Flexing adalah Sikap Pamer, Ini Asal Mula Kata Flexing

Jumat, 04 Februari 2022 | 12:59 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Flexing adalah Sikap Pamer, Ini Asal Mula Kata Flexing

ILUSTRASI. Flexing adalah salah satunya suka pamer rumah mewah.


KONTAN.CO.ID - Flexing adalah istilah yang digunakan untuk pamer kekayaan. Pengertian flexing tersebut dirangkum dari laman resmi Sekretariat Revolusi Mental Kemenko PMK yang mengutip dari laman YouTube Profesor Rhenald Kasali. 

Keberadaan media sosial membuat flexing semakin mudah. Sulit untuk tidak flexing ketika kita memiliki sesuatu untuk dipamerkan.

Secara online, manusia juga ingin sebagai seseorang yang memiliki kekayaan, menarik secara fisik, cerdas, dan populer.

Baca Juga: Pakai 10 kata bahasa Inggris gaul ini saat chatting biar percakapan makin kekinian

Flexing itu apa? 

Sementara menurut Cambridge Dictionary, flexing adalah menunjukkan sesuatu yang Anda miliki atau raih tetapi dengan cara yang dianggap oleh orang lain tidak menyenangkan. 

Sedangkan mengacu kamus Merriam-Webster, flexing adalah memamerkan sesuatu atau yang dimiliki secara mencolok. 

Contoh flexing adalah seorang influencer yang flexing tas buatan desainer atau kemewahan lainnya di media sosial. 

Baca Juga: Slang word bahasa Inggris ini bisa bikin percakapan makin gaul dan kekinian lo

Asal mula kata Flexing

Dirangkum dari laman Dictionary.com, asal mula munculnya arti kata flexing adalah bahasa gaul dari kalangan ras kulit hitam untuk "menunjukkan keberanian" atau "pamer" sejak tahun 1990-an. 

Rapper Ice Cube secara khusus menggunakannya dalam lagunya tahun 1992 berjudul It Was a Good Day dengan liriknya Saw the police and they rolled right past me / No flexin’, didn’t even look in a n*gga’s direction as I ran the intersection.

Selain itu, asal kata "flex" atau flexing adalah melenturkan otot seseorang, yaitu untuk menunjukkan seberapa kuat fisik seseorang dan seberapa siap seseorang bertarung. Hal ini menjadi metafora arti flexing adalah mereka berpikir lebih baik dari yang lainnya. 

Baca Juga: Satgas Waspada Investasi : Afiliator Binary Option Bakal Diproses Hukum

Selanjutnya, kata "flex" atau flexing menjadi populer pada tahun 2014 berkat No Flex Zone dari Rae Sremmurd yang berarti area untuk orang-orang yang santai, bersikap seperti dirinya sendiri, dan tidak pamer atau pura-pura menjadi pribadi yang berbeda. 

Bisa disimpulkan dalam bahasa gaul, orang yang flexing adalah dianggap suka berbohong memiliki banyak kekayaan meski realitanya tidak. 

Banyak yang berpendapat bahwa kata flexing adalah orang yang palsu, memalsukan, atau memaksakan gaya agar diterima dalam pergaulan. 

Baca Juga: Punya harta Rp 33 miliar, apa tunggangan Ibas Yudhoyono, anak Presiden SBY?

Poverty screams, but wealth whispers

Rhenald Kasali menandaskan, orang kaya yang sesungguhnya tidak ingin menjadi pusat perhatian. Sebab, ada sebuah pepatah mengatakan poverty screams, but wealth whispers

"Biasanya, kalau semakin kaya orang-orang justru semakin menghendaki privasi, tidak ingin jadi pusat perhatian," tuturnya. Oleh karena itu, flexing justru, menurutnya, bukan orang kaya yang sesungguhnya. 

Bahkan, jika benar-benar tujuannya untuk menarik perhatian, flexing bisa jadi hanya menjadi strategi marketing.

Baca Juga: Artis pamer saldo rekening, aparat pajak siap mengejar

Rhenald mencontohkan kasus First Travel yang sempat heboh beberapa tahun lalu. Si pemilik bisnis sekaligus pelaku sebelumnya sangat sering memamerkan kekayaannya di media sosial. 

Semua itu dilakukan juga agar para target pelanggannya percaya untuk menggunakan jasa First Travel. Sebab, terkadang orang menaruh kepercayaan hanya karena melihat kekayaannya. 

Flexing itu ternyata marketing untuk membangun kepercayaan dan menunjukkan kepada customer. Akhirnya, customer percaya dan menaruh uangnya untuk ibadah umrah, walau akhirnya banyak yang tidak berangkat," terangnya.

Itulah penjelasan mengenai flexing adalah sikap pamer dan contohnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani

Terbaru