Solar flare atau suar matahari dapat merusak lapisan Ozon Bumi? Yuk cari tahu

Jumat, 26 November 2021 | 11:50 WIB   Penulis: Arif Budianto
Solar flare atau suar matahari dapat merusak lapisan Ozon Bumi? Yuk cari tahu

ILUSTRASI. Solar flare atau suar matahari dapat merusak lapisan Ozon Bumi? Yuk cari tahu


KONTAN.CO.ID - Bisakah suar matahari merusak lapisan ozon bumi? Yuk cari tahu, apa itu solar flare atau suar matahari, hingga dampak terhadap kerusakan lapisan Ozon Bumi.

Matahari merupakan bagian yang sangat penting dari tata surya. Dikatakan sebagai pusat tata surya, semua planet berputar mengelilingi matahari di jalurnya masing-masing.

Terlepas dari apa yang kita ketahui tentang matahari secara umum, banyak misteri tetap berada di pusat tata surya ini.

Mengutip dari Science Times, laporan terbaru menyebutkan bahwa badai matahari dan cuaca mulai mendekati Bumi. Tak heran, para ilmuwan sangat tertarik mempelajari suasana matahari.

Tapi tahukah Anda apa itu solar flare atau suar matahari? Bagaimana dengan Bumi? Mari cari tahu informasi lebih lanjut tentang solar flare atau suar matahari, di sini.

Baca Juga: Setelah NASA meluncurkan DART, apakah Bumi aman dari ancaman asteroid?

Solar Dynamics Observatory NASA memperlihatkan penampakan matahari aktif mengeluarkan semburan api pa

Suar matahari (solar flare)

Suar matahari atau solar flare sebenarnya adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dapat melepaskan energi sebesar 6 x 1025 joule. Ledakan radiasi matahari ini tidak dapat melewati atmosfer bumi yang secara khusus mempengaruhi penghuninya, termasuk manusia.

Suar matahari ini juga mempengaruhi semua lapisan atmosfer Matahari itu sendiri. Seperti fotosfer, korona dan juga kromosfer.

Sebagian besar ledakan terjadi di wilayah aktif di sekitar bintik matahari.

Namun, sinar-X dan radiasi ultraviolet yang dipancarkan oleh semburan matahari dapat mempengaruhi ionosfer Bumi dan mengganggu komunikasi radio dan satelit.

Richard Christopher Carrington, seorang astronom, pertama kali mengamati suar matahari pada tahun 1859.

Baca Juga: Inilah fenomena astronomi yang terjadi sepanjang pekan terakhir November 2021

Editor: Arif Budianto

Terbaru