Sejarah dan Mitos Friday The 13th yang Dianggap sebagai Hari Sial dan Terkutuk

Jumat, 13 Januari 2023 | 10:27 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Sejarah dan Mitos Friday The 13th yang Dianggap sebagai Hari Sial dan Terkutuk

ILUSTRASI. Friday The 13th.


KONTAN.CO.ID - Hari ini, Jumat 13 Januari 2023 adalah Friday the 13th atau tanggal 13 yang jatuh pada Hari Jumat. Friday the 13th adalah peristiwa tanggal 13 yang jatuh bertepatan dengan Hari Jumat.

Banyak mitos Friday the 13th yang dipercaya banyak orang sebagai hari yang dikutuk. Di negara Barat, Friday the 13th juga dianggap sebagai hari yang sial dan selalu membawa petaka.

Mitos-mitos tersebut pun juga menjadi peluang oleh sineas Hollywood untuk menjadikannya film berjudul sama yakni Friday The 13th.  

Film Friday The 13th berkisah tentang pembantaian yang dilakukan oleh Jason Voorhees.  

Lantas, kenapa Friday the 13th diyakini sebagai hari yang sial dan terkutuk?

Baca Juga: Hari ini, penderita paraskevidekatriaphobia mengalami ketakutan ekstrem, apa itu?

Mengenal sejarah Friday the 13th

Friday The 13th

Dirangkum dari laman The Indepedent, ada sejumlah sejarah dan mitos Friday the 13th, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Kutukan Kesatria Templar

Peristiwa yang diyakini sebagai sejarah Friday the 13th adalah ketika pada Jumat, 13 Oktober 1307, Raja Prancis Philip IV menangkap ratusan Kesatria Templar.

Jaksa mendakwa Kesatria Templar dengan tuduhan meludah di kayu salib, menyangkal Kristus dan terlibat dalam tindakan homoseksual. Sehingga, para Kesatria Templar ini pun ditangkap kemudian dibakar di tiang pancang di Paris.

Lalu, salah satu kesatria yang dibakar di depan Katedral Notre Dame, Jacques de Molay meneriakkan sebuah kutukan.  “Tuhan tahu siapa yang salah dan telah berdosa.

Malapetaka akan segera terjadi pada mereka yang telah menghukum mati kita," teriak Jacques de Molay.  Peristiwa tersebut menurut tradisi, membuat setiap tanggal 13 di Hari Jumat atau Friday the 13th berarti nasib buruk bagi semua orang.  

Baca Juga: ​Mengenal paraskevidekatriaphobia, ketakutan ekstrem terhadap Friday the 13th

Friday the 13th

2. Perjamuan Kristus

Peristiwa lainnya yang menjadi sejarah Friday the 13th adalah Perjamuan Terakhir. Perjamuan Terakhir dihadiri oleh 13 orang yakni Yesus Kristus dan 12 muridnya pada Kamis Putih, malam sebelum penyaliban pada Jumat Agung.

Dalam kisah itu, banyak orang meyakini tamu ke-13 adalah Yudas Iskariot, murid Yesus yang berkhianat. Oleh karena itu, angka 13 dikaitkan dengan Yudas Iskariot, pengkhianat Kristus.

Serta dianggap tidak baik dibandingkan dengan angka 12, yang mewakili jumlah bulan dalam setahun. Selain itu, hari Jumat sering kali disebut sebagai hari kemalangan.

Baca Juga: Arti CMIIW, WDYM, TBH, dan 52 Singkatan Chat dalam Bahasa Inggris Lainnya

Dilandasi oleh peristiwa penyaliban Yesus yang terjadi pada Jumat Agung. Kemudian, Adam dan Hawa juga dikisahkan memakan buah khuldi pada hari Jumat hingga mereka jatuh ke dalam lubang dosa.

Gabungan di antaranya keduanya, hari Jumat dan angka 13, dinilai sebagai kesialan yang datang berlipat ganda. Kepercayaan akan kombinasi ini atau dikenal sebagai Friday the 13th dimulai sejak era Victoria.

Sementara di negara-negara berbahasa Spanyol dan Yunani, hari Selasa tanggal 13 dianggap sial, dan di Italia adalah hari Jumat tanggal 17.

Dan, ketakutan irasional terhadap tanggal dikenal sebagai paraskevidekatriaphobia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru