Ada Nama Sri Mulyani Sebagai Governing Board, Apa Itu Gates Foundation?

Rabu, 14 Januari 2026 | 11:12 WIB
Ada Nama Sri Mulyani Sebagai Governing Board, Apa Itu Gates Foundation?

ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani (KONTAN/Nurtiandriyani Simamora)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Mengenap Gates Foundation yang merekrut Sri Mulyani menjadi Dewan Pengurus. Di tengah meningkatnya peran filantropi global dalam menjawab tantangan kemiskinan, kesehatan, dan ketimpangan pembangunan, Gates Foundation terus menjadi aktor kunci dalam mendorong solusi berskala internasional.

Kiprah yayasan filantropi terbesar di dunia ini kembali menjadi sorotan seiring masuknya tokoh ekonomi Indonesia ke dalam jajaran pengurusnya.

Hal ini menandai semakin kuatnya keterlibatan negara berkembang dalam pengambilan keputusan strategis yang berdampak global.

Lalu, seperti apa profil dari yayasan amal ini? Cek perjalanan dari Gates Foundation.

Baca Juga: Transportasi Publik Terbaik di Asia, Cek Posisi Indonesia di Daftar Top 10

Profil Gates Foundation

Melansir laman Gates Foundation, Yayasan ini sebelumnya bernama Bill & Melinda Gates Foundation, merupakan salah satu yayasan filantropi swasta terbesar di dunia. Gates Foundation didirikan pada tahun 2000 oleh Bill Gates, pendiri Microsoft, bersama Melinda French Gates.

Berkantor pusat di Seattle, Washington, Amerika Serikat, Gates Foundation berangkat dari keyakinan bahwa setiap manusia memiliki nilai yang sama dan berhak memperoleh kehidupan yang sehat serta produktif, tanpa memandang latar belakang sosial maupun geografis.

Fokus dan Bidang Program

Sejak berdiri, Gates Foundation telah menyalurkan dana filantropi dalam skala global untuk menangani berbagai persoalan mendasar.

Program utamanya meliputi pemberantasan penyakit menular seperti malaria, polio, HIV/AIDS, dan tuberkulosis; peningkatan kesehatan ibu dan anak; pengentasan kemiskinan ekstrem; serta penguatan sektor pertanian dan pendidikan di negara berkembang.

Hingga akhir 2024, total aset yayasan tercatat sekitar USD 77,2 miliar, sementara akumulasi hibah dan belanja amal yang telah disalurkan melampaui USD 100 miliar.

Baca Juga: Mengenal Iranan Rial: Mata Uang Iran yang Kini Sentuh Nilai Tukar 0 Euro

Sumber Pendanaan dan Perubahan Nama

Pendanaan Gates Foundation terutama berasal dari kontribusi pribadi Bill Gates dan Melinda French Gates, serta komitmen jangka panjang dari investor ternama Warren Buffett.

Pada tahun 2025, nama yayasan secara resmi disederhanakan menjadi Gates Foundation sebagai bentuk penghormatan terhadap Bill Gates Sr. serta kontribusi Melinda French Gates.

Meski demikian, Melinda telah mengundurkan diri dari struktur kepemimpinan sejak 2024 untuk memfokuskan diri pada yayasan filantropinya sendiri.

Baca Juga: Peringatan Setiap 14 Januari: Hari Logika hingga Perayaan Layang-Layang

Peran Sri Mulyani Indrawati di Gates Foundation

Pada 12 Januari 2026, Gates Foundation mengumumkan pengangkatan Dr. Sri Mulyani Indrawati sebagai anggota Governing Board atau Dewan Pengurus. Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia periode 2016–2025 ini menjadi salah satu wakil dari negara berkembang dalam jajaran pengambil keputusan strategis yayasan.

Ia bergabung dengan tokoh global lain, termasuk Bill Gates, CEO Gates Foundation Mark Suzman, Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, dan Ashish Dhawan.

Pengangkatan Sri Mulyani dinilai strategis mengingat pengalamannya yang luas sebagai ekonom global, termasuk perannya sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia pada periode 2010–2016.

Rekam jejaknya dalam reformasi kebijakan fiskal, pengelolaan keuangan negara, dan pembangunan inklusif menjadi nilai tambah penting bagi yayasan. CEO Mark Suzman menegaskan bahwa keahlian Sri Mulyani dalam mendorong hasil ekonomi yang adil akan sangat berkontribusi terhadap visi jangka panjang Gates Foundation.

Baca Juga: Hari Tuli Nasional 11 Januari: Sejarah Panjang Diakuinya BISINDO

Arah dan Tantangan ke Depan

Penugasan Sri Mulyani berlangsung pada fase krusial Gates Foundation, seiring komitmen Bill Gates untuk mengalokasikan seluruh dana abadi yayasan dalam kurun sekitar 20 tahun ke depan hingga 2045.

Fokus utamanya mencakup tiga target besar: menekan angka kematian ibu dan bayi yang dapat dicegah, membebaskan generasi mendatang dari penyakit menular mematikan, serta mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan menuju kesejahteraan.

Kehadiran Sri Mulyani di Dewan Pengurus Gates Foundation memperkuat representasi perspektif negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam pengambilan keputusan filantropi global.

Hal ini sekaligus menandai babak baru kiprah internasional Sri Mulyani sebagai salah satu tokoh ekonomi paling berpengaruh di dunia, dengan peran strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

Tonton: Istana Tegaskan Prabowo Ingin Pembangunan IKN Dilanjutkan

Selanjutnya: Sektor Perbankan Diprediksi Pulih pada 2026, Begini Rekomendasi Sahamnya

Menarik Dibaca: Diskon Starbucks Terbatas: Promo 2 Minuman Grande Hemat 55% Pakai BCA Hari Ini Saja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru