KONTAN.CO.ID - Simak daftar hari besar setiap 25 Januari. Tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional ke-66 Tahun 2026 di Indonesia dengan tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dan slogan “Sehat Dimulai dari Piringku”.
Momen ini mengajak masyarakat memanfaatkan bahan pangan lokal seperti ubi, singkong, ikan laut, dan daun kelor untuk gizi seimbang, mencegah stunting, serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Secara global, hari ini juga dikenal sebagai Hari Kusta Sedunia, fokus pada deteksi dini, pengobatan gratis, dan pengurangan stigma terhadap penyakit kusta. Meski bukan hari libur nasional, peringatan ini relevan melalui edukasi dan kampanye kesehatan di seluruh wilayah.
Baca Juga: Peringatan Penting 24 Januari: Hari Pendidikan Internasional hingga Daur Ulang Ponsel
Selain HGN, 25 Januari juga dikenal sebagai Hari Kusta Sedunia (World Leprosy Day) yang diinisiasi sejak 1954 oleh WHO.
Peringatan ini berfokus pada peningkatan kesadaran global terhadap penyakit kusta, mengurangi stigma sosial terhadap penderita, mendorong deteksi dini, dan memastikan akses pengobatan gratis melalui Multi-Drug Therapy (MDT).
Peringatan Hari Kusta Sedunia mengusung tema "No Stigma" dan "Zero Disability", sementara di Indonesia berfokus pada eliminasi subnasional dan integrasi layanan kusta ke sistem kesehatan primer.
Baca Juga: Viral Imigran Indonesia Jadi Tentara US Army, Apa Syarat dan Benefitnya?
Daftar Hari Besar 25 Januari
Berikut ini latar belakang setiap hari besar setiap 25 Januari yang penuh makna.
1. Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 Tahun 2026
Melansir laman Kemenkes, Hari Gizi Nasional diperingati setiap 25 Januari sejak pertengahan tahun 1960-an sebagai bentuk penghormatan atas jasa Prof. Dr. Poerwo Soedarmo, Bapak Gizi Indonesia. Beliau dikenal sebagai tokoh pelopor pengembangan tenaga gizi melalui pendirian Sekolah Juru Penerang Makanan pada tahun 1951.
Peringatan ini menjadi momentum nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan mengenai pentingnya gizi seimbang dalam mencegah berbagai permasalahan kesehatan, seperti stunting, obesitas, dan kekurangan mikronutrien. Selain itu, HGN juga berperan dalam mendukung ketahanan pangan serta pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Pada tahun 2026, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengusung tema resmi “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dengan slogan “Sehat Dimulai dari Piringku”. Tema ini menekankan pemanfaatan bahan pangan lokal, seperti ubi, singkong, jagung, ikan laut, daun kelor, dan kacang-kacangan, sebagai sumber gizi yang beragam, aman, terjangkau, serta selaras dengan kearifan lokal dan program Makan Bergizi Gratis.
Rangkaian peringatan HGN 2026 umumnya diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, antara lain seminar dan webinar, kampanye media sosial, lomba memasak berbahan pangan lokal, serta penyuluhan gizi di puskesmas, sekolah, dan komunitas. Kegiatan ini melibatkan dinas kesehatan, Persatuan Ahli Gizi Indonesia, serta berbagai organisasi mitra.
Melalui tema tahun ini, masyarakat diajak memulai perubahan dari piring makan sendiri, dengan komposisi setengah sayur dan buah, seperempat karbohidrat, seperempat protein, serta dilengkapi air putih atau susu. Hari Gizi Nasional tidak sekadar peringatan tahunan, melainkan ajakan nyata untuk mengurangi ketergantungan impor pangan dan memperkuat ekonomi petani serta nelayan melalui konsumsi pangan lokal yang berkelanjutan.
Baca Juga: Tanggal Merah Bulan Februari 2026, Apakah Ada Libur Panjang Lagi?
2. Hari Kusta Sedunia (World Leprosy Day)
Mengutip WHO, Hari Kusta Sedunia diperingati setiap 25 Januari, atau pada Minggu terakhir bulan Januari. Peringatan ini diinisiasi oleh WHO bersama Raoul Follereau Foundation sejak tahun 1954 untuk meningkatkan kesadaran global terhadap penyakit kusta atau lepra. Kusta merupakan infeksi bakteri kronis yang dapat disembuhkan sepenuhnya apabila terdeteksi dan diobati sejak dini.
Tujuan utama peringatan ini adalah mengurangi stigma sosial terhadap penderita kusta, mendorong deteksi dini, serta memastikan akses pengobatan gratis melalui Multi-Drug Therapy (MDT) yang disediakan WHO. Selain itu, Hari Kusta Sedunia juga menjadi bagian dari upaya global mengeliminasi kusta sebagai masalah kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Ada Hari Pejalan Kaki Nasional Setiap 22 Januari, Seperti Apa Latar Belakangnya?
Di Indonesia, yang masih termasuk negara endemis kusta, peringatan ini dimanfaatkan sebagai sarana kampanye nasional oleh Kementerian Kesehatan, organisasi profesi seperti Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, serta berbagai lembaga swadaya masyarakat.
Kegiatan peringatan biasanya meliputi seminar medis, sosialisasi di masyarakat, pemeriksaan kulit gratis, serta edukasi publik bahwa kusta bukan kutukan atau penyakit turunan, melainkan penyakit infeksi yang dapat dicegah dan disembuhkan dengan pengobatan selama 6–12 bulan.
Tema global yang sering diangkat menekankan pesan “No Stigma” dan “Zero Disability”, sementara di Indonesia fokus pada pencapaian eliminasi subnasional dan integrasi layanan kusta ke dalam sistem kesehatan primer.
Hari Kusta Sedunia menjadi pengingat bahwa meskipun jumlah kasus baru terus menurun, upaya berkelanjutan tetap diperlukan untuk mencapai target nol kasus baru dan nol disabilitas akibat kusta.
Baca Juga: Bagaimana Cara Cek Dana Bansos PKH Januari 2026 Sudah Cair atau Belum?
3. Peringatan Ringan Internasional Lain
Selain dua peringatan utama tersebut, tanggal 25 Januari juga diwarnai oleh sejumlah peringatan ringan atau fun day di tingkat internasional.
Beberapa di antaranya adalah Burns Night, yang merayakan ulang tahun penyair Skotlandia Robert Burns melalui jamuan makan tradisional, puisi, dan musik; National Irish Coffee Day, yang mengapresiasi minuman khas Irlandia berbahan kopi, whiskey, dan krim; serta Opposite Day, hari bercanda dengan melakukan atau mengucapkan hal-hal yang berlawanan dari kebiasaan.
Di Amerika Serikat, tanggal ini juga diperingati sebagai National Florida Day untuk mengenang sejarah, budaya, dan keindahan negara bagian Florida.
Berbagai peringatan tersebut bersifat tidak resmi dan lebih bernuansa budaya atau hiburan, serta tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional, baik di Indonesia maupun secara internasional.
Tonton: Prospek Properti 2026: Dampak Suku Bunga BI
Selanjutnya: Yen Jepang Tiba-Tiba Perkasa Dihadapan Dolar AS, Ini Penyebabnya
Menarik Dibaca: Katalog Promo JSM Superindo Diskon hingga 60% Periode 23-25 Januari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News