Resesi Ekonomi: Pengertian, Penyebab, dan Dampak yang DItimbulkan

Kamis, 13 Oktober 2022 | 12:49 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Resesi Ekonomi: Pengertian, Penyebab, dan Dampak yang DItimbulkan

ILUSTRASI. Resesi Ekonomi: Pengertian, Penyebab, dan Dampak yang DItimbulkan.


KONTAN.CO.ID -  Menjelang awal tahun 2023, ancaman resesi ekonomi global mengancam banyak negara di dunia

Bersumber dari pemberitaan Kontan.co.id (12/10), Presiden Joko Widodo atau dikenal dengan Jokowi mengungkapkan ada 28 negara yang sedang mengantre untuk meminta bantuan dari Dana Moneter Internasional atau IMF. 

Namun apa sebenarnya resesi ekonomi tersebut dan apa saja dampaknya bagi kehidupan masyarakat?

Melansir dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mojokerto, resesi adalah penurunan signifikan dalam aktivitas ekonomi yang tersebar di seluruh ekonomi, berlangsung lebih dari beberapa bulan. 

Penurunan biasanya terlihat pada Produk Domestik Bruto (PDB) menurun, lapangan kerja menurun, hingga pertumbuhan ekonomi riil yang bernilai negatil selama enam bulan atau dua kuartal berturut-turut. 

Baca Juga: Ini Jadwal Libur Nasional 2023 & Libur Sekolah Semester Genap dan Ganjil

Penyebab dan ciri-ciri resesi ekonomi

Kondisi penurunan ekonomi ini tentu terjadi dikarenakan beberapa sebab. Bersumber dari situs OCBC NISP, penyebab dari resesi ekonomi suatu negara diantaranya:

  • Suku bunga tinggi
  • Guncangan ekonomi
  • Kepercayaan investor yang hilang
  • Inflasi
  • Deflasi
  • Gelembung aset

Selain penyebab resesi yang perlu diketahui, Anda juga perlu mengetahui ciri-ciri dari fenomena ini, yakni:

1. Ekspor lebih kecil dibandingkan impor. 

Saat ekspor suatu negara lebih kecil dibandingkan impor, maka akan meningkatkan risiko defisit anggaran. Imbasnya, pendapatan nasional turun dan risiko resesi akan semakin naik. 

2. Pertumbuhan ekonomi menurun selama 2 kuartal berturut-turut

Menurunnya perekonomian ini biasanya disebabkan oleh faktor-faktor berikut:

  • Investasi tidak stabil
  • Pendapatan nasional
  • Konsumsi
  • Pengeluaran
  • Ekspor-impor

3. Ketidakseimbangan produksi dan konsumsi

Tingkat konsumsi yang tinggi menyebabkan impor menjadi lebih banyak. Imbasnya, pengeluaran akan membengkak dan menyebabkan keuntungan perusahaan lokal menipis. 

4. Pengangguran bertambah

Angka pengangguran yang terus naik akibat lapangan pekerjaan menipis menjadi salah satu ciri dari resesi. Kondisi ini menunjukkan lemahnya ekonomi suatu negara dan dapat memicu naiknya angka kriminalitas. 

Jika kasus kriminal meningkat, membuat kepercayaan investor menurun dikarenakan tatanan sosial dan keamanan kacau. 

Baca Juga: Lowongan Kerja Terbaru BUMN PLN Tahun 2022, Simak Syarat Daftarnya

Dampak resesi ekonomi

Pelemahan ekonomi membawa dampak tidak hanya pada masyarakat saja, namun juga pemerintah dan pengusaha. 

Dampak, dampak yang timbul akibat resesi ekonomi, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni:

1. Berkurangnya kapasitas produksi perusahaan sehingga terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bahkan menutup operasional perusahaan. 

2. Penurunan instrumen investasi sehingga penempatan dana investor lebih banyak dalam bentuk investasi yang aman.

3. Melemahnya daya beli masyarakat karena mereka lebih selektif membelanjakan uang dan fokus untuk memenuhi kebutuhan pokok terlebih dahulu. 

4. Pendapatan negara berupa pajak dan non-pajak menurun sehingga jumlah PPN ke kas menjadi rendah.

5. Masyarakat terancam kehilangan pekerjaan akibat PHK atau sulit mendapatkan pekerjaan karena lapangan kerja menurun.

6. Pemerintah perlu membuka lapangan kerja, namun di sisi lain pendapatan negara sedang menurun. Hal ini menyebabkan pinjaman ke bank asing meningkat. 

Demikian pengertian tentang resesi ekonomi, penyebab, dan dampak yang ditimbulkan. Mulai sekarang, sebaiknya Anda mulai mempersiapkan beberapa langkah preventif untuk menghadapi resesi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru