Efeknya buruk buat anak, ini tanda-tanda Anda tergolong orangtua narsis

Rabu, 06 Januari 2021 | 21:20 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Efeknya buruk buat anak, ini tanda-tanda Anda tergolong orangtua narsis

KONTAN.CO.ID - Orangtua yang memiliki sifat narsis atau narsistik memiliki pola asuh yang berdampak buruk pada anak. 

Mengutip dari Forbes, anak yang tumbuh dengan orangtua narsis biasanya rendah diri. Anak-anak cenderung berpikiran bahwa mereka tidak cukup baik dalam hal apapun. 

Kondisi ini bisa berpengaruh buruk pada kesehatan mental mereka dan sosial. Pola asuh dari orangtua narsis berdampak pada cara anak berkomunikasi dan berpikir. 

Secara tidak sadar beberapa orangtua masuk dalam kategori narsistik. 

Ada baiknya Anda sadar tanda-tanda dari jenis orangtua ini. Hal ini bisa mencegah agar pola asuh Anda tidak berpengaruh buruk pada anak. 

Baca Juga: Catat! Inilah jadwal terbaru dan jenis imunisasi untuk anak dari IDAI

Berikut tanda-tanda orangtua narsis yang perlu Anda ketahui. Daftar di bawah ini dihimpun dari Psychology Today dan Medium:

  • Kurang empati

Orangtua yang narsistik cenderung memanfaatkan anak untuk ememnuhi hasrat pribadi. Mereka membentuk dan mengarahkan anak untuk memenuhi impian orangtua. 

Orangtua narsis cenderung mengabaikan keinginan dan pendapat anak. Apa yang dirasakan dan diinginkan orangtua merupakan hal yang mutlak. Akibatnya perasaan dan keinginan anak tidak dipertimbangkan. 

  • Merendahkan anak

Secara tidak sadar Anda menganggap rendah anak. Orangtua cenderung membangun sebuah pemikiran palsu dimana orangtua selalu benar. 

Orangtua menganggap anak lebih rendah dibanding mereka. Segala bentuk pendapat dianggap tidak benar selain pendapat orangtua. 

Pemikiran ini mengarah pada perilaku egoistis dan superioritas.  

Baca Juga: Kenali 6 ciri-ciri awal autisme pada anak, orangtua perlu tahu

 

  • Melebih-lebihkan kemampuan orang tua

Orangtua yang narsis cenderung menonjolkan betapa spesial mereka. Ada beragam cara orang tua menunjukkan keunggulan mereka. 

Cara orangtua menonjolkan kelebihan bisa dari kemampuan, pencapaian hingga fisik. 

Mereka menjadikan anak sebagai "aset" yang bisa ditonjolkan pada orang lain. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi hasrat ingin diperhatikan orang lain. 

  • Manipulatif

Anak tidak memiliki kontrol penuh atas keinginannya sendiri. Orangtua selalu memegang kontrol atas kehidupan anak hingga ranah pribadi. 

Orangtua cenderung meminta timbal balik atas apa yang diberikan pada anak. Mereka menggunakan kasih sayang sebagai ancaman dan hukuman. 

Baca Juga: 6 Tips ampuh agar anak doyan makan sayur, enggak perlu drama lagi

  • Posesif dan cemburuan

Orangtua akan berharap anak tumbuh dengan rasa bergantung pada mereka. Jika anak mulai dewasa dan mandiri, mereka akan merasa cemburu. 

Orangtua yang narsis seakan tidak ingin kontrol pada anak lepas bahkan saat mereka dewasa. 

Sikap ini tentu membawa dampak negatif pada anak. Mereka menjadi pribadi yang tidak mandiri. Hal ini bisa mempersulit anak saat sudah bekerja atau berumah tangga. 

Selanjutnya: Ada motorik halus dan kasar dalam perkembangan anak, apa bedanya?

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Tiyas Septiana
Terbaru