Hari Besar Tanggal 27 Januari: Ini 5 Peristiwa Penting Dunia dan Indonesia

Senin, 26 Januari 2026 | 10:14 WIB
Hari Besar Tanggal 27 Januari: Ini 5 Peristiwa Penting Dunia dan Indonesia

ILUSTRASI. Ibu menyusui (NULL/Twibbonize)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak daftar hari besar 27 Januari yang penuh makna. Tanggal 27 Januari merupakan hari yang kaya akan peringatan bermakna di tingkat internasional maupun lokal.

Hari ini secara global dikenal sebagai International Holocaust Remembrance Day untuk mengenang jutaan korban Holocaust dan pembebasan kamp Auschwitz-Birkenau pada 27 Januari 1945, sekaligus mengingatkan dunia agar mencegah kebencian serta genosida di masa depan.

Selain itu, hari ini juga diperingati sebagai World Breast Pumping Day yang menghargai perjuangan ibu-ibu yang memompa ASI, serta mendorong dukungan hak menyusui dan fasilitas laktasi di tempat kerja.

Baca Juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Waktu Terbaik Panjatkan Doa Mustajab

Selain itu, ada juga perayaan yang dirayakan sebagai hiburan National Geographic Day dan Hari Bubble Wrap.

Tanggal ini menggabungkan refleksi sejarah kelam, apresiasi perjuangan sehari-hari, hingga momen ringan dan patriotik lokal.

Berikut ini informasi mengenai hari besar 27 Januari yang penuh sejarah.

Baca Juga: Peringatan Setiap 26 Januari: Ada 4 Peristiwa Penting Indonesia dan Dunia

Hari Besar 27 Januari

1. Peristiwa Merah Putih Sangasanga

Melansir laman Pemprov Kaltim, Peristiwa Merah Putih Sangasanga terjadi pada 27 Januari 1947 di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Peristiwa ini merupakan bagian penting dari perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajahan Belanda pasca-Proklamasi Kemerdekaan. Saat itu, wilayah Sangasanga yang kaya minyak bumi dikuasai Belanda melalui NICA, memicu perlawanan dari Barisan Pembela Republik Indonesia (BPRI) dan rakyat setempat.

Pada dini hari 26–27 Januari 1947, para pejuang berhasil merebut kekuasaan, membagikan senjata, dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih meskipun menghadapi perlawanan sengit dari KNIL.

Peristiwa ini kini diperingati setiap tahun melalui upacara, ziarah makam pahlawan, seminar sejarah, dan kegiatan budaya. Peristiwa Merah Putih Sangasanga menjadi simbol patriotisme, persatuan, dan pengorbanan rakyat Kalimantan Timur dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Viral Imigran Indonesia Jadi Tentara US Army, Apa Syarat dan Benefitnya?

2. Hari Pompa ASI Sedunia (World Breast Pumping Day)

Mengutip National Today, Hari Pompa ASI Sedunia diperingati setiap 27 Januari untuk menghormati dedikasi, ketekunan, dan cinta para ibu yang memompa ASI bagi bayi mereka, baik ibu bekerja maupun ibu yang menghadapi tantangan menyusui lainnya. Peringatan ini pertama kali diperkenalkan sekitar tahun 2017 oleh Wendy Armbruster bersama komunitas pendukung menyusui, sebagai bentuk pengakuan atas upaya ekstra dalam proses pumping, mulai dari jadwal ketat, perawatan alat, hingga menyeimbangkan peran sebagai ibu dan pekerja.

Sejarah pompa ASI sendiri bermula sejak abad ke-19 sebagai alat medis, dan kini berkembang menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan nutrisi bayi, terutama bagi ibu yang tidak dapat menyusui secara langsung.

Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya ASI eksklusif, hak ibu menyusui di tempat kerja, serta kebutuhan fasilitas pendukung seperti ruang laktasi, cuti menyusui, dan dukungan dari lingkungan serta perusahaan. Melalui kampanye dan advokasi, World Breast Pumping Day juga mendorong kebijakan yang lebih inklusif dan mengurangi stigma terhadap ibu yang memompa ASI.

Baca Juga: Kapan Imlek Tahun 2026 Dirayakan? Berikut Tanggal, Shio dan Maknanya

3. Hari Peringatan Holocaust Internasional (International Holocaust Remembrance Day)

Hari Peringatan Holocaust Internasional ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2005 dan diperingati setiap 27 Januari, bertepatan dengan pembebasan kamp konsentrasi dan pemusnahan Auschwitz-Birkenau oleh pasukan Soviet pada tahun 1945. Kamp tersebut merupakan yang terbesar di bawah rezim Nazi, tempat lebih dari satu juta orang dibunuh.

Peringatan ini mengenang sekitar 6 juta orang Yahudi yang menjadi korban genosida, serta jutaan korban lain dari kelompok Roma, penyandang disabilitas, tahanan politik, homoseksual, dan kelompok minoritas lainnya selama Perang Dunia II.

Tujuan utamanya adalah mencegah agar tragedi serupa tidak terulang, melalui pendidikan, dialog, dan perlawanan terhadap anti-Semitisme, rasisme, xenofobia, serta segala bentuk intoleransi. Di berbagai negara, peringatan dilakukan melalui upacara memorial, pameran, pemutaran film dokumenter, dan kegiatan edukatif yang menekankan pentingnya nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia.

Baca Juga: Hari Besar Setiap 25 Januari: Ada Apa di Balik Hari Gizi dan Kusta Sedunia?

4. National Geographic Day

National Geographic Day diperingati setiap 27 Januari untuk mengenang berdirinya National Geographic Society pada 27 Januari 1888 di Washington, D.C. Organisasi nirlaba ini didirikan oleh sekelompok visioner dengan tujuan memajukan eksplorasi, ilmu pengetahuan, dan pemahaman tentang dunia.

Seiring waktu, National Geographic berkembang menjadi ikon global melalui majalah, fotografi ikonik, film dokumenter, serta dukungannya terhadap riset dan konservasi alam.

Peringatan ini biasanya dirayakan dengan membaca majalah National Geographic, menonton dokumenter, mengeksplorasi alam sekitar, atau berbagi pengetahuan tentang lingkungan dan budaya. Hari ini menjadi pengingat akan pentingnya rasa ingin tahu, pelestarian bumi, dan pemahaman lintas budaya.

5. Bubble Wrap Appreciation Day

Bubble Wrap Appreciation Day merupakan hari tidak resmi yang bersifat ringan dan menyenangkan, diperingati setiap Senin terakhir di bulan Januari. Hari ini diciptakan pada tahun 2001 oleh Jim Webster, seorang penyiar radio di Indiana, sebagai perayaan atas kesenangan sederhana memecahkan gelembung bubble wrap yang sering dianggap sebagai terapi stres instan.

Bubble wrap sendiri ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1957 oleh Marc Chavannes dan Alfred Fielding, sebelum akhirnya menjadi material pelindung penting dalam pengiriman barang.

Perayaannya biasanya dilakukan dengan memecahkan bubble wrap, membuat konten lucu, atau kompetisi kecil. Hari ini mengingatkan bahwa hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari juga bisa membawa kebahagiaan.

Tonton: Tiba di Indonesia dari 3 Negara, Prabowo Bawa Oleh-oleh Investasi Rp 90 Triliun

Selanjutnya: Produk Genomic Sequencing Tumbuh 136%, Diastika Biotekindo (CHEK) Bidik Ekspansi 2026

Menarik Dibaca: IHSG Berpotensi Rebound, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Senin (26/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru