Bumi akan berada di titik terjauhnya dari matahari pada 6 Juli, apa dampaknya?

Sabtu, 03 Juli 2021 | 09:49 WIB Sumber: Kompas.com
Bumi akan berada di titik terjauhnya dari matahari pada 6 Juli, apa dampaknya?

Di sisi lain, dalam rentang waktu sejak satu dekade terakhir sampai satu dekade mendatang, fenomena Aphelion dan Perihelion terjadi sekitar 13-15 kali, setelah titik balik (solstis) Matahari. 

Fenomena ini juga memengaruhi pada durasi panjangnya empat musim di Bumi. Pada 1248, Perihelion bertepatan dengan titik balik selatan Matahari (saat itu tanggal 15 Desember dalam Kalender Julian), sedangkan Aphelion bertepatan dengan titik balik utara Matahari (saat itu tanggal 15 Juni dalam kalender Julian). 

Hal ini menyebabkan durasi musim gugur astronomis di belahan utara (ekuinoks September ke solstis Desember) sama dengan durasi musim dingin astronomis di belahan utara (dari solstis Desember ke ekuinoks Maret). 

Demikian halnya dengan durasi musim semi astronomis di belahan utara (dari ekuinoks Maret ke solstis Juni) dan durasi musim panas astronomis di belahan utara (dari solstis Juni ke ekuinoks September).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fenomena Aphelion 6 Juli, Bumi Berada di Titik Terjauh dari Matahari, Apa Dampaknya?"
Penulis : Retia Kartika Dewi
Editor : Rendika Ferri Kurniawan

 

Selanjutnya: Terjadi 195 tahun sekali, ini lokasi melihat Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021

 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru