pada 31 Januari untuk merayakan seni pertunjukan wayang sebagai warisan budaya takbenda Indonesia yang diakui UNESCO sejak 2003 (awalnya sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity, kemudian masuk Representative List pada 2008).

Wayang mencakup berbagai bentuk seperti wayang kulit (bayangan dari kulit kerbau), wayang golek (boneka kayu tiga dimensi), wayang orang, dan lainnya, berasal dari Pulau Jawa dan menyebar ke Bali serta pulau lain.

Seni ini berfungsi sebagai media pendidikan moral, filosofi hidup, hiburan, serta penyampaian nilai-nilai keagamaan dan sosial melalui cerita epik seperti Ramayana dan Mahabharata yang sering diadaptasi dengan konteks lokal. Pertunjukan wayang biasanya dipimpin dalang yang mahir mengendalikan boneka, diiringi gamelan, dan bisa berlangsung semalaman. Pengakuan UNESCO menegaskan wayang sebagai bentuk storytelling kuno yang kaya makna, membantu pelestarian tradisi di tengah modernisasi.

Hari ini menjadi ajakan untuk menonton, mempelajari, dan mendukung pewayangan agar tetap hidup sebagai identitas budaya bangsa.

Baca Juga: Daftar Hari Penting Februari 2026: Dari PETA hingga Peduli Sampah Nasional

4. Hari Anak-Anak Jalanan Internasional (International Street Children's Day)

International Street Children's Day diperingati pada 31 Januari untuk mengakui kemanusiaan, martabat, dan ketangguhan anak-anak jalanan di seluruh dunia yang menghadapi kesulitan luar biasa.

Hari ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang jutaan anak yang hidup atau bekerja di jalanan akibat kemiskinan, konflik, kekerasan rumah tangga, atau bencana, serta mendorong perlindungan hak-hak mereka sesuai Konvensi Hak Anak PBB.

Sejak digagas oleh Consortium for Street Children (CSC) sekitar 2011, kampanye fokus pada "4 Steps to Equality" agar pemerintah memastikan akses pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan partisipasi bagi anak jalanan.

Acara global meliputi advokasi, kampanye media, dan kegiatan dukungan dari organisasi non-pemerintah untuk memberikan suara kepada anak-anak tersebut. Hari ini menekankan bahwa anak jalanan bukan masalah sosial semata, melainkan individu yang berhak atas kesempatan sama seperti anak lain.

Dengan peringatan ini, diharapkan terjadi kolaborasi internasional untuk mengurangi jumlah anak jalanan dan membangun masyarakat yang lebih inklusif.

Tonton: Indonesia Terima 3 Jet Tempur Rafale Perancis, Langsung Ditempatkan di Pekanbaru

Selanjutnya: Cek Tema dan Logo Harlah ke-1 Abad NU pada 31 Januari 2026

Menarik Dibaca: Nubia V80 Max: HP 1 Jutaan, Baterai 6000mAh Tahan Banting

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru